Kenali Tips agar Bayi Mau Makan MPASI buatan Bunda

Tips agar Bayi Mau Makan MPASI

Bayi yang menunjukkan tingkah Gerakan Tutup Mulut atau GTM pasti membuat Anda khawatir. Tidak jarang bayi menangis ketika bunda berusaha memberikan Makanan Pendamping ASI atau MPASI. Wajar saja karena Anda sebagai orang tua berusaha agar kebutuhan gizi sang anak tetap tercukupi. Solusinya, cobalah menerapkan tips agar bayi mau makan MPASI yang akan dikupas tuntas dalam artikel ini.

Namun sebelum itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana strategi pemberian MPASI dengan cara mengetahui ciri-ciri bahwa anak Anda telah siap MPASI melalui artikel berikut ini: 10 Ciri-Ciri Anak Siap MPASI yang Wajib Diketahui Orang Tua!

Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Tidak Mau Makan MPASI?

Jangan khawatir jika bayi menunjukkan tanda-tanda tidak mau makan MPASI. Cobalah melakukan tips di bawah ini sebagai langkah awal sebelum Anda mulai memberinya MPASI kembali.

1. Tetap Tenang

Panik dan cemas tidak akan membuat bayi Anda mau makan MPASI. Cobalah bersikap tenang dan sabar supaya bisa menjadi pengaruh yang baik untuk bayi. Jika bayi melihat Anda khawatir, mereka justru tidak akan tenang. Anda pun memiliki peluang keberhasilan yang lebih sedikit dalam membujuk mereka agar tetap makan.

2. Terus Tawarkan Makanan

Apabila si kecil menolak makanan yang sama, cobalah untuk terus menawarkannya. Bayi membutuhkan 10-15 kali tawaran makanan yang sama sebelum mau menyantapnya.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

3. Jangan Memaksa Si Kecil

Jangan pernah memaksa atau bahkan menekan si kecil untuk makan sesuap lagi. Biarkan mereka bermain-main dengan makanan sebagai langkah pengenalannya. Mereka hanya perlu waktu untuk terbiasa dengan makanan tersebut sebelum mau menyantapnya. Ingatlah bahwa Anda juga perlu menerapkan prinsip ‘baby steps’ ketika memberikan MPASI. Memaksa anak makan justru hanya bertentangan dengan intuisinya. Apabila dipaksa terus, bayi bisa makan berlebihan atau kehilangan nafsu makan pada masa depannya nanti.

4. Bersikaplah Responsif

Sebagai orang tua, Anda perlu bersikap responsif dan bertindak sesuai dengan tingkah si kecil. Ingatlah untuk tidak terus menawarkan makanan apabila si kecil sudah menunjukkan tanda bahwa mereka sudah selesai makan, seperti menolehkan kepala, menghindari kontak mata, menutup mulut, bahkan melempar atau menjatuhkan makanan ke samping kursi makannya.

5. Ikuti Jadwal Makan Si Kecil

Si kecil juga mempunyai kebiasaan makan yang sesuai dengan jadwalnya. Cobalah untuk tetap mengikuti jadwal makan dan minum ASI yang biasa diterapkan. Si kecil bisa jadi rewel apabila Anda mengubah jadwal dan respons pemberian makan mereka.

Mengapa Bayi Menangis Saat Makan?

Tips mengatasi bayi susah makan

Anda bisa mengenali tangisan bayi sebagai tanda bahwa dia tidak mau makan. Tentunya ada beberapa alasan si kecil menangis saat makan.

1. Bayi Merasa Kenyang

Pertama, bayi sudah merasa kenyang sehingga menolak diberikan makanan. Ini adalah salah satu penyebab bayi susah makan MPASI.

Solusinya, Anda perlu mengatur takaran makanan pada piring bayi agar tetap seimbang dan tentunya memenuhi kebutuhan gizinya. Gunakan Kalkulator Gizi dari Crystal of the Sea supaya Anda bisa mengukur porsi makanan bayi dengan tepat.

