Ketahui Ciri-Ciri Kekurangan Albumin (Hipoalbuminemia) beserta Dampaknya

Ciri-Ciri Kekurangan Albumin

Albumin adalah salah satu komponen protein yang tak tergantikan dalam tubuh manusia. Melalui peranan pentingnya, protein ini tidak hanya bertanggung jawab untuk berbagai fungsi biologis krusial, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan cairan dalam sistem peredaran darah. Kekurangan albumin, yang dikenal sebagai hipoalbuminemia dapat menjadi masalah serius yang memengaruhi kesehatan seseorang.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari secara mendalam tentang hipoalbuminemia, membahas ciri-ciri kekurangan albumin, mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Fungsi Albumin di Dalam Tubuh

Sebelum memahami ciri-ciri kekurangan albumin, Anda harus mengetahui apa saja fungsi albumin di dalam tubuh terlebih dahulu. Albumin adalah protein yang memiliki beragam peran penting dalam tubuh manusia. Fungsi-fungsi utama albumin meliputi:

1. Sebagai Antioksidan di Dalam Darah

Albumin bertindak sebagai salah satu antioksidan dalam darah, yang berarti albumin memiliki kemampuan untuk mengikat logam dan merespons terhadap radikal bebas. Antioksidan sangat diperlukan untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh reaksi berlebihan radikal bebas. Albumin membantu mencegah radikal bebas merusak sel-sel tubuh.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea

2. Sebagai Alat Transportasi dalam Darah

Fungsi albumin yang tak kalah penting adalah sebagai alat transportasi dalam darah. Nutrisi, hormon, obat-obatan, dan zat-zat penting lainnya perlu diangkut ke seluruh tubuh melalui darah. Dalam konteks ini, albumin berperan kunci dalam mengangkut zat-zat tersebut, memastikan mereka mencapai tujuannya di seluruh tubuh.

3. Menjaga Keseimbangan Cairan

Fungsi paling fundamental dari albumin adalah menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dengan menciptakan gradien konsentrasi dalam sel-sel tubuh. Ini memungkinkan sel untuk menarik cairan ketika diperlukan, serta melepaskan cairan jika sel sudah terlalu penuh. Dengan cara ini, albumin membantu menjaga keseimbangan cairan yang sangat penting bagi fungsi tubuh yang optimal.

4. Memperbaiki Kerusakan Jaringan

Albumin memiliki peran dalam memperbaiki kerusakan jaringan dalam tubuh. Jaringan yang mengalami kerusakan perlu diperbaharui untuk memastikan fungsionalitas yang optimal.

Dengan bantuan albumin, jaringan yang diperbaharui dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang berkembang dan dapat mengancam kesehatan manusia. Dengan meresapi jaringan yang rusak, albumin membantu mencegah penumpukan virus atau patogen lain yang dapat merusak organ dan sistem tubuh.

Baca juga: Manfaat Kandungan Albumin Ikan Gabus untuk Bayi hingga Orang Dewasa

Apa Itu Hipoalbuminemia?

Hipoalbuminemia adalah kondisi di mana kadar serum albumin dalam darah turun di bawah level normal, yaitu kurang dari 3,5 g/dL, dengan normalnya berkisar antara 3,5 hingga 4,5 g/dL pada orang dewasa. Albumin, sejenis protein plasma yang diproduksi oleh hati, memiliki peran vital sebagai pengikat berbagai zat, seperti obat-obatan, hormon, ion, dan lainnya.

Hipoalbuminemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sindrom nefrotik, sirosis hepatis, dan masalah malnutrisi. Diagnosis hipoalbuminemia dilakukan melalui pemeriksaan kadar serum albumin dalam darah dan gejala klinisnya dapat bervariasi, termasuk pembengkakan, terutama pada bagian kaki dan perut.

Penanganan hipoalbuminemia melibatkan dukungan nutrisi yang adekuat dan penanganan penyakit yang mendasarinya. Terapi albumin, baik dalam bentuk oral maupun injeksi, efektif dalam meningkatkan kadar serum albumin, terutama pada kasus berat. Diet tinggi protein juga dapat membantu meningkatkan kadar serum albumin pada kasus ringan.

