7 Solusi Anak GTM Ternyata Mudah, Mari Cari Tahu!

Solusi Anak GTM

Pernahkah Anda mengalami momen frustrasi saat Si Kecil tiba-tiba menutup mulut rapat saat disuapi? Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan gangguan makan pada anak yang sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Lalu, apa saja solusi anak GTM?

Untuk mengatasi GTM, penting bagi orang tua untuk memahami akar penyebabnya. Mulai dari suka memilih makanan hingga merasa kenyang, memahami penyebab GTM dapat membantu Anda dalam mengambil langkah untuk mengatasinya dengan segara. Maka dari itu, mari simak sejumlah solusi anak GTM melalui artikel ini!

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

Penyebab Anak GTM 

Memahami penyebab GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada anak adalah langkah awal yang penting untuk menemukan solusi yang tepat. Berikut beberapa kemungkinan penyebab GTM yang perlu Anda ketahui.

1. Sering Memilih Makanan

Anak yang terbiasa memilih makanan yang disukainya dan menolak makanan lain berisiko mengalami GTM. Hal ini dapat terjadi karena anak belum terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur makanan. Selain itu, anak mungkin menolak untuk makan ketika makanan yang disajikan tidak sesuai dengan preferensi.

2. Rasa Takut Mencoba Makanan Baru

Anak yang merasa cemas atau takut saat mencoba makanan baru juga berisiko mengalami GTM. Anak-anak mungkin merasa cemas atau tidak nyaman untuk mencoba makanan yang belum pernah mereka cicipi sebelumnya. Mereka mungkin khawatir akan rasa atau tekstur makanan tersebut.

3. Merasa Kelelahan

Kelelahan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi pola makan anak. Anak-anak yang mengalami kelelahan cenderung kurang bersemangat dalam beraktivitas, termasuk saat makan. Terdapat beberapa alasan mengapa anak bisa merasa kelelahan, seperti aktivitas yang padat, kurang istirahat, dan kualitas tidur yang buruk.

4. Nafsu Makan Menurun

Anak yang mengalami penurunan nafsu makan karena berbagai faktor, seperti sakit, stres, atau picky eater juga berisiko mengalami GTM. Hal ini dapat terjadi karena Si Kecil merasa tidak enak badan atau tidak tertarik dengan makanan.

5. Merasa Kenyang

Biasanya, anak yang selalu merasa kenyang berkaitan dengan jadwal makan yang tidak teratur, seperti baru saja minum susu atau camilan. Pasalnya, mereka tidak merasa lapar saat waktu makan utama tiba. Hal ini dapat mengganggu pola makan sehat dan menyebabkan Si Kecil enggan mengonsumsi makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. 

Baca juga: Resep MPASI Anti-GTM yang Praktis dan Enak Untuk Bayi 9 Bulan

Solusi Jitu Mengatasi GTM pada Anak

Melihat Si Kecil tiba-tiba menutup mulut rapat saat disuapi, melepeh makanan, atau bahkan menolak makan sama sekali tentu membuat para orang tua khawatir. Namun, sekarang Anda tak perlu khawatir karena artikel ini akan memandu Anda dalam mengatasi GTM pada anak.

1. Tidak Makan Menjelang Waktu Tidur

Menjauhkan makanan dari waktu tidur anak merupakan langkah penting dalam mengatasi GTM. Ketika anak telah makan sebelum tidur, perutnya akan terasa penuh sehingga mereka tidak memiliki nafsu makan yang cukup saat waktu makanan utama tiba. Selain GTM, hal ini juga berpotensi membuat anak rewel dibandingkan seperti biasa. Anda disarankan untuk memberikan jeda minimal 2 jam antara waktu makan malam dan waktu tidur Si Kecil.

2. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan

Suasana yang nyaman dan menyenangkan saat makan dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. Anda bisa mengatur meja makan dengan suasana yang menarik, contohnya dengan menyajikan makanan dalam piring karakter, menggunakan peralatan makan yang disukai oleh anak, atau menghias meja makan dengan taplak warna-warni.

3. Hindari Penggunaan Gadget Saat Makan

Penggunaan gadget selama waktu makan dapat mengganggu perhatian anak. Saat anak terlalu asyik dengan gadget, mereka cenderung tidak memperhatikan makanan yang dapat mengakibatkan kurangnya nafsu makan. Sebagai gantinya, cobalah untuk menetapkan aturan bahwa waktu makan adalah waktu untuk fokus pada makanan tanpa gangguan dari gadget.