2. Bayi Merasa Kelalahan

Kedua, bayi yang menangis atau menolak makan bisa saja merasa kelelahan. Mereka membutuhkan kenyamanan sehingga tidak ingin diberi MPASI terlebih dahulu. Anda bisa memberikan ASI sebagai alternatifnya.

3. Bayi Merasa Tidak Nyaman

Ketiga, bayi merasa tidak nyaman sehingga tidak ingin mencoba menu MPASI yang baru. Ketidaknyamanan tersebut bisa disebabkan karena popok yang penuh, kursi makan yang kurang nyaman, perut sakit karena kembung atau sembelit, atau giginya sedang tumbuh. Perlu diingat bahwa tangisan bayi merupakan caranya berkomunikasi dengan Anda mengenai sesuatu yang salah.

4. Tekstur Makanan Terlalu Padat

Terakhir tetapi tidak kalah penting, bayi juga menangis karena tekstur MPASI yang diberikan cukup padat. Perlu bunda ketahui bahwa walaupun umumnya bayi mulai diperkenalkan untuk makan makanan padat sekitar usia 6 bulan, tetapi penting untuk diingat bahwa ada beberapa bayi yang mungkin belum siap untuk memulai makan makanan pendamping ASI (MPASI) pada tahap ini.

Mereka lebih menyukai tekstur makan yang halus supaya lebih mudah dikunyah dan dicerna. Untuk bayi berusia 9 bulan ke atas, mereka juga menginginkan makanan seperti finger food supaya bisa memegangnya.

Baca juga: Inilah Menu MPASI Menurut Ahli Gizi

Apa Saja Tips agar Bayi Mau Makan MPASI?

Tips untuk Bayi yang Susah Makan MPASI

Pertanyaannya, bagaimana cara agar bayi mau makan MPASI lagi? Cobalah menerapkan tujuh langkah di bawah ini dalam memberikan MPASI untuk si kecil.

1. Batasi Pemberian Camilan atau Makanan Manis

Pemberian camilan manis seperti jus buah dan permen tentu membuat si kecil tidak selera saat makan. Kandungan gula yang banyak mengakibatkan si kecil merasa kenyang lebih cepat sehingga tidak mau makan MPASI pada waktu makannya. Solusinya, Anda bisa memberikan buah segar sebagai pengganti jus dan camilan manis. Jika tetap ingin memberikan jus buah, pastikan kandungan gulanya rendah dan tidak mengandung bahan pengawet.

2. Berikan Makanan yang Sehat

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), makanan yang diberikan untuk si kecil, baik menu MPASI utama maupun makanan selingan, haruslah sehat dan memenuhi kebutuhan gizinya. Berikan makanan yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

Anda bisa mencampurkannya dengan berbagai bahan MPASI lain, termasuk Food Powder dari Crystal of the Sea, untuk menambahkan rasa yang beragam sehingga bayi lebih tertarik untuk mencicipinya.

Produk Crystal Sea

3. Berikan Finger Food

Bayi akan lebih mau makan MPASI apabila bisa makan sendiri. Untuk melatih kemampuan makannya, tawarkan finger food atau makanan yang dapat digenggam oleh si kecil. Selain melatih kemampuan makan sendiri, memberikan finger food juga akan membantu perkembangan motorik halus. Si kecil juga bisa belajar memilih makanan yang sesuai dengan selera dan kemampuannya.

4. Haluskan Makanan

Untuk mengatasi kesulitan bayi dalam menelan makanan yang disebabkan oleh tekstur terlalu keras, disarankan untuk menghaluskan makanan menggunakan blender atau alat penghalus makanan lainnya.

Pilih makanan yang sesuai dengan tahap perkembangan bayi, cuci dengan baik, dan buang bagian keras yang berpotensi menyebabkan bayi tersedak. Selalu sajikan makanan bayi pada suhu yang aman, dan awasi mereka selama makan.

