9 Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI, Apa Saja?

Ikan yang Tidak Boleh untuk MPASI

Memasuki usia 6 bulan, Si Kecil mulai siap untuk mengenal Makanan Pendamping ASI (MPASI). Untuk MPASI, salah satu makanan yang tak boleh sampai terlewat adalah ikan. Kaya akan gizi esensial, seperti protein, omega-3, dan zat besi, ikan mampu memenuhi gizi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat ikan yang tidak boleh untuk MPASI?

Memilih ikan yang tepat untuk MPASI sangatlah penting. Ikan yang mengandung merkuri tinggi dapat membahayakan kesehatan dan perkembangan saraf Si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis ikan yang tidak boleh digunakan untuk MPASI. Agar Anda lebih memahaminya, mari simak sejumlah ikan yang sangat tidak disarankan untuk MPASI.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Ikan Untuk MPASI

Ketika memilih ikan sebagai bagian dari menu MPASI untuk buah hati, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan saksama karena pertumbuhan Si Kecil sangat bergantung pada makanan yang dikonsumsinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih ikan yang baik untuk MPASI.

1. Memilih Ikan Segar

Kualitas ikan yang baik sangatlah penting untuk kesehatan Si Kecil karena ikan segara memiliki kualitas gizi yang lebih baik dan rasa yang lebih lezat. Selain itu, ikan segar juga memiliki risiko lebih rendah terkontaminasi oleh bakteri atau zat-zat berbahaya lainnya. Daging ikan seharusnya kenyal dan tidak lembek, serta dan mata jernih dan tidak cekung. Pastikan juga untuk membeli ikan dari tempat yang tepercaya dan telah melewati proses penanganan yang baik.

Baca juga: Ikan yang Mengandung Omega 3 Tinggi dan Baik untuk Kesehatan Tubuh

2. Ikan yang Bertulang Besar

Selain ikan segar, pilih juga ikan yang bertulang besar. Ikan bertulang besar akan lebih mudah dibersihkan dan dipisahkan dari dagingnya sehingga lebih aman untuk Si Kecil. Anda dapat menghindari ikan dengan tulang kecil dan duri yang banyak, seperti sarden dan ikan mas.

3. Ikan Harus Dimasak dengan Matang Sempurna

Memasak ikan dengan matang sempurna sangat penting untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya yang mungkin masih terdapat dalam daging ikan. Pasalnya, konsumsi ikan mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko infeksi dan keracunan makanan. Pastikan ikan dimasak hingga dagingnya berwarna putih dan mudah terkelupas dengan garpu.

4. Variasikan Jenis Ikan yang Diberikan

Setiap jenis ikan memiliki profil gizi yang berbeda-beda. Dengan memberikan variasi jenis ikan, Anda dapat memastikan bahwa Si Kecil mendapatkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Selain itu, memberikan variasi ikan juga akan meningkatkan nafsu makan anak sehingga mereka tidak bosan.

5. Hindari Ikan dengan Kandungan Merkuri yang Tinggi

Merkuri adalah logam beracun yang dapat membahayakan kesehatan tubuh, terutama bagi bayi dan anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan. Beberapa jenis ikan, terutama yang berada di puncak rantai makanan laut umumnya mengandung tingkat merkuri yang tinggi. Maka dari itu, hindari ikan seperti hiu, ikan marlin, dan tuna big eye karena memiliki kandungan merkuri yang tinggi.

Baca juga: Cara Menggoreng Ikan Teri Agar Renyah dan Matang Sempurna

Jenis-Jenis Ikan yang Tidak Boleh Untuk MPASI

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengolah MPASI adalah jenis ikan yang digunakan. Tidak semua jenis ikan dapat digunakan untuk olahan MPASI, terutama ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Berikut adalah daftar ikan yang memiliki kandungan merkuri tinggi menurut Food and Drug Administration (FDA).

1. Makarel Raja (King Mackerel)

Pada dasarnya, king mackerel atau biasa dikenal dengan makarel raja adalah ikan yang biasa Anda temukan di supermarket yang dikemas dalam bentuk bentuk kalengan. Meskipun dikenal memiliki daging yang lezat, makarel raja memiliki potensi tinggi dalam menyerap merkuri dari lingkungan lautnya. Kandungan merkuri yang tinggi dalam ikan king mackerel mencapai 0,73 ppm. Maka dari itu, mengonsumsi ikan ini dapat membahayakan perkembangan otak dan saraf anak.

2. Ikan Marlin (Marlin) 

Iklan yang tidak boleh untuk MPASI selanjutnya adalah ikan marlin. Ikan marlin merupakan ikan laut dengan moncong panjang seperti tombak. Meski dagingnya bertekstur lembut sekaligus lezat, sayangnya ikan marlin sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai MPASI. Pasalnya, kandungan merkuri dalam ikan marlin tergolong tinggi, mencapai 0,485 ppm.

3. Ikan Hiu

Siapa yang tidak tahu ikan hiu? Meski menjadi salah satu ikan dengan daging yang lezat, ikan hiu tetap menjadi salah satu ikan yang memiliki kandungan merkuri tinggi. Ikan yang memiliki predikat sebagai predator di lautan ini memiliki kadar merkuri mencapai 0,979 ppm. Dengan demikian, hindari memberikan hiu dalam bentuk hidangan apa pun kepada bayi.

