Inilah Mitos MPASI yang Bikin Galau Bunda, Apa Saja?

Mitos MPASI yang Bikin Galau Bunda

Memasuki usia 6 bulan adalah momen penting bagi Si Kecil dan orang tua. Pada fase ini, diperkenalkannya Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi langkah signifikan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Namun, banyak mitos MPASI yang dapat membuat orang tua galau dan bingung.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik, Crystal of the Sea akan mengeksplorasi mitos-mitos MPASI tersebut dan menemukan fakta sebenarnya. Mari pelajari selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu MPASI?

Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah jenis makanan yang diberikan kepada bayi sebagai pelengkap ASI setelah mencapai usia 6 bulan. MPASI bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan yang tidak dapat diberikan sepenuhnya melalui ASI.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

Penting bagi Ibu untuk memahami dengan baik proses pemberian MPASI agar dapat memberikan asupan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Baca juga: 10 Ciri Bayi Kekurangan ASI dan Cara Mengatasi dengan Tepat: Panduan untuk Ibu Menyusui

Mitos MPASI yang Umum dan Fakta Sebenarnya

Pemberian MPASI menjadi langkah penting dalam perjalanan pertumbuhan Si Kecil. Namun, seiring dengan berbagai informasi yang beredar, muncul mitos-mitos MPASI yang dapat membingungkan orang tua.

Berikut ini adalah beberapa mitos MPASI dan fakta sebenarnya yang perlu dipahami.

1. Mitos: Jangan Memberikan Daging, Ikan, dan Telur Sampai Si Kecil Berusia 8-12 Bulan

Fakta: Konsep bahwa daging, ikan, dan telur sebaiknya dihindari hingga Si Kecil mencapai usia 8-12 bulan adalah mitos. Sebenarnya, sumber protein ini sangat penting pada awal masa MPASI.

Protein nabati yang terkandung dalam daging, ikan, dan telur memberikan vitamin, mineral, dan lemak esensial yang mendukung pertumbuhan tulang dan otak Si Kecil. Pastikan untuk memberikan bahan makanan segar, rendah merkuri, dan dimasak hingga matang untuk menghindari risiko bakteri.

Baca juga: Panduan Gizi MPASI: Manfaat Double Protein Hewani untuk Pertumbuhan Bayi

2. Mitos: Hindari Memberikan Gula dan Garam

Fakta: Kebutuhan sodium anak usia 6 bulan – 1 tahun sebenarnya kurang dari 1 gram sehari, sementara ASI sendiri mengandung sodium sebanyak 0,4 gram. Oleh karena itu, ASI sudah mencukupi kebutuhan garam Si Kecil. Tidak hanya gula dan garam, tetapi MPASI juga tidak perlu ditambahkan perasa buatan lainnya. Ini adalah kesempatan bagi orang tua untuk membiasakan Si Kecil mengenal rasa asli dari makanan.

3. Mitos: Jangan Berikan Makanan Bertekstur, Hanya Berikan Makanan Lembut

Fakta: MPASI merupakan tahap di mana Si Kecil dapat mengenal berbagai tekstur yang sebelumnya tidak pernah dirasakannya. Meskipun Si Kecil belum tumbuh gigi, memberikan makanan bertekstur adalah langkah yang baik untuk merangsang perkembangan otot mulutnya. Orang tua tidak perlu ragu untuk memberikan makanan bertekstur, karena Si Kecil dapat mengunyah dan menelan makanan tersebut dengan baik.

4. Mitos: MPASI Pertama Si Kecil Adalah Sayur

Fakta: Pemberian MPASI tidak dibatasi dengan urutan tertentu. Sejak pemberian MPASI pertama, Si Kecil sebaiknya diberikan makanan dengan kandungan gizi lengkap, termasuk karbohidrat, protein hewani dan nabati, sedikit minyak, serta sayuran dan buah-buahan alami dari sumber lokal.

5. Mitos: Si Kecil Harus Menghabiskan MPASI

Fakta: Tidak perlu memaksa Si Kecil untuk menghabiskan makanan. MPASI adalah pengalaman pertama bagi Si Kecil untuk mengenal makanan selain ASI. Penting bagi orang tua untuk memahami tanda lapar dan kenyang Si Kecil, membuat jadwal rutin makan, dan memberi jarak waktu yang cukup antara makan utama dan camilan.

Baca juga: 15 Rekomendasi Camilan Sehat untuk Anak Disertai Contoh Resep

6. Mitos: Pemberian Kopi agar Si Kecil Tidak Step

Fakta: Pemberian kopi pada bayi sebagai cara mencegah kejang akibat demam adalah mitos. Anak yang berisiko mengalami kejang sebaiknya dibawa ke dokter untuk mendapatkan resep obat anti-kejang, bukan diberikan kopi. Konsumsi kopi pada Si Kecil dapat membahayakan karena sensitivitas tubuhnya yang tinggi terhadap kafein.

