Apa Saja Tujuan Food Safety? Ini Penjelasannya

Tujuan Food Safety

Keamanan pangan dalam industri makanan tentu dilakukan berdasarkan tujuan yang jelas. Sebelum proses pengolahan makanan dimulai, produsen makanan merumuskan Food Safety Objectives (FSO) atau tujuan food safety terlebih dahulu. Setiap produsen memiliki tujuan yang berbeda mengenai keamanan pangan sesuai dengan produk makanan yang dihasilkannya.

Barangkali Anda masih bingung mengenai apa itu food safety yang sering diterapkan dalam industri makanan. Bacalah artikel Mengenal Apa Itu Food Safety dan Seberapa Pentingkah di Industri Makanan? untuk mengenal tentang sistem food safety serta langkah penerapan yang bisa dilakukan di keluarga.

Mengenal Tujuan Food Safety (Food Safety Objectives)

Tujuan food safety atau Food Safety Objectives adalah tingkat maksimum frekuensi atau konsentrasi bahaya dalam makanan dan minuman yang aman untuk dikonsumsi dan memberikan perlindungan yang sesuai bagi kesehatan masyarakat. 

Perumusan FSO bertujuan untuk mengubah tujuan kesehatan masyarakat berdasarkan tingkat bahaya dalam makanan yang dikonsumsi, baik dalam konsentrasi atau frekuensi. FSO menetapkan target yang ingin dicapai oleh rantai pangan, tetapi tidak mengatur tentang cara spesifik untuk mencapai target tersebut. 

FSO memberikan keleluasaan kepada rantai pangan untuk menggunakan metode dan teknik pengolahan yang sesuai dengan situasi produsen makanan, selama tingkat bahaya maksimum yang diizinkan pada saat konsumsi tidak terlampaui.

Produk Crystal of the Sea

Contoh Tujuan Food Safety

Sekilas dijelaskan bahwa setiap produsen makanan menerapkan tujuan food safety yang berbeda. Namun, ada beberapa contoh tujuan keamanan pangan yang biasa diterapkan dalam industri makanan, yaitu:

  • Menanggapi keluhan pelanggan dalam waktu 1 jam.
  • Mengurangi jumlah keluhan pelanggan sebesar 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Mempertahankan nilai minimum untuk audit sertifikasi pihak ketiga.
  • Menyelesaikan semua aktivitas verifikasi dalam waktu 5 hari setelah tanggal yang telah ditentukan.
  • Menyelesaikan pelatihan induksi keamanan pangan bagi karyawan baru sebelum memulai pekerjaan.
  • Memastikan tidak ada listeria monocytogenes yang terdeteksi dalam 100 produk.
  • Memelihara persentase minimum 66,7% untuk semua audit GMP internal.
  • Tidak ada pengambilan kembali makanan sepanjang tahun 2023.
  • Mengurangi jumlah insiden keamanan pangan sebesar 50% dalam enam bulan ke depan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
  • Meningkatkan frekuensi sesi pelatihan keamanan pangan karyawan pada tahun 2023 sebesar 50% dibandingkan dengan tahun 2022.

Masih banyak lagi tujuan food safety yang bisa dibuat. Namun, tujuan tersebut harus relevan dengan bisnis pangan yang dijalankan serta menggunakan metrik pelaporan yang sesuai.

Baca juga: Apa Itu HACCP: Pengertian, Prinsip dan Contoh Penerapannya

Apa Itu Food Safety Culture?

Budaya Keamanan Pangan, Global Food Safety Initiative (GFSI) mengemukakan Food Safety Culture adalah budaya keamanan pangan adalah nilai-nilai, keyakinan dan norma yang diyakini bersama, yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku terhadap keamanan pangan di dalam dan di seluruh organisasi.

Food Safety Culture bermanfaat untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Food Safety Management System) dengan baik, bahkan untuk standar selain dari GFSI seperti FSSC 22000.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Food Safety Management System dan Manfaatnya

Cara Membuat Food Safety Objective

Untuk membuat Food Safety Objective (FSO), produsen makanan pada umumnya melakukan lima langkah di bawah ini.

1. Mulai dengan Merumuskan SMART

Sama seperti tujuan bisnis lainnya, tujuan keamanan pangan harus dikembangkan dengan mengikuti akronim S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timely). Produsen bisa mengembangkan tujuan keamanan pangan untuk seluruh perusahaan atau mempersempit tujuan tersebut hanya pada departemen tertentu dalam bisnis pangan. Ketika menuliskan tujuan keamanan pangan untuk sebuah bisnis makanan, pastikan bahwa tujuan tersebut mencakup lima aspek ini.

