Ibu Harus Tahu, Ternyata Ini 5 Akibat Bayi Kekurangan ASI

akibat bayi kekurangan asi

Pentingnya memberikan ASI bagi bayi tidak dapat dimungkiri. ASI bukan hanya sebagai Gizi utama untuk bayi, tetapi juga dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit dan membangun dasar yang kuat untuk pertumbuhan bayi. Namun, ketika bayi kekurangan ASI, ada beberapa akibat yang dapat timbul dan perlu menjadi perhatian serius bagi para ibu.

Melalui artikel ini, Crystal of the Sea akan membahas apa itu ASI, mengapa ASI penting untuk bayi, dan apa saja akibat bayi kekurangan ASI yang perlu diperhatikan. Selain itu, ibu juga akan mendapatkan tip untuk meningkatkan produksi ASI. Mari simak selengkapnya di bawah ini!

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

Apa Itu ASI dan Mengapa Penting untuk Bayi?

Apa akibat bayi kekurangan asi

ASI (Air Susu Ibu) adalah Gizi terbaik yang dapat diberikan kepada bayi sejak lahir. ASI mengandung zat-zat bergizi esensial yang tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik bayi, tetapi juga meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Kandungan antibodi dalam ASI dapat membantu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. Selain itu, ASI juga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi dibandingkan dengan susu formula.

Baca juga: 10 Ciri Bayi Kekurangan ASI dan Cara Mengatasi dengan Tepat: Panduan untuk Ibu Menyusui

Akibat Bayi Kekurangan ASI

Ketika bayi mengalami kekurangan ASI, dampaknya dapat sangat signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan mereka. Mari telaah beberapa akibat serius yang dapat timbul akibat bayi kekurangan ASI.

1. Gangguan Pertumbuhan Fisik

Kekurangan ASI dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik bayi. Gizi yang terdapat dalam ASI mendukung pembentukan tulang, otot, dan organ tubuh lainnya. Keterbatasan dalam asupan ASI dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan, mempengaruhi ukuran dan perkembangan fisik bayi.

2. Risiko Infeksi yang Lebih Tinggi

ASI memiliki kandungan antibodi yang melindungi bayi dari berbagai infeksi. Bayi yang kekurangan ASI memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi seperti infeksi saluran pernapasan, telinga, dan sistem pencernaan.

Baca juga: Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!

3. Gangguan Kognitif

Gizi penting dalam ASI, seperti asam lemak omega-3 dan omega-6, berperan kunci dalam perkembangan otak. Kekurangan ASI dapat berdampak pada kesehatan kognitif bayi, mempengaruhi kemampuan belajar, konsentrasi, dan perkembangan kecerdasan mereka.

4. Masalah Kesehatan Mental dan Emosional

ASI tidak hanya memberikan Gizi fisik tetapi juga menciptakan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Kekurangan ASI dapat menghambat pembentukan ikatan tersebut, meningkatkan risiko masalah kesehatan mental dan emosional pada bayi, seperti depresi dan kecemasan.

5. Risiko Kekurangan Gizi

ASI memberikan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan bayi. Kekurangan ASI dapat menyebabkan defisiensi Gizi, mengakibatkan masalah kesehatan seperti anemia dan pertumbuhan tulang yang tidak optimal.

Baca juga: 10 Makanan yang Baik untuk Tulang yang Kuat dan Sehat

Apa Saja Tanda Bayi yang Kekurangan ASI?

Tanda bayi kurang asi

Tanda bayi kekurangan ASI penting bagi diketahui ibu, karena ASI merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang mengandung gizi esensial yang dibutuhkan oleh bayi di awal kelahirannya.

Berikut ini tanda bayi yang kekurangan ASI yang melibatkan aspek kesehatan dan tumbuh kembang bayi, seperti sering menangis, tidak naiknya berat badan bayi, kelelahan, tidur berlebihan, rentan terhadap infeksi, kulit bayi terlihat kuning, mulut dan mata kering, dehidrasi, konstipasi, dan sering buang air kecil.

Anda bisa mendapatkan informasi terkait tanda-tanda bayi yang kekurangan ASI dan solusi mengatasinya dengan tepat melalui artikel Crystal of the Sea berikut ini 10 Ciri Bayi Kekurangan ASI dan Cara Mengatasi dengan Tepat: Panduan untuk Ibu Menyusui.

Tip Meningkatkan Produksi ASI

Untuk memastikan bayi mendapatkan manfaat penuh dari ASI, meningkatkan produksi ASI menjadi suatu hal yang sangat penting. Ada beberapa tip yang dapat ibu ikuti untuk meningkatkan produksi ASI, antara lain:

1. Frekuensi Menyusui yang Tinggi

Menyusui secara sering dapat merangsang kelenjar susu untuk memproduksi lebih banyak ASI. Frekuensi menyusui yang tinggi memberikan sinyal pada tubuh ibu bahwa permintaan ASI lebih tinggi, sehingga meningkatkan produksinya.

2. Pastikan Posisi Menyusui yang Benar

Posisi menyusui yang benar dapat membantu bayi mendapatkan ASI dengan lebih efisien, dan sekaligus merangsang produksi ASI. Konsultasikan dengan konsultan laktasi atau petugas kesehatan untuk memastikan teknik menyusui yang benar.

