10 Rekomendasi MPASI Pertama untuk Buah Hati

Rekomendasi MPASI Pertama

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu daripada melihat buah hati sudah memasuki masa MPASI pertamanya. Tentu Anda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil yang baru berusia 6 bulan. Namun, tidak jarang Anda merasa cemas dan takut salah memberi makanan pendamping ASI atau MPASI pada si kecil. Jangan khawatir, Crystal of the Sea akan memberikan rekomendasi MPASI pertama untuk buah hati Anda.

Kekhawatiran lainnya yang mungkin Anda hadapi adalah kesibukan bekerja sehingga terlewat memberikan MPASI untuk si kecil. Untuk masalah tersebut, bacalah artikel 5 Tips MPASI Working Mom Anti Ribet yang pernah kami ulas sebelumnya.

Rekomendasi MPASI yang akan dibahas dalam artikel ini penting untuk disimak supaya Anda bisa memberikan makanan terbaik bagi si kecil. Anda pun akan merasa lebih tenang dan percaya diri dalam memberikan gizi yang tepat pada awal kehidupan mereka. Mari jelajahi artikel ini dan temukan rekomendasi MPASI pertama yang tepat untuk buah hati Anda. 

Rekomendasi MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan

Rekomendasi Menu MPASI 6 Bulan Pertama

MPASI pertama bayi sebaiknya memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembangnya. Berikut ini daftar rekomendasi MPASI pertama yang bisa Anda berikan untuk buah hati.

1. Sayuran yang Ditumbuk

Sayuran bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memulai MPASI. Hanya saja, Anda perlu menumbuknya sampai memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna. Labu, kentang, brokoli, ubi, dan wortel bisa menjadi pilihan sayuran yang bisa disantap oleh si kecil. Selain kaya akan serat dan vitamin, sayuran ini juga mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh bayi Anda.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

2. Buah Tumbuk

Selain sayuran, tambahkan juga buah-buahan yang telah ditumbuk ke dalam menu MPASI pertama si kecil. Pilihlah buah seperti apel, pir, pisang, alpukat, dan pepaya yang kaya akan gizi dan serat untuk buah hati Anda.

3. Sereal Bayi Bebas Gluten

Sereal bayi yang bebas gluten seperti beras cokelat atau quinoa bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memberikan gizi pada bayi Anda. Selain itu, sereal bebas gluten juga cocok untuk bayi yang memiliki risiko alergi atau intoleransi gluten.

Baca juga: 10 Resep MPASI 1 Tahun Anti GTM, Lezat, Bergizi dan Anak Suka

4. Bubur Biskuit yang Dihaluskan

Bubur biskuit bisa memberikan gizi yang cukup seperti karbohidrat dan protein untuk mendukung tumbuh kembangnya. Haluskan biskuit dengan ASI perah sampai lembut agar si kecil bisa menyantapnya dengan lezat. Namun, pastikan biskuit yang digunakan tidak mengandung gula yang berlebihan.

5. Sereal Oatmeal

Oatmeal lebih direkomendasikan karena memiliki kandungan serat yang tinggi, magnesium, zat besi, dan seng yang berguna untuk memelihara kesehatan pencernaan dan tumbuh kembang si kecil. Campurkan dengan buah-buahan, sayuran, atau ASI perah untuk menambah kandungan gizi di dalamnya.

6. Bubur Ikan Salmon

Ingin memberikan sumber protein hewani untuk si kecil? Berikan saja ikan salmon yang dibuat menjadi bubur dan dicampurkan dengan wortel. Ikan salmon kaya akan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak, penglihatan, dan saraf bayi Anda. Ikan salmon juga mengandung vitamin D, seng, zat besi, dan masih banyak lagi sehingga ideal sebagai sumber gizi penting untuk si kecil.