5. Matikan TV atau Gawai Lainnya saat Makan

Si kecil tidak akan mau makan MPASI apabila ada hal yang lebih menarik yang mampu mengalihkannya, seperti TV, handphone, atau bahkan buku dan mainan si kecil. Matikan TV, komputer, atau gawai lainnya saat makan dan jauhkan si kecil dari mainan atau buku. Gangguan dari sumber distraksi tersebut akan mengurangi perhatian si kecil pada makanan dan mengurangi kemampuan mereka untuk merasakan kenyang.

Baca juga: Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI?

6. Sediakan Variasi Pilihan Rasa dan Jenis Makanan

Berikan berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat untuk si kecil. Mereka akan lebih tertarik dan terbuka mencoba makanan baru jika disajikan dengan berbagai pilihan rasa dan jenis makanan yang menarik. Tidak hanya itu, si kecil juga bisa mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan beragam.

7. Hindari Berasumsi Si Kecil Tidak Menyukai Makanan Tertentu

Tidak bisa dimungkiri bahwa tindakan bayi yang tidak mau makan tentu membuat Anda berasumsi kalau si kecil tidak menyukai MPASI yang diberikan. Hindari asumsi tersebut karena setiap anak memiliki preferensi makanan yang berbeda. Oleh karena itu, perlu memberikan kesempatan bagi si kecil untuk mencoba berbagai jenis makanan daripada hanya berasumsi.

8. Konsultasi dengan Dokter

Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat penting untuk memastikan bahwa pilihan makanan dan tekstur yang dihadirkan kepada bayi sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

Dokter atau ahli gizi dapat memberikan panduan khusus berdasarkan kondisi kesehatan individu bayi, memastikan asupan gizi yang cukup, dan memberikan saran yang sesuai dengan perkembangan pertumbuhan anak.

Dengan berkomunikasi secara teratur dengan profesional kesehatan, orang tua dapat memastikan bahwa rencana pemberian makan bayi Anda mendukung kesehatan dan perkembangan yang optimal.

Baca juga: 11 Resep Makanan Bayi 6 Bulan untuk Kecerdasan Otak!

9. Cobalah Bereksperimen dengan Makanan Baru

Jangan menyerah dalam membuat si kecil mau makan MPASI buatan Anda. Cobalah bereksperimen membuat makanan baru dan terus tawarkan kepada si kecil secara terus-menerus. Konsistensi dalam memberikan makanan baru akan membantu si kecil mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan beragam. Sajikan jenis-jenis makanan yang baru dan disertai makanan yang disukainya.

Untuk inspirasi menu makanan MPASI yang bisa diberikan pada bayi berusia 6 bulan, cobalah membaca artikel 15 Rekomendasi MPASI Untuk Bayi 6 Bulan ini.

Seaweed Food Powder dari Crystal Sea

Terkadang Anda tidak perlu membuat menu makanan yang baru, cukup menambahkan rasa pada MPASI yang sudah ada. Bagaimana caranya? Berikan saja food powder Bubuk Nori Rumput Laut Murni Tanpa Garam ke dalam MPASI yang dibuat untuk si kecil. Food powder ini kaya akan kandungan  Iodium, Omega-3, Asam Folat, Vitamin B9 dan Protein yang bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil. Segera lakukan pembelian di Tokopedia atau Shopee untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi kesayangan Anda!

Itulah beberapa tips agar bayi mau makan MPASI yang bisa Anda coba di rumah! Selamat mencoba!

Produk Crystal Sea

Sumber rujukan:

  • https://mominformed.com/is-your-baby-crying-while-eating-solids-reasons-and-tips-to-help/#Reasons_Why_Your_Baby_Is_Crying_While_Eating_Solids
  • https://childrensnutrition.co.uk/full-blog/babyrefusingtoeat/
  • https://www.halodoc.com/artikel/10-cara-yang-bisa-dilakukan-saat-bayi-susah-makan-mpasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Sebagai orang tua, kita harus selalu memperhatikan perkembangan anak usia 0 – 6 tahun …

Tidak terasa si kecil sudah tujuh bulan hadir di kehidupan Anda. Sebagai seorang ibu, …

Perut yang berbunyi saat malam hari selalu menjadi ujian tersendiri bagi pejuang diet. Kabar …