  • Specific, artinya tujuan food safety sesuai dengan bisnis pangan. Dalam membuat tujuan yang spesifik, gunakan data bisnis dan soroti area perbaikan untuk bisnis tersebut.
  • Measurable, artinya tujuan food safety harus memiliki metrik yang jelas. Artinya, target yang dibuat harus bisa diukur. Buatlah target numerik agar pelaporan kemajuan dalam pencapaian tujuan food safety lebih mudah. Target numerik juga berguna dalam memotivasi anggota tim untuk mencapai tujuan food safety yang telah dicapai.
  • Achievable, artinya tujuan food safety harus mudah dicapai. Buatlah tujuan yang terdiri dari beberapa langkah kecil, tetapi tidak mustahil untuk dicapai. Tujuan yang achievable juga mempercepat keberhasilan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
  • Realistic, artinya tujuan food safety harus realistis untuk sebuah bisnis pangan. Jangan menjadikan tujuan food safety yang diterapkan dalam bisnis pangan lainnya yang belum tentu sesuai, apalagi jika bisnis tersebut sudah memiliki tingkat operasional yang lebih besar.
  • Timely, artinya tujuan food safety harus memiliki batasan waktu agar bisa tercapai dengan mudah. Apabila tujuan tidak memiliki batasan waktu, maka tidak ada satu tujuan pun yang bisa tercapai.

Baca juga: 6 Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan yang Wajib Diperhatikan

2. Komunikasikan Tujuan kepada Anggota Tim

Setelah tujuan food safety selesai dirumuskan dan dikembangkan dengan metode S.M.A.R.T, pastikan bahwa tujuan tersebut disampaikan kepada seluruh anggota tim yang terkait dengan produksi makanan. Langkah ini bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai media, seperti memajang tujuan food safety pada papan pengumuman atau memublikasikan di website internal perusahaan.

Langkah lainnya yang lebih efektif adalah melalui diskusi verbal pada pertemuan staf atau toolbox. Selain itu, tujuan food safety juga bisa dikomunikasikan dengan mengadakan sesi pelatihan atau training kepada seluruh staf yang terlibat dalam proses ini.

3. Meningkatkan Budaya Keamanan Pangan

Food Safety Objectives merupakan komponen penting dalam menjaga budaya keamanan dan kualitas pangan dalam bisnis makanan apa pun. Dengan menetapkan target yang jelas dan dapat diukur, bisnis bisa memastikan bahwa keamanan pangan dan kualitas selalu menjadi prioritas dan terjaga dengan konsisten.

Menetapkan tujuan SMART adalah langkah awal baik dalam mengembangkan pekerjaan yang akan dilakukan dalam rencana tindakan membudayakan keamanan pangan. Sebagai contoh, suatu bisnis pangan ingin merancang aktivitas yang berputar pada peningkatan feedback staf yang terlibat di dalamnya. Maka tujuan yang dibuat bisa berupa ‘Melaksanakan program saran keamanan pangan pada kuartal akhir Juni 2023 dalam rangka mendorong karyawan untuk berbagi saran dalam meningkatkan proses keamanan pangan.

4. Melaporkan Hasil

Hasil dari pelaksanaan tujuan juga perlu disampaikan melalui proses penilaian manajemen. Dalam melaporkan hasil, mereka memberikan laporan pertemuan anggota tim yang terlibat secara mingguan maupun bulanan. Jelaskan juga tujuan yang telah ditetapkan serta hasil yang telah dicapai. Gunakan grafik data untuk menggambarkan kemajuan pencapaian Food Safety Objectives yang telah dilakukan agar lebih mudah dipahami oleh orang yang membaca laporannya.

5. Meninjau Kembali Food Safety Objectives

Terakhir tetapi tidak kalah penting, perusahaan perlu meninjau kembali Food Safety Objectives yang telah dibuat. Apabila ada tujuan yang tidak tercapai, cobalah mencari alasan dengan menyelidiki beberapa penyebab yang mendasarinya. Carilah solusi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut atau bisa menetapkan tujuan baru yang lebih mudah dicapai pada masa depan. Selain itu, peninjauan juga berguna sebagai bahan evaluasi terhadap tujuan food safety yang telah ditetapkan.

Lima langkah di atas merupakan cara yang dilakukan oleh industri makanan dalam menentukan tujuan food safety atau Food Safety Objectives. Tujuan ini perlu ditetapkan agar makanan yang diproduksi tetap terjaga keamanannya sampai di tangan konsumen nanti.

Set of 5 Small Jar Crystal of the Sea

Crystal of the Sea merupakan produsen makanan yang menerapkan tujuan food safety dalam produksi produknya. Semua Produk Crystal Sea telah melalui tahapan produksi makanan yang aman, termasuk sistem uji laboratorium agar terhindar dari bahan berbahaya dan zat aditif. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dalam menyediakan makanan sehat untuk keluarga. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau mendapatkan produk Crystal of the Sea untuk dinikmati bersama keluarga Anda!

Produk Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://www.linkedin.com/pulse/food-safety-objectives-jayson-chewa
  • https://haccpmentor.com/food-safety-objectives/
  • https://seafast.ipb.ac.id/publication/book/panduan-sederhana-fso-dan-po-rdh.pdf
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Rasanya baru kemarin ketika si kecil lahir dari perut bunda. Kini, si kecil sudah …

ContentsApa itu Growth Faltering?Penyebab Growth Faltering1. Kurang Adekuatnya Nutrisi yang Masuk2. Masalah Penyerapan Nutrisi3. …

Anda sedang pusing karena anak melancarkan aksi Gerakan Tutup Mulut (GTM)? Tidak ada salahnya …