Dapat Menjaga Kualitas Pangan, Ini 11 Dampak Artificial Intelligence dalam Bisnis

dampak artificial intelligence

Dampak Artificial Intelligence (AI) ternyata begitu signifikan bagi bisnis. Di satu sisi, AI memberikan dampak positif yang terlihat dari peningkatan efisiensi proses bisnis. Di sisi lain, AI juga membawa dampak negatif yang tidak bisa dihindari. Terlepas dari seberapa positif atau negatif dampak yang dihasilkan oleh AI, bisnis tetap menggunakan teknologi kekinian ini dalam prosesnya.

Dalam artikel ini, Anda akan mengenal dampak Artificial Intelligence yang membawa pengaruh besar bagi bisnis. Yuk, simak artikelnya sampai selesai!

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

Mengenal Apa Itu AI (Artificial Intelligence)

Pada dasarnya, AI adalah simulasi kecerdasan yang dimiliki manusia yang diwujudkan melalui software atau teknologi. Software yang digunakan untuk implementasi AI pun beragam, mulai dari aplikasi berbasis awan hingga firmware yang tertanam di dalamnya. Idealnya, AI memiliki karakteristik yang sempurna, yaitu kemampuan untuk mengambil tindakan secara rasional dan berdasarkan peluang terbaik untuk mencapai tujuan tertentu. 

Salah satu bagian dari AI adalah Machine Learning (ML). Machine Learning merujuk pada konsep bahwa program komputer dapat belajar secara otomatis dan beradaptasi dengan data baru tanpa bantuan manusia. Teknik deep learning memungkinkan pembelajaran otomatis ini melalui penyerapan data tidak berstruktur dalam jumlah besar seperti teks, gambar, atau video.

Penerapan AI sangat luas. Teknologi bisa diterapkan dalam berbagai sektor dan industri. AI saat ini sedang diuji dan digunakan dalam industri kesehatan untuk memberikan saran dosis obat, mengidentifikasi pengobatan, dan membantu prosedur bedah di ruang operasi. Contoh lainnya adalah pembuatan kendaraan seperti self-driving car untuk mencegah tabrakan.

Industri pangan dan kuliner juga menerapkan AI dalam prosesnya. Contohnya adalah proses penyortiran produk atau bahan makanan yang dulunya dilakukan oleh banyak tenaga kerja dan memerlukan waktu lama. Dengan bantuan AI, industri pangan bisa menyortir bahan dan produk makanan dengan akurat sehingga kualitas akhirnya tetap terjaga, di samping proses produksi yang berjalan kian cepat.

Baca juga: Bisa Mendeteksi Produk Bagus dan Jelek, Ini 9 Penerapan Artificial Intelligence dalam Dunia Bisnis

Tahap Perkembangan Artificial Intelligence

Dalam perkembangannya, AI terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah Artificial Narrow Intelligence (ANI). Dalam tahap ini, AI hanya melakukan serangkaian perintah untuk data yang terbatas atau yang sudah diprogram saja. Artinya, ANI dirancang hanya untuk menjalankan sekumpulan tugas tertentu. 

Contohnya, asisten AI berbasis suara yang ada di smartphone kita. Semua program AI ini hanya bisa melakukan tugas yang hanya sesuai dengan fitur yang ada di smartphone, seperti membaca prakiraan cuaca hanya melalui aplikasi yang tersedia, bukan berdasarkan data dari televisi.

Tahap kedua AI adalah Artificial General Intelligence (AGI). Dalam tahap ini, AI bisa meniru kecerdasan dan perilaku manusia. Artinya, AI bisa bekerja dan mengambil keputusan yang serupa layaknya manusia. Sayangnya, sistem AI yang berada di tahap ini masih belum ada pada zaman sekarang.

