Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!

Ciri-Ciri Udang Rebon

Ketika hendak berbelanja udang rebon di pasar, pastikan Anda mengetahui ciri-ciri udang rebon yang masih segar terlebih dahulu agar tidak mendapatkan kualitas yang jelek. Udang rebon memang merupakan salah satu udang khas Indonesia yang sangat disukai oleh banyak orang. Bahkan, ada banyak sekali masakan Indonesia yang menggunakan udang rebon sebagai salah satu bahan utamanya.

Sebelumnya, kami pernah membahas mengenai kandungan gizi udang dan apakah ibu hamil boleh memakan udang. Kali ini, Anda akan mempelajari ciri-ciri udang rebon yang masih segar agar Anda dapat membedakannya ketika sedang membeli di pasar. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa itu udang rebon secara mendalam terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Udang Rebon?

Udang rebon, atau Acetes, adalah genus udang kecil yang tersebar di daerah laut Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, Acetes memiliki nama lokal yang berbeda tergantung negaranya, seperti dikenal sebagai ‘rebon’ di Indonesia, ‘geragau’ di Malaysia, ‘bubuk’ di Brunei Darussalam, dan ‘alamang’ di Filipina.

Beberapa spesies udang rebon merupakan salah satu bahan penting untuk produksi terasi di Asia Tenggara. Salah satu spesies yang paling banyak digunakan adalah Acetes japonicus, yang merupakan spesies udang yang paling banyak ditangkap di dunia dari segi tonase total.

Coba Gratis Produk Crystal Sea

Jenis udang air laut ini memiliki tubuh yang kecil dan tidak memiliki pasangan pereiopods keempat dan kelima. Jenis udang ini memiliki panjang antara 1 hingga 4 cm, tembus pandang, serta memiliki sepasang mata hitam dan sejumlah bintik merah pigmen pada bagian uropod.

Telur dari udang rebon memiliki warna hijau. Ketika berkembang biak, mereka akan membengkak menjadi dua kali ukuran aslinya atau bahkan lebih. Telur udang rebon akan menetas di awal tahun, dan larvanya akan tumbuh, dewasa, dan bertelur pada tahun yang sama.

Perbedaan Udang Rebon dan Ebi

Masih ada banyak orang yang menganggap bahwa udang rebon dan ebi adalah dua jenis udang yang sama. Padahal, ‘ebi’ sendiri adalah kata dalam bahasa Jepang yang memiliki arti ‘udang’. Jadi, ketika Anda menyebutkan ebi, Anda hanya merujuk pada udang secara umum (atau mungkin udang yang sering ditemukan di Jepang).

Lagi pula, udang rebon hanya tersebar di wilayah perairan Asia Tenggara saja, tidak sampai ke perairan Jepang. Secara logika, tidak mungkin orang Jepang akan menemukan udang rebon di daerah perairannya, dan tidak mungkin ebi akan merujuk ke udang rebon. Jadi, udang rebon dan ebi adalah dua jenis udang yang berbeda.

Agar lebih memahaminya, berikut perbedaan udang rebon dan ebi:

  • Warna: udang rebon memiliki warna ungu kehitaman di badan dan merah dibagian kakinya, sedangkan ebi berwarna cokelat.
  • Kegunaan: Biasanya ebi hanya digunakan sebagai penyedap rasa, sedangkan udang rebon digunakan sebagai penyedap rasa dan pelengkap atau campuran makanan. Contohnya, ebi dijadikan terasi, sedangkan udang rebon diolah oleh Crystal of the Sea menjadi kaldu bubuk udang rebon
  • Ukuran: Umumnya, ukuran udang rebon lebih besar dibandingkan dengan ebi. Namun, kekinian telah banyak udang besar yang dapat diolah menjadi ebi.
  • Tekstur: Udang rebon memiliki tekstur yang kering dan basah, sedangkan ebi bertekstur kering dan renyah.

Baca juga: Mengenal Manfaat Ikan Teri Sebagai Lauk

Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar

Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar

Ketika berbelanja udang rebon di pasar, Anda harus memilih dengan baik agar bisa mendapatkan yang lezat dan masih segar. Berikut ini adalah ciri-ciri udang rebon yang lezat dan masih segar agar Anda tidak salah pilih.

1. Berwarna Bening

Ciri-ciri udang rebon yang lezat dan masih segar yang paling mudah untuk dikenali adalah warnanya. Udang rebon yang masih segar cenderung akan memiliki warna kulit dan badan yang bening, serta akan terdapat beberapa bintik berwarna merah di sekitar bagian tubuhnya. Hal ini menandakan bahwa udang rebon belum disimpan terlalu lama, atau mungkin saja baru ditangkap beberapa jam sebelumnya.

