Mengenal Apa Itu Food Safety Management System dan Manfaatnya

Food Safety Management System adalah

Pernahkah Anda sebagai konsumen membayangkan proses quality control (QC) pada produk makanan atau minuman yang dibeli? Proses ini tidak terbatas pada memastikan agar produk yang dihasilkan memiliki rasa dan kualitas yang mumpuni. Keamanan pangan juga merupakan hal yang tidak luput dari proses tersebut. Food Safety Management System adalah pedoman yang digunakan untuk menjaga keamanan dari produk yang dihasilkan oleh produsen makanan.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Food Safety Management System (FSMS)? Mengapa sistem ini perlu diterapkan dalam industri pangan? Simak artikel ini agar Anda lebih memahami tentang FSMS.

Pengertian Food Safety Management System

Food Safety Management System adalah sistem yang bertujuan untuk mencegah bahaya keamanan pangan yang bisa menyebabkan dampak kesehatan buruk bagi konsumen. FSMS juga berguna sebagai patokan bagi para pelaku bisnis makanan untuk mematuhi standar dan regulasi internasional, seperti ISO 22000. Namun, FSMS juga diatur melalui regulasi mengenai keamanan yang ditetapkan di Indonesia.

Tujuan dari sistem ini adalah memastikan bahwa makanan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan wabah penyakit terkait makanan di kalangan konsumen. Masalah mengenai keamanan pangan bisa merugikan reputasi pelaku bisnis makanan di industri ini, sehingga mereka perlu menerapkan FSMS.

Baca juga: Memahami Food Hygiene dan Food Sanitation dalam Industri Makanan

Regulasi atau Standar yang Mengatur Food Safety Management System

Ada dua regulasi atau sistem yang mengatur FSMS di Indonesia, yaitu ISO (International Standard Organization) 22000 dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. ISO 22000

ISO 22000 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan dari sistem manajemen keamanan pangan yang mencakup seluruh organisasi dalam rantai pangan, mulai dari proses produksi dari bahan baku menjadi produk jadi. Standar ini digunakan oleh organisasi di seluruh bisnis untuk membantu menyediakan makanan yang aman untuk dikonsumsi. ISO mengatur tentang proses panen bahan baku, pengangkutan, dan produksi dari produk makanan yang dihasilkan.

2. Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

Di Indonesia, regulasi mengenai keamanan pangan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Pasal 1 ayat 2 dalam peraturan tersebut menyatakan bahwa keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Artinya, regulasi mengenai keamanan pangan di Indonesia bertujuan untuk mencegah pencemaran biologis, kimiawi, maupun benda lainnya yang bisa membahayakan kesehatan konsumen. Tidak hanya soal kesehatan, peraturan keamanan pangan di Indonesia juga memastikan agar produk pangan yang dihasilkan tidak bertentangan dengan keyakinan atau budaya yang dianut oleh masyarakat.

Mengapa Food Safety Management System (FSMS) Penting bagi Bisnis?

FSMS memberikan keuntungan bagi bisnis makanan dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa manfaat yang signifikan dari penerapan FSMS:

1. Meningkatkan Keuntungan dan Menyelamatkan Bisnis pada Masa Depan

Bisnis bisa menghindari biaya dan kerugian besar akibat kasus keracunan makanan atau efek buruk lainnya bagi pelanggan dengan menerapkan FSMS. Keamanan pangan yang terjaga akan memberikan jaminan bagi konsumen bahwa makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi. Bisnis pun dapat mempertahankan loyalitas pelanggan dan reputasi bisnis yang baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan jangka panjang.

2. Meningkatkan Keamanan dan Kualitas Makanan

FSMS membantu bisnis dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko bahaya keamanan pangan dalam setiap langkah proses produksi dan pengolahan makanan. Sistem yang tepat dan penanganan yang teliti membantu bisnis dalam memastikan bahwa makanan yang dihasilkan berkualitas tinggi dan bebas dari kontaminasi berbahaya.

3. Memastikan Kepatuhan dengan Regulasi Pemerintah

FSMS juga memastikan bahwa bisnis selalu mematuhi peraturan pemerintah terkait keamanan pangan. Manfaat ini penting untuk menghindari sanksi hukum dan menjaga hubungan baik dengan otoritas pemerintah terkait.

4. Mempermudah Pengorganisasian Setiap Langkah Proses

FSMS berguna sebagai panduan yang jelas dan terstruktur untuk mengorganisasikan setiap langkah dalam proses produksi, pengolahan, dan penyajian makanan di restoran atau bisnis makanan. Langkah ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kekeliruan atau kesalahan dalam proses produksi makanan.

5. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Tim Kerja

Seluruh tim kerja memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya keamanan pangan dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga keamanan makanan dengan menerapkan FSMS. Karyawan yang terlatih dengan baik akan bekerja lebih efisien dalam menjalankan tugas-tugas mereka terkait keamanan pangan.