Tahap terakhir perkembangan AI adalah Artificial Super Intelligence (ASI). Di tahap terakhir ini, AI diprogram supaya bisa mengambil keputusan dan memiliki kecerdasan yang jauh lebih baik daripada kecerdasan manusia. Sederhananya, ASI adalah sistem yang melampaui kemampuan manusia. Sistem AI pada tahap ini hanya bisa kita lihat dalam karya fiksi seperti novel atau film.

Baca juga: Populer Digunakan dalam Industri Makanan, Inilah 8 Kelebihan Artificial Intelligence yang Wajib Anda Pahami

Dampak Artificial Intelligence dalam Bisnis

Sekilas dijelaskan bahwa AI mempunyai dampak jika diterapkan dalam bisnis. Dampak dari penerapan AI bisa terjadi secara positif, tetapi juga berakibat negatif. Untuk mengetahui dampaknya, mari kita lihat penjelasan di bawah ini.

Dampak Positif AI dalam Bisnis

Mari kita mulai dengan memahami dampak positif AI dalam dunia bisnis.

1. Kesalahan Manusia Bekurang

AI yang dirancang dengan baik dapat mengurangi kesalahan yang dibuat oleh manusia. AI mengambil keputusan berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya dengan menerapkan serangkaian algoritma tertentu. Kesalahan manusia dapat diminimalkan dan bisnis bisa mencapai akurasi yang lebih besar.

2. Selalu Hadir bagi Bisnis

Karyawan hanya bisa bekerja selama maksimal 7-8 jam dan durasi tersebut di luar jam istirahat yang ditetapkan. Manusia membutuhkan istirahat supaya mereka bisa lebih maksimal bekerja pada shift berikutnya. Dengan bantuan AI, bisnis bisa beroperasi hampir setiap jam tanpa istirahat. Selain itu, AI tidak merasa bosan seperti halnya manusia.

3. Membantu Menyelesaikan Pekerjaan Berulang

Karyawan biasanya menemukan pekerjaan yang sifatnya redundan atau berulang, seperti mengirim email, memeriksa dokumen, dan sebagainya. AI dapat mengotomatiskan tugas tersebut sehingga karyawan bisa lebih fokus pada tugas yang lebih produktif dan berkontribusi besar bagi bisnis.

4. Asisten Digital

AI digunakan sebagai asisten digital sehingga bisnis tidak perlu mengalami inefisiensi penggunaan sumber daya manusia. Asisten digital juga digunakan di website bisnis untuk menyediakan hal-hal yang diinginkan pengunjungnya. Mereka dapat berbicara dengan AI mengenai apa yang sedang dicari. Beberapa chatbot bahkan dirancang sedemikian rupa sehingga sulit untuk mengetahui jika kita sedang berbicara dengan robot atau manusia.

5. Pengambilan Keputusan yang Lebih Cepat

Dengan menggunakan AI bersama teknologi lainnya, bisnis dapat mengambil keputusan lebih cepat daripada manusia dan melakukan tindakan dengan lebih tangkas. Saat mengambil keputusan, manusia akan menganalisis banyak faktor secara emosional dan praktis, tetapi mesin yang didukung AI bekerja berdasarkan apa yang diprogram dan memberikan hasil dengan lebih cepat.

6. Proses Supply Chain Management Lebih Teratur

Dampak positif ini banyak dirasakan dalam industri makanan, terutama Crystal of the Sea. AI digunakan untuk memantau proses supply chain management dalam setiap tahapannya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan memenuhi seluruh standar keamanan serta setiap bahan makanan selalu ada sehingga bisnis tidak kekurangan apa pun.

Baca juga: Inilah 7 Jenis-Jenis Artificial Intelligence, Teknologi yang Memudahkan Operasional Bisnis

Dampak Negatif AI dalam Bisnis

Di balik dampak positif yang disebutkan di atas, Artificial Intelligence juga membawa dampak negatif. Mari kita lihat beberapa kekurangannya di bawah ini.