Baca juga: 11 Olahan Ikan Teri yang Praktis, Lezat, dan Bergizi

7. Bubur Ayam dan Beras Merah

Beras merah lebih dianjurkan untuk diolah menjadi bubur karena memiliki kandungan serat yang tinggi. Beras merah juga mengandung vitamin B kompleks untuk kesehatan sistem saraf bayi Anda. Tambahkan potongan daging ayam yang mengandung protein yang baik untuk perkembangan otot dan tulang bayi Anda.

8. Bubur Nasi dan Bayam

Menu selanjutnya yang direkomendasikan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) bayi adalah bubur nasi dengan tambahan bayam. Bayam mengandung banyak zat besi yang sangat penting untuk mencegah anemia pada bayi.

9. Puree Ubi

Ubi memiliki kandungan serat dan antioksidan yang bermanfaat bagi pencernaan bayi. Selain itu, kandungan vitaminnya yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan bayi Anda. Anda dapat mencampurkan ubi dengan ASI perah atau susu formula untuk meningkatkan kandungan gizi dalam makanan tersebut.

10. Bubur Jagung Telur

Bubur jagung telur adalah makanan yang disukai oleh bayi karena rasanya yang lezat dan mudah dikonsumsi. Jagung memiliki kandungan serat dan vitamin B yang baik, sementara telur mengandung protein dan vitamin D. Anda dapat menambahkan potongan kecil tahu putih sebagai sumber protein nabati untuk mendukung pertumbuhan tulang bayi Anda.

Untuk memasaknya, langkah pertama adalah merebus telur dan mengukus jagung serta tahu. Setelah itu, tumis semua bahan dengan bawang merah, kemudian haluskan dengan blender hingga mendapatkan tekstur yang halus.

Baca juga: 6 Cara Menyimpan MPASI yang Benar, Jangan Sampai Salah!

Waktu yang Tepat untuk Memberi MPASI pada Bayi

Selain menu MPASI, Anda juga harus memperhatikan waktu pemberian MPASI yang tepat untuk si kecil. Anda bisa melihat tanda-tanda di bawah ini sebagai sinyal bahwa si kecil sudah mulai bisa diberikan MPASI pertamanya.

1. Usia 6 Bulan

World Health Organization (WHO) merekomendasikan usia 6 bulan untuk mulai memberikan MPASI. Di usia ini, sistem pencernaan bayi telah cukup berkembang, sehingga dapat mulai mencerna makanan padat dengan baik. Pada usia tersebut, ASI bukan lagi menjadi satu-satunya sumber gizi yang dibutuhkan oleh bayi sehingga mereka memerlukan MPASI.

Hindari memberikan MPASI terlalu dini, yakni kurang dari 6 bulan, karena bisa menyebabkan masalah berupa risiko peningkatan berat badan yang drastis pada kemudian hari, alergi makanan, dan risiko tersedak.

Baca juga: Growth Faltering adalah Berat Badan Anak Seret? Kenali Penyebabnya, Jangan Sembarang Kasih Vitamin!

2. Kepala yang Sudah Tegak

Kepala yang sudah mulai tegak dan stabil bisa membantu si kecil untuk belajar mengunyah makanannya. Bayi pun lebih mudah menelan makanan sehingga mencegah risiko tersedak.

3. Mulai Bisa Duduk

Bayi yang sudah bisa duduk dapat mengontrol kepala dan leher dengan lebih baik. Anda bisa mendudukannya di high chair, tetapi jangan lupa mengikatkan pengamannya, ya.

4. Mulai Tertarik Melihat Orang Makan

Ketika Anda sedang makan, si kecil akan memperhatikan makanan dengan penuh perhatian dan mencoba untuk meraihnya. Ketertarikan ini bisa menjadi tanda untuk mulai memberikan MPASI pada si kecil.

5. Membuka Mulut Jika Diberikan Makan

Bayi yang sudah siap untuk menerima MPASI akan membuka mulutnya secara alami ketika diberikan MPASI. Anda bisa mengetesnya dengan memberikan sendok berisi makanan ke depan mulutnya.