3. Jaga Kesehatan Tubuh secara Keseluruhan

Kesehatan ibu secara keseluruhan memainkan peran kunci dalam produksi ASI. Pastikan ibu mendapatkan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum air yang cukup. Kondisi tubuh yang prima dapat mendukung produksi ASI yang optimal.

4. Gunakan Pump ASI

Penggunaan pompa ASI dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Menggunakan pompa secara teratur, terutama setelah sesi menyusui, dapat memberikan sinyal tambahan untuk meningkatkan produksi ASI.

5. Menyusui di Kedua Sisi Payudara

Menyusui di kedua sisi payudara pada setiap sesi menyusui dapat merangsang produksi ASI yang lebih baik. Memastikan bahwa kedua payudara mendapatkan stimulasi akan membantu menjaga keseimbangan produksi ASI.

Baca juga: Bayi Makin Sehat, Inilah 5 Resep MPASI Ikan Gabus yang Wajib Bunda Ketahui

Manfaat MPASI untuk Membantu Perkembangan Bayi

Memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan langkah penting dalam perjalanan pertumbuhan bayi. MPASI tidak hanya melengkapi asupan gizi, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam menciptakan kebiasaan makan yang sehat. Beberapa manfaat MPASI untuk membantu perkembangan bayi termasuk:

1. Pendampingan Gizi

MPASI dapat memberikan tambahan Gizi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Sementara ASI menyediakan Gizi utama, MPASI dapat memperkenalkan unsur-unsur seperti zat besi, vitamin, dan mineral tambahan yang penting bagi kesehatan optimal Sang Buah Hati.

2. Pengembangan Keterampilan Motorik

Mengenalkan makanan padat melalui MPASI dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik bayi. Proses menggenggam makanan, membawa sendok ke mulut, dan mengunyah adalah latihan penting yang memperkuat otot-otot dan keterampilan motorik halus.

3. Pengenalan Rasa dan Tekstur

MPASI memperkenalkan bayi pada berbagai rasa dan tekstur makanan. Ini membantu membentuk preferensi makanan dan mengurangi risiko bayi menjadi pemilih makanan di kemudian hari. Proses ini juga dapat merangsang perkembangan sensorik bayi.

Baca juga: Kenali Tips agar Bayi Mau Makan MPASI buatan Bunda

4. Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Gigi

Kandungan Gizi yang ada di dalam MPASI, seperti kalsium dan vitamin D, dapat mendukung pertumbuhan tulang dan perkembangan gigi bayi. Hal ini penting untuk memastikan sistem rangka bayi dapat berkembang dengan baik dan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan mereka.

5. Pembentukan Kebiasaan Makan Sehat

MPASI dapat membantu membentuk kebiasaan makan sehat Si Kecil sejak dini. Bayi yang terbiasa dengan beragam jenis makanan cenderung menjadi anak yang lebih fleksibel dalam memilih makanan, menciptakan pola makan yang seimbang dan beragam.

Brown Anchovy - Cara Menghangatkan MPASI agar Kualitas Gizinya Terjaga

Penting bagi para ibu untuk memahami akibat bayi kekurangan ASI. Sebagai Gizi utama untuk bayi, ASI memainkan peran penting untuk memenuhi asupan harian Si Kecil dan membantu tumbuh kembangnya agar optimal. Selain ASI, ibu juga harus mulai memperkenalkan MPASI kepada bayi jika sudah berusia sekitar 6 (enam) bulan.

Memperkenalkan MPASI kepada bayi adalah langkah penting dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan agar lebih optimal. Manfaat MPASI dalam melengkapi asupan gizi, mendukung perkembangan motorik, dan membentuk kebiasaan makan sehat menjadi faktor kunci dalam memberikan dasar yang kokoh bagi kesehatan Si Kecil.

Untuk memastikan bahwa MPASI yang diberikan tidak hanya lezat tetapi juga bergizi, Crystal of the Sea hadir dengan bumbu MPASI bayi yang dapat digunakan dengan mudah. Ibu hanya perlu menaburkannya di atas MPASI atau mencampurkannya ke dalam resep sesuai selera.

Produk Crystal of the Sea

Bumbu MPASI dari Crystal of the Sea dapat membuat makanan bayi Anda lebih lezat dan umami, memberikan kegembiraan baru pada pengalaman makan Si Kecil. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk yang kami tawarkan, klik di sini!

Sumber rujukan:

  • https://www.halodoc.com/artikel/ibu-ini-5-dampak-bila-anak-tidak-mendapatkan-asi-eksklusif/
  • https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/gejala-bayi-kekurangan-asi/
  • https://www.healthpartners.com/blog/how-do-i-know-my-baby-is-getting-enough-breastmilk/
  • https://www.babyfriendlyusa.org/news/what-should-happen-when-baby-does-not-get-enough-milk-from-mom/
  • https://bebeclub.co.id/artikel/ibu-perlu-tahu/0-3-bulan/tanda-bayi-kurang-asi/
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Ikan teri, meskipun sering dianggap remeh karena ukurannya yang kecil, sebenarnya merupakan sumber gizi …

Udang merupakan salah satu makanan laut (seafood) yang digemari oleh banyak orang. Dibandingkan dengan …

Ada beberapa jenis makanan untuk mencegah stunting pada balita yang dapat orang tua berikan. …