6 Masalah Keamanan Pangan di Indonesia dan Bagaimana AI dapat Membantu Mengatasinya

Masalah Keamanan Pangan di Indonesia

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari tingginya Masalah keamanan pangan di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa selama tahun 2017-2021, terjadi 281 kasus keracunan makanan luar biasa yang mengakibatkan sekitar 21.300 orang terpapar, 10.300 orang sakit, dan 24 orang meninggal. Menariknya, mayoritas kasus keracunan makanan terjadi karena cara memasak makanan yang kurang benar di rumah.

Baca juga: 3 Cara Memasak MPASI Berdasarkan Usia dan Contoh Resepnya

Seperti apa masalah keamanan pangan yang terjadi di negeri kita ini? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Pentingnya Keamanan Pangan

Makanan yang Anda konsumsi memang harus sehat dan bergizi. Namun, Anda juga perlu memperhatikan keamanannya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa makanan yang tidak aman dapat menyebabkan berbagai penyakit dan masalah gizi, termasuk keracunan makanan

Kasus keracunan makanan disebabkan karena makanan yang terkontaminasi oleh mikroba berbahaya atau zat kimia. Selain itu, makanan juga dapat menjadi jalur penularan penyakit sehingga perlu diperhatikan keamanannya, bahkan ketika Anda memasak makanan sendiri di rumah. Keamanan pangan berguna untuk memastikan agar makanan yang dikonsumsi tetap aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Food Safety dan Seberapa Pentingkah di Industri Makanan?

Masalah Keamanan Pangan di Indonesia

Pertanyaannya, apa saja masalah keamanan pangan yang terjadi di Indonesia? Mari kita lihat penjelasan di bawah ini.

1. Belum Mengaplikasikan Praktik Pengolahan Pangan yang Baik

Masih banyak pelaku usaha yang belum menerapkan prinsip-prinsip pengolahan pangan yang baik, terutama pada industri pangan skala kecil dan rumah tangga. BPOM menyatakan bahwa sekitar 57% sarana produksi pangan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sehingga kasus keamanan pangan mengalami peningkatan. 

Kondisi sarana produksi di industri rumah tangga pangan juga lebih mengkhawatirkan. Pada tahun 2007, sebanyak 76% dari total sarana tidak memenuhi ketentuan. Kondisi ini tercermin dari penolakan produk pangan ekspor oleh US-FDA. Data tentang keracunan pangan juga menunjukkan bahwa pengolahan pangan di industri pangan masih belum memenuhi standar keamanan pangan.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

2. Kesadaran Konsumen akan Keamanan Pangan

Masalah lain yang perlu menjadi perhatian adalah kurangnya kesadaran konsumen mengenai keamanan pangan. Sebagian besar konsumen belum memperhatikan keamanan makanan yang mereka konsumsi, sehingga produsen cenderung mengabaikan aspek keselamatan demi keuntungan finansial.

Beberapa produsen makanan bahkan menggunakan zat pewarna tekstil untuk produk makanan dan minuman demi pertimbangan ekonomi tanpa memikirkan dampak negatifnya pada kesehatan.

Baca juga: Apa Saja Tujuan Food Safety? Ini Penjelasannya

Keterbatasan informasi yang dimiliki oleh konsumen juga menjadi masalah. Banyak konsumen sulit mengumpulkan dan mengolah informasi tentang makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, mereka kesulitan untuk menghindari produk makanan yang tidak aman bagi kesehatan. Faktor harga juga memengaruhi pilihan konsumen, terutama bagi golongan ekonomi lemah yang lebih mengutamakan harga yang murah daripada kualitas dan keamanan makanan.

3. Cemaran Mikroba karena Rendahnya Kondisi Hygiene dan Sanitasi

Cemaran mikroba merupakan masalah serius dalam keamanan pangan di Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya penerapan prinsip hygiene dan sanitasi dalam proses produksi dan penanganan makanan. Kualitas produk pangan bergantung pada kebersihan selama seluruh rantai produksi, mulai dari persiapan bahan baku hingga saat produk akhir sampai ke tangan konsumen.

Lingkungan yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya bisa menjadi tempat ideal bagi perkembangbiakan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, virus, dan jamur. Apalagi penyakit yang ditularkan melalui makanan juga sering kali berasal dari makanan yang terkontaminasi oleh mikroba.

Baca juga: Mengenal Bahaya Foodborne Illness dan Cara Mencegahnya

4. Cemaran Kimia karena Bahan Baku yang Sudah Tercemar

Masalah cemaran kimia juga menjadi perhatian dalam keamanan pangan di Indonesia. Bahan baku yang sudah tercemar dengan zat-zat berbahaya membuat makanan tidak aman untuk dikonsumsi. Pencemaran bahan baku dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti penggunaan pestisida, pupuk kimia, atau bahan kimia berbahaya lainnya yang tidak sesuai standar atau digunakan secara berlebihan.

Bahan kimia berbahaya yang terdapat dalam makanan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kerusakan organ tubuh yang lebih serius. Zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh dalam jangka waktu lama atau dalam jumlah besar dapat menyebabkan dampak negatif yang berkepanjangan bagi kesehatan manusia.

5. Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Pangan

Salah satu ancaman serius terhadap keamanan pangan adalah penyalahgunaan bahan berbahaya pada makanan. Beberapa produsen tidak mematuhi batas maksimum penggunaan bahan berbahaya yang diizinkan untuk meningkatkan kualitas atau ketahanan produk mereka. Langkah ini dilakukan demi keuntungan finansial tanpa memedulikan dampak negatif yang ditimbulkan pada konsumen yang mengonsumsi produk tersebut.

