6 Cara Menyimpan MPASI yang Benar, Jangan Sampai Salah!

Cara Menyimpan MPASI

Apabila Anda adalah orang tua yang sedang menyusui bayi, salah satu hal yang wajib dipelajari adalah bagaimana cara menyimpan MPASI dengan benar. MPASI, atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu, adalah makanan pendamping yang mulai diberikan sejak bayi setidaknya berumur enam bulan. MPASI ini diberikan guna memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara menyimpan MPASI dengan baik dan benar. Namun sebelum itu, Anda dapat mempelajari manfaat MPASI terlebih dahulu agar dapat lebih memahami topik ini. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Manfaat MPASI

Manfaat MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) adalah makanan pelengkap gizi bayi yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. MPASI yang diberikan harus dapat memberikan gizi tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang tumbuh.

Kebutuhan gizi yang tinggi tersebut tidak hanya bisa didapat dari ASI saja, tetapi juga membutuhkan tambahan dari MPASI ini. Berikut ini adalah beberapa manfaat MPASI yang wajib diketahui.

1. Pelengkap Nutrisi Bayi

Meskipun ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, tetapi bayi yang sudah berusia di atas enam bulan akan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, karbohidrat, dan nutrisi lainnya. Maka dari itu, orang tua harus memberikan MPASI agar dapat memenuhi kebutuhan gizi dari bayi yang tinggi tersebut.

Perlu diingat bahwa MPASI hanya merupakan makanan pendamping. Artinya, Anda harus tetap memberikan ASI secara teratur kepada bayi karena sumber nutrisi utama yang dibutuhkan oleh bayi masih berasal dari ASI, sedangkan MPASI hanya sumber pelengkap nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Makanan Bayi Pendamping ASI Coba Gratis

2. Mengenalkan, Melatih, dan Membiasakan Bayi Makan

Pemberian MPASI bertujuan untuk mengenalkan, melatih, dan membiasakan bayi untuk mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi seiring dengan pertambahan usianya.

Baca juga: 11 Resep Makanan Bayi 6 Bulan untuk Kecerdasan Otak

3. Tumbuh kembang gigi dan rahang 

Setelah berusia di atas 6 bulan, bayi Anda membutuhkan makanan pendamping. Yang perlu Anda ketahui adalah pemilihan makanan pendamping ASI ini akan mempengaruhi tumbuh kembang gigi dan rahang.

Gerakan mulut bayi anda saat baru lahir terbatas hanya menghisap dan menelan. Di usia 6 bulan, biasanya gigi susu bayi Anda mulai tumbuh. Di saat yang sama, bayi Anda juga mulai mengembangkan kemampuan untuk menggerakkan lidah guna membantu proses mengunyah serta menelan. Ini berarti di usia 6 bulan konsistensi makanan pelan-pelan harus ditingkatkan, dari lembut menjadi semakin padat

Mengapa? Pemberian MPASI untuk bayi yang dilumatkan secara terus-menerus akan membuat bayi Anda malas mengunyah. Padahal gerakan mengunyah turut merangsang pertumbuhan gigi, dan menguatkan otot-otot yang ada di dalam rongga mulut.

Tak hanya itu, pengenalan makanan bertekstur padat juga melatih dan menguatkan lidah, yang berperan dalam pelafalan huruf dan pengucapan kata.

Apakah MPASI yang Dapat Disimpan Dalam Waktu Lama?

Apakah MPASI Dapat Disimpan dalam Waktu Lama

Ya, memang MPASI dapat disimpan dalam kurun waktu beberapa lama, tetapi ada beberapa jenis bahan makanan yang akan membuatnya berubah warna, rasa, hingga memengaruhi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu, Anda harus mengetahui apa saja makanan yang dapat disimpan lama dengan baik dan yang tidak.

Makanan seperti brokoli, buncis, kembang kol, kacang polong, wortel, persik, beri-berian, ubi, dan daging adalah makanan yang dapat disimpan untuk kurun waktu lama tanpa mengubah warna dan rasanya. Jadi, makanan di atas sangat cocok dijadikan sebagai bahan pembuatan MPASI.

Di sisi lain, apel, stroberi, pisang, dan alpukat akan mengalami perubahan warna menjadi cokelat setelah disimpan beberapa lama. Namun, perubahan warna tersebut tidak akan mengubah rasa dan mengurangi nutrisi yang ada di dalamnya, sehingga masih aman untuk dikonsumsi oleh bayi.

Baca juga: 10 Menu MPASI 7 Bulan yang Lezat dan Bergizi untuk Buah Hati

Sementara itu, telur, nasi, kentang, tahu, serta buah-buahan seperti anggur, mangga, melon, pepaya, pir, dan aprikot, bisa berubah rasa dan teksturnya jika disimpan terlalu lama. Sebaiknya hindari menggunakan makanan-makanan tersebut sebagai bahan pembuatan MPASI.

Bagaimana Cara Menyimpan MPASI yang Benar?

Bagaimana Cara Menyimpan MPASI

Ketika bayi telah memasuki usia enam bulan, para orang tua pasti sudah banyak yang berpikir MPASI apa yang harus diberikan kepada bayi. Walaupun memang ada MPASI yang instan, tetapi MPASI buatan sendiri akan memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik.

Banyak orang tua yang memutuskan untuk membuat MPASI langsung dalam porsi yang besar. Oleh karena itu, agar kualitas dari MPASI dapat tetap terjaga dengan baik, Anda harus mengetahui cara menyimpan MPASI yang benar. Berikut ini adalah beberapa cara menyimpan MPASI dengan benar.

