10 Mitos MPASI yang Harus Moms Tahu

Memasuki usia 6 bulan, pasti Moms sudah tidak sabar untuk memulai MPASI si kecil, kan? Meskipun begitu, banyaknya informasi simpang siur seputar MPASI mungkin membuat Moms sedikit khawatir.

Mitos seperti “Bayi harus mulai MPASI tepat di usia 6 bulan”, “MPASI pertama harus bubur susu”, atau “Daging dan telur menyebabkan alergi” seringkali membuat Moms bingung, ya?

Untuk memastikan MPASI si kecil optimal, penting bagi Moms untuk meluruskan mitos-mitos tersebut dan mendapatkan informasi yang tepat. Mari kita bahas satu per satu!

Cek Produk kami:

10 Mitos MPASI dan Faktanya!

Memulai MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah momen penting dalam tumbuh kembang si kecil. Sayangnya, banyak mitos MPASI yang beredar dan membuat Moms bingung. Yuk, kita luruskan mitos-mitos tersebut agar MPASI si kecil optimal!

1. Bayi Harus Mulai MPASI Tepat di Usia 6 Bulan

Mitos: Bahwa MPASI harus dimulai tepat di usia 6 bulan masih banyak dipercaya, padahal faktanya meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan usia 6 bulan sebagai patokan umum, beberapa Dokter Spesialis Anak (DSA) mungkin menyesuaikan waktu pemberian berdasarkan kondisi spesifik bayi. 

Fakta: Kesiapan MPASI tidak hanya ditentukan oleh usia, melainkan juga kemampuan bayi menegakkan kepala, menunjukkan ketertarikan pada makanan, serta berkurangnya refleks lidah mendorong makanan keluar. Pada kasus tertentu seperti bayi berat lahir rendah atau prematur, DSA mungkin menyarankan pemberian MPASI lebih awal (5-5,5 bulan) dengan pemantauan ketat pertumbuhan dan perkembangan. Sebaliknya, bayi dengan sistem pencernaan belum matang bisa ditunda pemberian MPASInya. WHO menetapkan patokan 6 bulan berdasarkan penelitian global tentang kematangan enzim pencernaan dan risiko alergi, namun keputusan akhir harus melibatkan konsultasi dengan DSA sambil mempertimbangkan kemampuan motorik, status gizi, dan respons bayi terhadap makanan pendamping.

2. MPASI Pertama Harus Bubur Susu

Mitos: Bubur susu sering dianggap sebagai makanan terbaik untuk MPASI pertama.

Fakta: MPASI pertama sebaiknya mengandung beragam gizi seimbang dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur/buah (konsep 4 bintang). Moms bisa memulai MPASI dengan puree sayur dan buah, bubur sereal, atau daging yang dilumatkan.

3. Menunda Pemberian Makanan Penyebab Alergi

Mitos: Menunda pemberian makanan penyebab alergi seperti telur dan ikan dipercaya bisa mencegah alergi.

Fakta: Justru sebaliknya, menunda pemberian makanan berpotensi meningkatkan risiko alergi. Moms disarankan memperkenalkan beragam makanan sejak awal MPASI, termasuk makanan yang potensial menyebabkan alergi, dengan cara memperkenalkan satu per satu dan mengamati reaksi si kecil.

4. Bayi Harus Menghabiskan Porsinya

Mitos: Bayi harus selalu menghabiskan porsinya agar cepat besar dan sehat.

Fakta: Setiap bayi memiliki kebutuhan makan yang berbeda. Moms perlu mengenali tanda-tanda si kecil kenyang, seperti menutup mulut, memalingkan wajah, atau mendorong sendok. Memaksa bayi menghabiskan makanannya justru bisa berdampak negatif.

5. Tekstur Makanan Harus Selalu Lembut

Mitos: Tekstur MPASI harus selalu lembut hingga usia tertentu.

Fakta: Tekstur makanan sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan bayi. Mulai dari puree (halus), kemudian dicincang kasar, hingga finger food yang melatih kemampuan mengunyah dan motorik halus.

6. MPASI Harus Dibuat Sendiri

Mitos: MPASI yang dibuat sendiri lebih sehat dan higienis dibanding MPASI instan.

Fakta: Baik MPASI buatan sendiri maupun MPASI instan memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang terpenting adalah memastikan MPASI tersebut bergizi seimbang, higienis, dan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan si kecil. 

Untuk alternatif MPASI bernutrisi, Moms bisa membuat bubur homemade dari beras/beras merah yang dicampur kaldu bubuk Crystal of the Sea sebagai penguat rasa alami. Kaldu ini kaya mineral (kalsium, zat besi) dan vitamin B12 dari ikan teri laut, cocok untuk menambah nilai gizi bubur bayi tanpa MSG.

7. Air Tajin Adalah MPASI Pertama yang Baik

Mitos: Air tajin dipercaya sebagai MPASI pertama yang baik karena mudah dicerna.

Fakta: Air tajin memiliki nilai gizi yang rendah dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. MPASI pertama sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, dan sayur/buah.

8. Sayur dan Buah Harus Dikukus Hingga Lunak

Mitos: Sayur dan buah harus dikukus hingga lunak agar mudah dicerna bayi.

Fakta: Mengukus sayur dan buah terlalu lama justru bisa mengurangi kandungan nutrisinya. Moms bisa merebus, menumis, atau memanggang sayur dan buah dengan waktu yang tepat agar teksturnya sesuai dengan usia si kecil.