7. Mitos: Madu untuk MPASI, Boleh atau Tidak?

Fakta: Pemberian madu pada bayi di bawah satu tahun dapat menyebabkan risiko keracunan madu atau botulisme, kerusakan gigi, dan obesitas. Madu sebaiknya diberikan saat usia Si Kecil mencapai 1 tahun atau lebih.

Baca juga: Cara Menghangatkan MPASI Agar Kualitas Gizinya Terjaga

Jenis MPASI yang Harus Diberikan Sesuai Usia Bayi

Memahami waktu dan jenis MPASI yang sesuai dengan usia bayi merupakan informasi krusial untuk Ibu. Berikut ini adalah panduan mengenai waktu dan jenis MPASI yang perlu diberikan kepada bayi sesuai dengan rentang usia tertentu.

Usia 6-9 Bulan

Jika Ibu memiliki bayi berusia sekitar 6-9 bulan, maka MPASI sudah dapat diberikan untuk memperkenalkan berbagai makanan selain ASI yang dapat dikonsumsi setiap hari. Pada tahap pengenalan ini, Ibu dapat memberikan makanan dengan tekstur yang lembut dan lunak agar mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi.

  • Bubur Susu: Sebagai salah satu jenis MPASI yang cocok untuk bayi usia 6-9 bulan, bubur susu dapat menjadi pilihan yang baik. Bubur susu dapat memberikan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan bayi.
  • Bubur Saring: Makanan dengan tekstur yang disaring juga dapat diperkenalkan pada bayi. Bubur saring dapat memberikan variasi rasa dan membantu bayi mengenali tekstur yang berbeda.

Penting untuk menciptakan variasi dalam MPASI pada usia ini untuk membantu bayi mengembangkan selera makan dan mengeksplorasi berbagai jenis makanan. Tetap perhatikan reaksi bayi terhadap setiap jenis makanan yang diberikan.

Baca juga: 15 Rekomendasi MPASI untuk Bayi 6 Bulan

Usia 9-12 Bulan dan > 12 Bulan

Pada usia 9-12 bulan dan seterusnya, bayi telah lebih mengenal variasi makanan, dan indra pengecapnya makin terlatih. Oleh karena itu, jenis MPASI yang diberikan dapat sedikit lebih kompleks.

  • Tekstur Sedikit Kasar: Bayi pada usia ini dapat mulai diberikan makanan dengan tekstur yang sedikit kasar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencincang makanan secara halus. Contohnya adalah memberikan potongan buah-buahan yang dapat dihancurkan atau sayuran yang dicincang.
  • Variasi Makanan: Pada tahap ini, Ibu dapat mencoba memberikan beberapa jenis makanan untuk memperkaya variasi nutrisi yang diterima oleh bayi. Pastikan untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh bayi.

Baca juga: 15 Resep MPASI 9 Bulan yang Praktis dan Bikin Anak Ketagihan

Penting untuk tetap memonitor reaksi bayi terhadap makanan baru dan memperkenalkan jenis makanan secara bertahap. Variasi dalam jenis MPASI membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang beragam untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Set of 5 Small Jar Crystal of the Sea

Gunakan Produk Crystal of the Sea untuk Membuat MPASI Makin Lezat!

Setelah memahami pentingnya memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan usia bayi, dukungan dari produk berkualitas dapat membuat proses persiapan MPASI menjadi lebih mudah dan lezat. Salah satu pilihan terbaik untuk menciptakan makanan yang lezat dan bergizi adalah dengan menambahkan produk-produk dari Crystal of the Sea ke dalam MPASI Si Kecil.

Crystal of the Sea menyediakan berbagai produk makanan yang aman dikonsumsi oleh bayi dan ibu hamil, seperti bubuk ikan teri, bubuk udang, bubuk rumput laut, dan masih banyak lagi. Produk-produk Crystal of the Sea sudah siap saji dan dapat langsung digunakan untuk MPASI 6 bulan. Cukup taburkan produk Crystal of the Sea di atas MPASI atau campurkan ke dalam resepnya, dan makanan Si Kecil akan terasa lebih lezat dan umami.

Produk Crystal of the Sea

Untuk memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi yang terbaik, tidak ada pilihan yang lebih baik selain dengan menambahkan produk-produk dari Crystal of the Sea. Dengan mengintegrasikan produk ini dalam MPASI, Anda dapat memberikan makanan yang lezat dan sehat bagi Si Kecil. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar produk yang kami tawarkan, Anda bisa klik di sini!

Sumber rujukan:

crystal sea indonesia

crystal sea indonesia

Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Asam lemak omega 3 merupakan gizi penting yang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan …

Mengatasi alergi pada anak bisa menjadi tantangan besar bagi setiap orang tua. Bayangkan, Anda …

Pencinta kuliner Indonesia pasti tidak asing dengan berbagai hidangan tradisional yang menggugah selera. Salah …