4. Orange Roughy

Ikan orange roughy merupakan ikan berukuran sedang dengan warna tubuh oranye kemerahan yang panjang dan ramping. Meski dianggap sebagai makanan lezat dengan daging bertekstur padat, tetapi ikan orange roughy termasuk dalam ikan yang tidak boleh untuk MPASI. Memiliki usia hingga ratusan tahun membuat orange roughy dapat mengakumulasi merkuri dalam tubuhnya dari lingkungan laut. Kadar merkurinya mencapai 0,571 ppm.

5. Ikan Todak (Swordfish)

Ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi selanjutnya adalah swordfish atau ikan todak. Di lautan, ikan karnivora ini merupakan predator yang besar dan kuat. Meski populer sebagai sumber makanan penting bagi banyak budaya di seluruh dunia, tetapi ikan todak tidak dapat dijadikan MPASI. Ikan todak mengandung merkuri tinggi, mencapai 0,995 ppm.

6. Ikan Jabad (Tilefish)

Memiliki umur panjang membuat tilefish atau ikan jabad memiliki risiko tinggi terkena pencemaran merkuri. Dibandingkan ikan lain, potensi merkuri dalam ikan jabad sangat tinggi, yaitu mencapai 1,123 ppm. Maka dari itu, tak heran jika ikan jabad tidak boleh dibuat sebagai hidangan untuk MPASI. 

7. Ikan Tuna Mata Besar (Big Eye Tuna)

Meskipun tuna mata besar atau big eye tuna merupakan sumber protein yang baik dan rasa daging yang lezat, tetapi kandungan merkuri yang tinggi di dalamnya membuatnya tidak disarankan untuk diberikan kepada bayi sebagai MPASI. Pasalnya, kandungan merkuri di dalam ikan tuna mata besar mencapai 0,689 ppm.

8. Ikan Biru (Bluefish)

Ikan biru adalah ikan laut yang cukup populer sebagai bahan makanan. Namun, ikan biru juga termasuk dalam daftar ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi, yaitu mencapai 0,368 ppm. Meskipun kadar merkurinya tidak setinggi jenis ikan lain, ikan biru tetap tidak direkomendasikan untuk MPASI.

9. Ikan Kerapu (Grouper) 

Grouper atau ikan kerapu merupakan ikan laut yang termasuk ikan predator. Menjadi salah satu ikan yang banyak dikonsumsi di Indonesia, ikan kerapu memiliki rasa yang lezat sekaligus mengandung sejumlah asam amino esensial. Namun sayang, seluruh spesies ikan kerapu tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan MPASI karena memiliki kandungan merkuri yang tinggi mencapai 0,448 ppm.

Kini, Anda sudah lebih memahami tentang sejumlah ikan yang tidak boleh untuk MPASI. Mulai dari ikan makarel raja, ikan marlin, ikan hiu, ikan tuna big eye, hingga ikan kerapu, sebaiknya hindari olahan sejumlah seafood tersebut yang memiliki kandungan merkuri cukup tinggi. Sebagai gantinya, coba lah ikan teri sebagai bahan makanan untuk MPASI Si Kecil.

White Anchovy 80 g

Apabila Anda ingin menggunakan ikan teri untuk MPASI 6 bulan, Anda dapat menambahkan produk olahan ikan teri dari Crystal of the Sea seperti Bubuk Ikan Teri Nasi Non-MSG. Selain padat gizi, Bubuk Ikan Teri Nasi Non-MSG juga praktis. Anda dapat langsung taburkan ke makanan, seperti sup, bubur, atau hidangan lainnya sehingga siap untuk memberikan tambahan gizi yang baik untuk perkembangan anak. 

Adapun keunggulan bubuk ikan teri dari Crystal of the Sea, meliputi:

  • Bubuk Ikan Teri Nasi Non-MSG mengandung Omega 3, DHA, Kalsium, Protein, dan Iodium yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, serta jaringan tubuh. Selain itu, gizi ini juga dapat membantu pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.
  • Bubuk ikan teri ini siap pakai dan cukup ditaburkan ke dalam makanan yang dibuat untuk menambahkan rasa lezat, tanpa perlu repot dalam proses penggunaannya.
  • Terbuat dari ikan teri berkualitas tinggi tanpa pengawet sehingga aman dikonsumsi oleh bayi di atas 6 bulan, ibu hamil, dan lansia, serta cocok untuk MPASI.

Baca juga: Cara Membuat Bakwan Ikan Teri yang Praktis!

Jadi, tunggu apalagi? Kunjungi situs web Crystal of the Sea untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk yang kami tawarkan!

Coba Produk Crystal of the Sea Sekarang Juga

Sumber rujukan:

  • https://www.fda.gov/food/environmental-contaminants-food/mercury-levels-commercial-fish-and-shellfish-1990-2012 
  • https://www.fda.gov/food/consumers/advice-about-eating-fish 
  • https://link.springer.com/article/10.1007/BF01319387
crystal sea indonesia

crystal sea indonesia

Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Salah kaprah mengenai porsi makan yang cukup banyak membuat bayi cepat besar menimbulkan kekeliruan …

Tanpa disadari, Artificial Intelligence telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita. Artificial …

Penerapan Good Manufacturing Practice adalah salah satu bentuk tanggung jawab bisnis yang bergerak di …