1. Simpan MPASI Menggunakan Wadah yang Tepat

MPASI yang sudah dibuat harus disimpan menggunakan wadah yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Wadah yang kedap udara, baik yang berbahan kaca maupun plastik, merupakan tempat menyimpan MPASI terbaik. Namun, apabila menggunakan wadah plastik, pastikan wadah tersebut memiliki label bebas BPA agar lebih aman.

Apabila MPASI yang dibuat memiliki bentuk yang cair, Anda dapat menyimpan MPASI tersebut di dalam wadah seperti cetakan es batu atau bahkan cetakan es krim. Pastikan untuk melapisi cetakan es batu atau cetakan es krim tersebut menggunakan plastik agar MPASI tidak terkontaminasi oleh kotoran.

Baca juga: 15 Resep MPASI 9 Bulan yang Praktis dan Bikin Anak Ketagihan

2. Simpan MPASI di Dalam Satu Wadah

Pastikan MPASI yang sudah dibuat disimpan di dalam satu wadah saja, bukan di dalam beberapa wadah sekaligus. Maka dari itu, pastikan wadah yang digunakan dapat menampung seluruh MPASI yang telah dibuat. Hal ini perlu dilakukan agar MPASI dapat terjaga kebersihannya. Selain itu, hal ini juga akan memudahkan orang tua ketika hendak memberikan MPASI tersebut lagi kepada sang bayi.

3. Tulis Tanggal Pembuatan di Wadah

Setelah memasukkan MPASI ke dalam satu buah wadah, Anda harus menuliskan tanggal pembuatannya di bagian luar wadah tersebut. Anda juga dapat menempelkan label yang sudah ditulis tanggal pembuatan MPASI tersebut ke wadahnya. Hal ini dilakukan agar Anda tidak lupa serta mencegah penggunaan MPASI yang sudah disimpan terlalu lama.

Baca juga: 10 Resep MPASI 1 Tahun Anti GTM, Lezat, Bergizi dan Anak Suka

4. Simpan MPASI di Freezer atau Kulkas

Setelah MPASI disimpan dalam wadah, dan wadah tersebut sudah ditandai dengan tanggal pembuatannya, Anda dapat menyimpan MPASI tersebut di dalam freezer atau rak yang ada di dalam kulkas. Apabila Anda menyimpan MPASI di dalam freezer, pastikan suhunya berada di bawah 5 derajat Celcius. Dengan begitu, MPASI yang sudah disimpan dapat bertahan selama kurang lebih tiga bulan, atau bahkan sampai enam bulan.

Selain di dalam freezer, MPASI juga dapat disimpan di dalam lemari es atau kulkas. Namun, MPASI yang disimpan di kulkas hanya dapat bertahan kurang lebih selama dua hari saja. MPASI yang sudah dibekukan, lalu dicairkan dan dipanaskan untuk digunakan, tidak dapat dibekukan lagi karena akan merusak kualitasnya. Jadi, MPASI yang sudah disimpan, hanya dapat digunakan sekali lagi saja.

5. Hindari Menyimpan MPASI di Suhu Ruangan Lebih dari 2 Jam

Jika Anda memiliki kelebihan makanan pendamping ASI, maka segera menyimpannya di dalam freezer atau lemari es. Jika Anda tidak memilikinya, makanan bayi tersebut bisa Anda simpan di suhu ruangan.

Namun yang perlu Anda perhatikan, jangan biarkan makanan bayi untuk bayi Anda berada lebih dari 2 jam di suhu ruang karena di rentang waktu tersebut, dikhawatirkan makanan bayi tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk, Sudah Tahu Belum?

6. Hangatkan sebelum Diberikan

Saat akan memberikan makanan pendamping ASI yang berasal dari dalam lemari es, maka keluarkan terlebih dahulu dan hangatkan.

Anda bisa menghangatkannya menggunakan kukusan atau steamer, khusus untuk makanan bayi yang tidak terbuat dari buah-buahan. Anda juga bisa merendam wadah makanan bayi tersebut ke dalam mangkuk atau baskom yang berisi air panas. Oleh karena itulah, pentingnya Anda memilih wadah menyimpan makanan bayi Anda yang tepat, kedap udara, dan bebas BPA.  

Jika ingin menghangatkan dengan microwave, pastikan panasnya telah merata, jangan hanya di satu bagian saja.

Food Powder untuk MPASI
Food Powder untuk MPASI

Demikian cara menyimpan MPASI yang dapat perlu diingat. Apabila sedang mencari food powder untuk salah satu bahan pembuatan MPASI, Anda dapat menemukannya di Crystal of the Sea. Produk yang kami sediakan telah melewati proses pembuatan yang sangat ketat sehingga sanitasinya terjaga. Selain itu, produk-produk kami juga memiliki gizi dan nutrisi yang tinggi. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Coba gratis food Powder Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://promkes.kemkes.go.id/?p=8929
  • https://www.alodokter.com/tidak-boleh-asal-seperti-ini-cara-menyimpan-mpasi-yang-benar
  • https://www.orami.co.id/magazine/manfaat-mengejutkan-dari-mpasi-homemade
  • https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/makanan-tekstur-lembut-hambat-pertumbuhan-gigi-si-kecil
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui bagaimana cara membuat MPASI yang sehat dan bergizi …

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menjadi salah satu inovasi paling revolusioner dalam …

Anda perlu banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk tulang untuk dapat menjaga kesehatan tubuh. …