Baca juga: 5 Penyebab Bayi Sembelit saat MPASI, Ini Cara Mengatasinya!

Jenis Makanan yang Tidak Disarankan untuk MPASI

Dalam memilih makanan untuk MPASI, Anda juga perlu memperhatikan jenis makanan yang tidak disarankan untuk diberikan pada bayi. Berikut ini adalah beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari saat memberikan MPASI.

1. Madu

Madu mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme. Oleh karena itu, hindari memberikan madu pada bayi hingga usianya di atas 1 tahun. Madu juga mengandung gula, jadi Anda perlu menghindarinya agar mencegah kerusakan gigi.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan sebaiknya tidak diberikan pada bayi sampai berusia 5 tahun karena bisa menyebabkan tersedak. Apabila ada riwayat alergi makanan di keluarga, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum memperkenalkan makanan ini ketika si kecil sudah besar.

Baca juga: 7 Cara Membuat MPASI yang Sehat dan Bergizi

3. Makanan dengan Lemak Jenuh

Hindari memberikan makanan yang tinggi lemak jenuh, terutama biskuit bayi. Periksa tabel kandungan gizi pada kemasan ketika hendak membeli biskuit.

4. Susu Sapi atau Susu Formula

Hindari mengganti ASI dengan susu sapi atau susu formula. Susu sapi lebih sulit dicerna dan berpotensi menyebabkan bayi sembelit.

5. Keju yang Tidak Dipasteurisasi

Bayi sebaiknya tidak mengonsumsi keju yang tidak dipasteurisasi. Jenis keju seperti ini membawa bakteri listeria yang bisa memengaruhi sistem saraf bayi.

6. Ikan Tinggi Merkuri

Terakhir, Anda harus menghindari ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi. Alasannya, kandungan merkuri memengaruhi perkembangan sistem saraf bayi.

Food Powder Crystal of The Sea Tersertifikasi HACCP

Lantas, bagaimana jika Anda tetap ingin memberikan sumber protein hewani yang aman dari ikan selain salmon? Solusinya, Anda bisa menambahkan food powder Bubuk Ikan Teri Nasi Non-MSG dari Crystal of the Sea. Produk ini mengandung Omega 3, DHA, kalsium, protein, dan yodium yang penting untuk pertumbuhan otak, tulang, dan jaringan tubuh. Produk ini juga aman untuk bayi usia 6 bulan sehingga ideal untuk rekomendasi MPASI pertama yang menyehatkan. Gunakan juga Kalkulator Gizi dari Crystal of the Sea setiap kali Anda hendak membuat MPASI agar kandungan gizi yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Tertarik untuk mencoba food powder penuh gizi? Dapatkan produknya hanya di Tokopedia atau Shopee Crystal of the Sea sekarang juga! Berikan si kecil gizi yang mendukung pertumbuhannya hanya dengan produk food powder dari Crystal of the Sea!

Produk Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-jeni­s-makanan-yang-cocok-untuk-awal-mpasi 
  • https://www.nhs.uk/start4life/weaning/what-to-feed-your-baby/around-6-months/
  • https://www.orami.co.id/magazine/tanda-b­ayi-sudah-siap-mulai-mpasi-pertama
  • https://www.nhs.uk/conditions/baby/weani­ng-and-feeding/foods-to-avoid-giving-bab­ies-and-young-children/
  • https://mamaschoice.id/article/menu-mpas­i-pertama-bayi-6-bulan
  • https://www.prenagen.com/id/menu-mpasi-pertama-kali-makan
  • https://crystalsea.id/blog/rekomendasi-mpasi-untuk-bayi-6-bulan/#1_Puree_Ubi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Persiapan dan pemilihan alat makan menjadi hal yang tak bisa diabaikan ketika bayi Anda …

Mempersiapkan menu MPASI 8 bulan sederhana untuk bayi Anda bisa menjadi tugas yang menantang. …

Kesehatan tulang dan sendi adalah bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Memahami cara …