9. Makanan Organik Selalu Lebih Baik

Mitos: Makanan organik selalu lebih baik untuk MPASI karena bebas pestisida.

Fakta: Makanan organik memang memiliki beberapa keunggulan, namun yang terpenting adalah memastikan makanan tersebut bersih, segar, dan diolah dengan higienis. Moms bisa memilih makanan non-organik yang ditanam dengan baik dan dicuci bersih sebelum diolah.

10. Memberi Makanan Selagi Hangat Lebih Baik

Mitos: Memberi makanan selang hangat dipercaya lebih baik untuk pencernaan bayi.

Fakta: Suhu makanan tidak berpengaruh besar pada pencernaan bayi. Moms bisa memberikan makanan dengan suhu ruang atau sedikit hangat sesuai selera si kecil.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

Tips Tambahan Seputar MPASI

Wah, setelah meluruskan berbagai mitos MPASI, pastinya Moms semakin mantap ya untuk memulai perjalanan MPASI si kecil. Nah, supaya MPASI si kecil semakin sukses, berikut beberapa tips tambahan yang bisa Moms terapkan:

1. Jaga Kebersihan dan Keamanan Makanan

Kebersihan adalah kunci utama dalam menyiapkan MPASI. Pastikan Moms mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengolah makanan. Cuci bersih semua peralatan masak dan bahan makanan, terutama sayur dan buah.

Selain itu, perhatikan juga keamanan makanan si kecil. Pilih bahan makanan yang segar dan masak hingga matang sempurna. Hindari memberikan makanan yang sudah dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

2. Pilih Bahan Makanan Segar dan Berkualitas

Bahan makanan yang segar dan berkualitas tentunya mengandung lebih banyak nutrisi. Usahakan memilih sayur dan buah organik jika memungkinkan. Untuk protein hewani, Moms bisa memilih ikan, ayam, atau daging sapi yang segar dan bebas dari pengawet.

Crystal of the Sea menyediakan berbagai pilihan bubuk makanan laut yang terbuat dari bahan baku pilihan dan diolah secara higienis. Bubuk ikan teri, udang, salmon, dan rumput laut kami bisa menjadi alternatif praktis untuk menambah nutrisi MPASI si kecil.

3. Berkreasi dalam Mengolah MPASI

Agar si kecil lahap makan, Moms perlu berkreasi dalam mengolah MPASI. Variasikan menu setiap harinya dengan kombinasi bahan makanan yang berbeda. Moms juga bisa mencoba berbagai resep MPASI yang menarik dan menyesuaikan dengan selera si kecil.

Bubuk makanan Crystal of the Sea bisa Moms manfaatkan untuk menciptakan kreasi MPASI yang lezat dan bergizi. Tambahkan bubuk ikan teri pada puree kentang, bubuk udang pada sup ayam, atau bubuk salmon pada nasi tim.

4. Sabar dan Konsisten dalam Memberikan MPASI

Memberikan MPASI membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Jangan menyerah jika si kecil menolak makanan baru atau belum mau makan dengan lahap. Terus coba berikan makanan dengan berbagai variasi dan tekstur.

Perlu diingat ya, Moms, perkembangan setiap bayi berbeda-beda. Ada yang langsung lahap makan, ada pula yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan makanan baru. Yang terpenting adalah Moms tetap semangat dan memberikan MPASI dengan penuh cinta. 

Semoga tips ini bermanfaat ya, Moms! Dengan meluruskan mitos MPASI dan menerapkan tips-tips di atas, perjalanan MPASI si kecil pasti akan semakin lancar dan menyenangkan.

Baca juga: 10 Ciri Bayi Kekurangan ASI dan Cara Mengatasi dengan Tepat: Panduan untuk Ibu Menyusui

Yuk, Lengkapi Perjalanan MPASI Si Kecil dengan Crystal of the Sea!

Crystal of the Sea hadir untuk membantu Moms memberikan nutrisi terbaik bagi si kecil. Kami menyediakan berbagai pilihan bubuk makanan laut yang praktis, higienis, dan kaya akan nutrisi penting untuk tumbuh kembang optimal.

Mulai dari bubuk ikan teri putih yang kaya Omega-3 untuk perkembangan otak, bubuk udang yang tinggi protein, hingga bubuk rumput laut yang kaya vitamin dan mineral, semua produk Crystal of the Sea diolah dengan standar keamanan pangan tertinggi untuk menjamin kualitas dan keamanannya.

Jelajahi website kami untuk melihat katalog lengkap dan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk Crystal of the Sea. Semoga perjalanan MPASI si kecil menyenangkan dan penuh cinta! 

Produk Crystal of the Sea

Sumber :

  • https://www.alodokter.com/mitos-seputar-mpasi-yang-perlu-diluruskan
  • https://hellosehat.com/parenting/bayi/gizi-bayi/mitos-makanan-bayi/
  • https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/mitos-dan-fakta-seputar-mpasi?srsltid=afmbooolxg2aor_dkrhld7smgq4jfpnjpq-htcq9z86acbvfnndqmn5t

crystal sea indonesia

crystal sea indonesia

Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Apakah Anda mulai merasa kulit tidak sekencang dulu? Atau sendi-sendi terasa kaku dan nyeri …

Ketika bayi sudah berumur 10 bulan, orang tua harus mengetahui apa saja menu MPASI …

Sebagai orang tua yang masih memiliki bayi, Anda harus mengetahui tips MPASI saat bepergian. …