Baca juga: Mengenal Penerapan HACCP pada Makanan

Prinsip-Prinsip Food Safety Management System

Menurut ISO 22000, elemen kunci atau prinsip dari Food Safety Management System sebagai berikut:

1. Komunikasi Interaktif

Komunikasi interaktif adalah upaya untuk membangun kepercayaan antara pemasok (supplier), distributor, dan konsumen makanan. Pelaku bisnis setidaknya harus mengetahui dan tetap berhubungan dengan beberapa pihak di bawah sebagai pemangku kepentingan (stakeholder) seperti pemasok (supplier) dan pihak yang menerima produk makanan, baik distributor maupun konsumen.

Dua stakeholder ini harus mengetahui atau terlibat secara aktif FSMS. Pelaku bisnis makanan juga harus mempertimbangkan preferensi, spesifikasi, atau persyaratan stakeholder terkait dalam hal keamanan pangan.

2. Manajemen Sistem

Manajemen sistem adalah metode di mana pelaku bisnis makanan memastikan efektivitas sistem manajemen keamanan pangan. Walaupun mereka dapat menggunakan metode apa pun yang cocok, lebih baik menggunakan prinsip dan metode ISO. Prinsip manajemen ISO yang harus diikuti meliputi:

  • Fokus pada pelanggan
  • Kepemimpinan
  • Keterlibatan orang
  • Pendekatan berbasis proses
  • Peningkatan
  • Pengambilan keputusan berbasis bukti
  • Manajemen hubungan

3. Pre-requisite Program

Program prasyarat atau Pre-requisite Program (PRP) didefinisikan sebagai kondisi dan kegiatan dasar yang diperlukan di dalam organisasi dan sepanjang rantai pangan untuk menjaga keamanan pangan. Beberapa contoh program prasyarat adalah:

  • Good Manufacturing Practices (GMP)
  • Good Agricultural Practices (GAP)
  • Good Hygienic Practices (GHP)

4. Prinsip HACCP

Prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) juga diperlukan dalam keamanan pangan agar pelaku bisnis makanan bisa menentukan titik kendali kritis (Critical Control Point) atau langkah untuk mengatasi bahaya keamanan pangan. Setiap CCP harus memiliki batas kritis atau nilai minimum atau maksimum yang ditentukan.

Kesimpulannya, Food Safety Management System adalah sistem yang perlu diterapkan dalam proses produksi produk makanan atau minuman agar keamanan pangan tetap terjaga. Setiap produsen perlu menerapkan keamanan pangan agar konsumen terhindar dari dampak buruk seperti keracunan makanan.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini 12 Cara Mengatasi Keracunan Makanan Kedaluwarsa

Setelah mengetahui tentang FSMS, Anda pasti ingin mencari produk makanan yang menerapkan sistem ini dalam produksinya. Kabar bagusnya, Anda tidak perlu bingung lagi dalam menemukan produsen makanan yang menerapkan FSMS karena ada Crystal of the Sea! Kami menerapkan prinsip HACCP yang termasuk dalam FSMS menurut ISO 22000 sehingga setiap produk makanan yang dihasilkan tetap terjaga keamanannya.

Set of 5 Small Jar Crystal of the Sea

Crystal of the Sea menghadirkan berbagai produk makanan untuk Anda dan keluarga. Salah satunya adalah food powder yang terdiri dari 5 varian rasa: White Anchovy, Brown Anchovy, Shrimp, Seaweed, dan Gabus.

Anda bisa mendapatkan kelima varian rasa food powder tersebut dengan harga yang lebih ekonomis melalui produk Set of 5 Small Jar (White Anchovy + Brown Anchovy + Shrimp + Seaweed + Gabus). Varian rasa yang beragam tentunya akan membuat si kecil lebih semangat dalam menyantap makanannya. Hubungi kami untuk mendapatkan produk food powder Crystal of the Sea atau Anda bisa menemukan produk kami di retail partner terdekat!

Produk Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://safetyculture.com/topics/fsms-food-safety-management-system/
  • https://hellonimbly.com/food-safety-management-system-and-its-benefits-for-your-business/
  • https://www.bsigroup.com/en-ID/ISO-22000/
  • https://isoindonesiacenter.com/manajemen-keamanan-pangan-dengan-iso-22000/
  • https://luk.staff.ugm.ac.id/phk/inherent/UGM-K1-2007/ftp/files/cea/content/ISO_22000_2005_E.pdf
  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/129230/pp-no-86-tahun-2019
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

‘Don’t judge a book by its cover’. Begitulah ungkapan yang harus terlintas di benak …

Hygiene dan sanitasi makanan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam menjalankan bisnis makanan. …

Bayi berusia 6 bulan sudah harus mulai diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI. Oleh …