Penyalahgunaan bahan berbahaya dapat berupa penambahan bahan kimia berbahaya, penggunaan bahan pengawet berlebihan, atau bahkan pencampuran bahan-bahan yang tidak layak konsumsi ke dalam produk pangan. Praktik-praktik seperti ini mengancam kesehatan konsumen dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, terutama jika dilakukan secara terus-menerus dan tidak terdeteksi.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini 12 Cara Mengatasi Keracunan Makanan Kedaluwarsa

6. Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Melebihi Batas Maksimum yang Diizinkan

Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah zat-zat yang ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan rasa, tekstur, atau tampilan produk. Penggunaan BTP sendiri tidak masalah selama digunakan dalam batas maksimum yang diizinkan dan telah disetujui oleh otoritas pengawas pangan. Namun, masalah muncul ketika produsen pangan menggunakan BTP secara berlebihan atau melebihi batas yang telah ditentukan.

Penggunaan BTP yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi konsumen, terutama jika BTP tersebut memiliki potensi berbahaya dalam jumlah yang besar. Beberapa BTP dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah pencernaan pada sebagian orang. Selain itu, penggunaan BTP yang melebihi batas juga dapat merusak nilai gizi dan kualitas makanan, sehingga mengurangi manfaat yang seharusnya didapatkan dari konsumsi makanan tersebut.

Baca juga: Bergizi! Inilah 11 Makanan Untuk Mencegah Stunting Pada Balita

Bagaimana Artificial Intelligence dapat Membantu Masalah Keamanan Pangan?

Pada zaman modern seperti saat ini, kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan, termasuk masalah keamanan pangan. Berikut adalah cara AI dalam membantu mengatasi masalah keamanan pangan di Indonesia.

1. Pengukuran Suhu Makanan

Berkat bantuan AI, pengukuran suhu makanan tidak lagi harus dilakukan secara manual dengan termometer, baik saat penyimpanan maupun saat memasak. Penggunaan sensor suhu untuk kulkas dan freezer bisa mengukur suhu makanan secara akurat dengan bantuan algoritma dari AI.

2. Prediksi Masalah Peralatan

AI dapat membantu mengidentifikasi masalah pada peralatan pengolahan produk pangan yang digunakan sebelum terjadi kerusakan. Software AI dapat menganalisis data serta memberikan diagnosis dini pada peralatan yang tidak berfungsi dengan baik sehingga masalah keamanan pangan dapat dihindari.

3. Memberikan Saran Berupa Tindakan Korektif

Tindakan korektif adalah bagian penting dari rencana keamanan pangan. AI dapat membantu dengan melakukan pemrograman tindakan korektif sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan. Selain itu, AI juga bisa memberikan pengingat untuk memastikan tindakan tersebut bisa dilakukan dengan tepat waktu.

4. Mengidentifikasi Masalah Berulang dalam Prosedur Keamanan Pangan

Sama seperti mendiagnosis masalah peralatan, AI juga digunakan dalam menganalisis dan membandingkan kinerja keamanan pangan antara berbagai lokasi atau tim. Hal ini memungkinkan manajer untuk mengatasi masalah yang terjadi berulang kali serta meningkatkan kualitas pangan melalui tindakan pencegahan seperti pelatihan karyawan atau revisi jadwal/prosedur tugas.

Perlu diingat bahwa AI hanyalah sekadar alat bantu sehingga tidak bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya dalam meningkatkan keamanan pangan. Hanya saja, AI bisa membantu meningkatkan pengambilan keputusan dengan memberikan wawasan baru melalui analisis data yang mendalam.

Apa Itu Expired Date dan Bedanya dengan Best Before?

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah keamanan pangan di Indonesia? Mulailah dengan menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan juga telah melalui prosedur keamanan pangan untuk keluarga Anda, seperti menyediakan produk makanan dari Crystal of the Sea!

Ikan Teri Nasi Kering Kualitas Premium & non-MSG

Crystal of the Sea telah menerapkan prinsip HACCP sejak tahun 2012 sebagai salah satu komitmen kami untuk mengurangi masalah keamanan pangan di Indonesia. Kami menyediakan berbagai pilihan produk makanan, salah satunya Ikan Teri Nasi Kering Kualitas Premium & non-MSG | Dried White Anchovy (80g).

Produk ini sudah terjamin akan kebersihannya, jadi Anda bisa langsung mengolahnya sebagai lauk pendamping untuk makan siang atau disantap sebagai camilan yang sehat. Dapatkan produknya hanya di Tokopedia atau Shopee Crystal of the Sea!

Produk Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://au.monika.com/four-ways-artificial-intelligence-can-enhance-food-safety/
  • https://ameera.republika.co.id/berita/pfoxdw370/ini-masalah-utama-keamanan-pangan
  • https://lmsspada.kemdikbud.go.id/mod/page/view.php?id=72863
  • https://www.jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/249/229
  • https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/keamanan-pangan/
  • https://www.kompas.id/baca/riset/2023/02/28/menjaga-keamanan-pangan-dari-lingkup-rumah-tangga
crystal sea indonesia

crystal sea indonesia

Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

MPASI (Makanan Pendamping ASI) merupakan makanan yang diberikan kepada bayi saat usia 6 bulan …

Tradisi mudik lebaran memang sudah menjadi hal yang wajib dilakukan setiap tahunnya. Oleh karena …

Apa itu picky eater? Mudahnya, picky eater adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan orang, …