4. Berikan Porsi yang Sesuai

Memberikan porsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak sangat penting dalam meningkatkan nafsu makan mereka. Pastikan porsi makanan yang Anda sajikan tidak terlalu besar atau terlalu kecil, serta sesuai dengan usia, aktivitas, dan kebutuhan gizi anak. Jika porsi terlalu besar, anak mungkin merasa kewalahan dan tidak tertarik untuk makan. Di sisi lain, jika porsi terlalu kecil, mereka mungkin merasa tidak puas dan ingin makan lagi setelah makanan utama selesai.

5. Bersabar dan Menghindari Memaksa

Memaksa Si Kecil untuk makan dapat membuat mereka makin tidak nyaman. Tekanan yang berlebihan hanya akan membuat mereka makin enggan untuk makan. Sebaliknya, tawarkan makanan dengan cara yang positif dan menyenangkan. Selain itu, Anda juga dapat mengalihkan perhatian Si Kecil dengan kegiatan lain setelah makan.

6. Membatasi Camilan

Membatasi konsumsi camilan di antara waktu makan utama adalah langkah penting yang dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. Camilan yang terlalu sering dapat membuat anak merasa kenyang sehingga mengurangi nafsu makan saat jam makan utama tiba. Sebagai gantinya, cobalah untuk memberikan camilan secukupnya, hanya sebagai hidangan pendamping saat perut anak benar-benar kosong. Dengan demikian, anak akan lebih lapar dengan makanan utama yang disajikan.

7. Sajikan Berbagai Macam Makanan dan Biarkan Anak Memilih

Menawarkan berbagai macam makanan bergizi dengan rasa dan tekstur yang berbeda setiap harinya dapat membantu meningkatkan nafsu makan Si Kecil. Selain itu, biarkan anak memilih makanan yang mereka sukai. Ini akan memberi rasa kontrol dan membuat mereka lebih antusias untuk mencoba makanan baru.

Baca juga: Resep MPASI 1 Tahun Anti GTM, Lezat, Bergizi dan Anak Suka

Demikianlah informasi seputar solusi anak GTM, semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang kebingungan saat Si Kecil menutup mulutnya sewaktu makan tiba. Mengatasi GTM pada anak tidak selalu mudah, tetapi dengan mengatur pola makan, menciptakan suasana makan yang menarik, menghindari penggunaan gadget, hingga menyajikan berbagai macam bentuk dan tekstur makanan, Anda dapat membantu Si Kecil mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan menyenangkan.

Gabus Powder 20g

Untuk meningkatkan nafsu makan anak, cobalah untuk menambahkan rasa dan tekstur makanan menggunakan bone broth atau kaldu tulang ikan. Namun, jika Anda mengutamakan kepraktisan, Anda dapat menggunakan kaldu tulang ikan yang sudah berbentuk bubuk, seperti Fish Broth dari Ikan Gabus dari Crystal of the Sea.

Fish Broth dari Ikan Gabus dari Crystal of the Sea memiliki berbagai keunggulan, meliput:

  • Fish Broth dari Ikan Gabus terbuat dari ikan gabus berkualitas premium. Ikan gabus dipilih dengan teliti untuk memastikan kualitasnya sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi konsumen.
  • Bubuk ini tidak mengandung tambahan garam, gula, dan MSG. Dengan demikian, Fish Broth dari Ikan Gabus menjadi pilihan yang lebih sehat dan alami.
  • Bubuk ikan gabus ini mengandung gizi penting seperti protein hewani dan zat albumin. Protein hewani dapat membantu membangun dan memelihara jaringan tubuh, sedangkan zat albumin membantu pembentukan sel darah putih untuk daya tahan dan kekebalan tubuh yang optimal.
  • Produk Fish Broth dari Ikan Gabus dapat langsung dikonsumsi. Anda dapat langsung menambahkannya ke resep masakan maupun ditaburkan langsung pada makanan yang sudah jadi.

Sekarang Anda tak perlu khawatir lagi apabila Si Kecil melakukan aksi GTM. Langsung saja kunjungi situs web Crystal of the Sea untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk yang kami tawarkan!

Coba Produk Crystal of the Sea Sekarang Juga

Sumber rujukan:

  • https://www.verywellhealth.com/what-to-do-when-your-child-is-not-eating-anything-1323965#toc-medical-issues-that-impact-a-toddlers-eating
crystal sea indonesia

crystal sea indonesia

Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Kesehatan yang optimal adalah modal utama untuk menjalani kehidupan yang berkualitas. Salah satu faktor …

Seiring dengan perkembangan anak, memberikan asupan gizi yang optimal, terutama pada masa pendahuluan MPASI …

Sebagai orang tua, kita harus selalu memperhatikan perkembangan anak usia 0 – 6 tahun …