2. Kepala dan Tubuh Masih Menyatu

Selain dari tampilannya, ciri-ciri udang rebon yang masih segar juga dapat dilihat dari bentuknya. Udang rebon yang masih segar dapat ditandai dengan bentuk tubuhnya yang masih lengkap, yaitu kepala dan tubuh masih menyatu. Jika Anda menemukan udang rebon yang bagian kepalanya sudah terpisah, kemungkinan besar kualitasnya sudah menjadi buruk dan tidak akan selezat biasanya ketika diolah.

3. Tidak Berbau Amis

Walaupun sama-sama hewan laut, tetapi udang rebon yang masih segar tidak akan memiliki bau yang amis seperti ikan. Biasanya, udang rebon dengan kualitas yang baik akan memiliki aroma laut yang sangat segar dan khas.

Apabila Anda menemukan udang rebon yang memiliki bau amis seperti ikan, sebaiknya hindari untuk membelinya. Kemungkinan besar, kualitas udang rebon tersebut sudah sangat menurun dan sudah tidak segar lagi.

Berapa Lama Udang Rebon Bertahan?

Udang rebon dapat bertahan dari 3 hari hingga 1 bulan tergantung bagaimana Anda menyimpannya. Udang rebon yang basah umumnya hanya dapat bertahan 3×24 jam. Sementara udang rebon yang kering yang kemudian disimpan di dalam tempat yang telah kedap udara dan di dalam lemari pendingin dapat bertahan setidaknya hingga 1 bulan.

Selain memilih udang rebon yang segar, Anda sebaiknya juga memerhatikan kondisi udang rebon yang Anda telah beli. Anda tentu tidak ingin udang rebon segar yang Anda beli tiba-tiba menjadi tidak baik dalam hitungan hari.

Tips Mengolah Udang Rebon

Udang rebon sering sekali dijadikan sebagai salah satu bahan berbagai masakan di Indonesia, baik itu sebagai bumbu maupun bahan utama. Berikut ini adalah beberapa tips mengolah udang rebon yang perlu Anda ketahui.

1. Dijadikan Rempeyek Udang

Siapa sih yang tidak kenal dengan rempeyek? Camilan khas daerah Jawa ini memang merupakan salah satu kesukaan orang-orang Indonesia. Rasanya yang sangat gurih serta teksturnya yang kriuk membuatnya menjadi teman nonton yang sangat asyik. Selain itu, rempeyek juga sering sekali dijadikan sebagai makanan pelengkap dari hidangan utama, seperti layaknya sebuah kerupuk.

Biasanya, rempeyek memang terbuat dari kacang, atau yang biasa kita kenal sebagai rempeyek kacang. Namun, Anda juga bisa membuat rempeyek udang lho dengan menggunakan udang rebon. Rasa dan tekstur dari rempeyek yang sangat gurih dan kriuk akan berpadu nikmat dengan rasa laut dari udang rebon. Penasaran kan rasanya bagaimana?

2. Dijadikan Bumbu Penyedap atau Kaldu

Udang Rebon Dijadikan Bumbu Penyedap atau Kaldu
Kaldu Bubuk Udang Rebon dari Crystal of the Sea

Selain sebagai bahan masakan, udang rebon juga sering sekali dijadikan sebagai bumbu penyedap atau kaldu dalam masakan karena rasanya yang sangat gurih. Beberapa makanan dapat ditambahkan kaldu udang rebon seperti tumis sayuran, mie rebus, hingga bihun goreng. Selain rasanya yang enak, udang rebon juga kaya akan vitamin B6 dan protein lho.

Apakah Anda tertarik untuk menggunakan kaldu udang rebon? Jika iya, yuk langsung saja beli kaldu bubuk udang rebon dari Crystal of the Sea sekarang juga. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai macam produk lain seperti food powder dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai produk Crystal of the Sea lainnya, klik di sini!

Produk Crystal Sea

Sumber rujukan:

  • https://www.kompas.com/food/read/2021/03/27/130600675/cara-pilih-udang-rebon-segar-jangan-ambil-yang-bau-ikan
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Acetes
  • https://saliha.id/715/ciri-ciri-udang-rebon-dan-pengolahannya.html
  • https://kids.grid.id/read/473113412/kenali-perbedaan-udang-rebon-dan-ebi-sebagai-penyedap-rasa?page=all
crystal sea indonesia

crystal sea indonesia

Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Sertifikat FDA (Food and Drug Administration) adalah pencapaian penting bagi perusahaan yang bergerak di …

Menjaga pola makan sehat dan seimbang merupakan kunci utama untuk mencapai berat badan ideal. …

Anda sedang pusing karena anak melancarkan aksi Gerakan Tutup Mulut (GTM)? Tidak ada salahnya …