Ciri-Ciri Kekurangan Albumin (Hipoalbuminemia)

Salah satu dampak utama dari hipoalbuminemia adalah terkait dengan fungsi albumin sebagai pengikat dan pembawa berbagai zat di dalam tubuh. Akibatnya, cairan yang seharusnya diikat oleh albumin dapat keluar dari jaringan tubuh, yang sering kali mengakibatkan pembengkakan atau kondisi yang dikenal sebagai edema. Selain itu, ciri-ciri kekurangan albumin lainnya adalah dapat memengaruhi kemampuan ginjal dalam menyaring darah.

Ciri-ciri kekurangan albumin yang signifikan termasuk:

1. Otot Pegal Linu

Kadar albumin yang rendah dalam darah dapat berdampak buruk pada otot-otot tubuh. Kekurangan protein dalam tubuh membuat seseorang lebih rentan mengalami kelemahan otot, kelelahan otot, dan bahkan keram otot.

2. Pembengkakan pada Bagian Tubuh

Salah satu gejala umum kekurangan albumin adalah pembengkakan pada berbagai bagian tubuh. Masalah ini disebabkan oleh penurunan tekanan onkotik dalam tubuh, yang berperan dalam mengatur cairan dalam sistem peredaran darah. Penurunan tekanan onkotik ini dapat menyebabkan pembengkakan di seluruh tubuh atau di lokasi tertentu.

3. Asites

Asites adalah kondisi di mana cairan menumpuk di rongga perut. Orang yang telah didiagnosis dengan penyakit hati memiliki risiko lebih tinggi mengalami asites. Jika Anda mengalami pembengkakan yang tidak normal di daerah perut, terutama jika Anda telah memiliki riwayat penyakit hati, segera konsultasikan dengan dokter.

4. Efusi Pleura

Ciri-ciri kekurangan albumin lainnya yang cukup signifikan adalah efusi pleura, yaitu kondisi di mana terdapat air di dalam paru-paru. Masalah ini terjadi karena terdapat cairan yang berlebihan di ruang antara paru-paru dan rongga dada karena kurangnya albumin untuk menjaga agar cairan yang ada di pembuluh darah tidak bocor. Efusi pleura dapat menimbulkan kondisi yang serius, bahkan dapat meningkatkan risiko kematian.

Baca juga:11 Manfaat Ikan Gabus untuk Ibu Hamil, Apa Sajakah?

Bagaimana Cara Mengatasi Kekurangan Albumin?

Untuk mengatasi kekurangan albumin dalam tubuh, langkah pertama yang bisa diambil adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan albumin, seperti ikan gabus dan olahannya. Pemenuhan kebutuhan nutrisi secara umum juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, jika kondisi kekurangan albumin sudah parah, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter dapat mengevaluasi penyebabnya, meresepkan perawatan yang sesuai, dan memberikan panduan khusus berdasarkan kondisi medis yang mendasari. Dalam kasus hipoalbuminemia yang parah, terapi albumin intravena mungkin diperlukan untuk meningkatkan kadar albumin secara cepat, sehingga konsultasi medis yang tepat waktu sangat dianjurkan.

Set of 5 Small Jar Crystal of the Sea

Apabila Anda ingin mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan mengandung kadar albumin yang tinggi, jangan ragu untuk menggunakan produk Crystal of the Sea dalam resep atau masakan Anda. Crystal of the Sea menyediakan berbagai food powder yang bergizi, mulai dari bubuk ikan teri hingga bubuk ikan gabus. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai hidup lebih sehat sekarang juga bersama Crystal of the Sea!

Produk Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://www.alomedika.com/penyakit/endokrin/hipoalbuminemia
  • https://www.halodoc.com/artikel/tubuh-kekurangan-albumin-apa-dampaknya
  • https://www.alodokter.com/hypoalbuminemia
  • https://www.liputan6.com/hot/read/5291056/fungsi-albumin-dalam-tubuh-dan-bahayanya-apabila-kekurangan
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Ikan teri krispi merupakan salah satu hidangan yang populer dan digemari banyak orang. Rasanya …

Makanan Pendamping ASI (MPASI) sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. MPASI berguna untuk …

Ada banyak sekali camilan sehat yang dapat dikonsumsi untuk sekadar mengganjal perut, atau bahkan …