1. Biaya Pembuatan dan Penanganan yang Lebih Tinggi

AI adalah program terus mengalami pembaruan setiap harinya setiap hari sehingga hardware dan software harus tetap diperbarui. Sistem yang digunakan dalam AI juga memerlukan perbaikan dan pemeliharaan yang memerlukan biaya yang cukup besar. Bahkan pembuatan sistem berbasis AI memerlukan biaya besar karena merupakan mesin yang kompleks.

2. Risiko Karyawan Kurang Produktif

AI membuat manusia menjadi kurang produktif dengan sistemnya dapat mengotomatisasi sebagian besar pekerjaan. Mereka cenderung tercandu dengan penemuan ini yang dapat menyebabkan masalah bagi kelangsungan bisnis pada masa mendatang.

3. Risiko Meningkatnya Pengangguran

AI menggantikan sebagian besar tugas berulang dan pekerjaan lainnya dengan robot sehingga mengurangi campur tangan manusia. Kondisi ini akan menyebabkan masalah besar dalam standar pekerjaan. Perusahaan bisa saja mencari karyawan yang memiliki kualifikasi setara dengan AI yang dapat melakukan pekerjaan serupa dengan lebih efisien.

4. Kurang Berpikir Out-of-The-Box

AI hanya dapat melakukan tugas-tugas yang dirancang atau diprogram. Segala instruksi yang diberikan di luar hal yang diprogram dalam sistem AI cenderung mengakibatkan kegagalan atau keluarnya hasil yang tidak relevan. Hal ini dapat menjadi hambatan besar bagi proses bisnis yang kompleks.

5. Tidak Memahami Emosi Manusia

Tidak ada keraguan bahwa AI jauh lebih baik dalam hal efisiensi kerja. Hanya saja AI tidak bisa menggantikan emosi yang dirasakan oleh manusia, terutama ketika bekerja sama dengan tim. AI tidak dapat mengembangkan ikatan dengan manusia yang merupakan atribut penting dalam kerja sama dan kolaborasi.

Kesimpulannya, AI memberikan dampak positif maupun negatif dalam bisnis. Memang benar bahwa AI bisa mempercepat proses bisnis melalui manfaat yang diberikannya. Namun, Anda juga perlu menyadari dampak negatif dari AI yang dapat menghambat kemajuan bisnis. Inilah pentingnya menerapkan AI dengan bijak, karena dampak Artificial Intelligence bisa dirasakan secara masif dalam bisnis Anda.

Set of 5 Small Jar Crystal of the Sea

Crystal of the Sea juga menerapkan Artificial Intelligence dalam proses produksinya. Dampak Artificial Intelligence yang positif bisa dilihat dalam proses supply chain management produk kami sehingga menjadi makanan yang berkualitas tinggi untuk dikonsumsi keluarga. Salah satu produk Crystal of the Sea andalan keluarga adalah food powder yang dibuat dengan memperhatikan keamanan pangan sehingga aman untuk disantap si kecil yang mulai mengonsumsi MPASI. Tertarik untuk mencoba produknya? Kunjungi Tokopedia atau Shopee kami dan berikan makanan terbaik untuk si kecil hanya dengan food powder Crystal of the Sea!

Produk Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://www.investopedia.com/terms/a/artificial-intelligence-ai.asp
  • https://cloudxlab.com/blog/stages-of-artificial-intelligence/
  • https://towardsdatascience.com/advantages-and-disadvantages-of-artificial-intelligence-182a5ef6588c
  • https://www.wizata.com/knowledge-base/how-the-food-industry-can-benefit-from-ai
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Sebagai konsumen yang peduli dengan kesehatan, Anda pasti menginginkan makanan yang aman untuk dikonsumsi. …

Ketika bayi sudah berumur 10 bulan, orang tua harus mengetahui apa saja menu MPASI …

Ikan teri, dengan cita rasa gurih khasnya, menjadi pilihan favorit di banyak hidangan Indonesia. …