Inilah Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk

Sebenarnya ada beberapa perbedaan stunting dan gizi buruk yang masih tidak banyak diketahui oleh orang-orang. Kedua kondisi tersebut memang disebabkan oleh dua hal yang sama, tetapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan mendasar, dari mulai pengertiannya hingga gejalanya.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari secara mendalam mengenai apa itu stunting dan gizi buruk. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan stunting dan gizi buruk. Mari simak selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Stunting?

Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan seorang anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti kurangnya asupan gizi, infeksi yang berulang, serta stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak dapat dikatakan mengalami stunting ketika tinggi badannya lebih pendek daripada anak-anak sesuainya.

Selain menyebabkan perawakan yang pendek, stunting yang terjadi pada anak juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan fungsional pada tumbuh kembang anak. Beberapa gangguan yang dapat dirasakan oleh anak adalah perawakan yang pendek, lebih mudah sakit, hingga gangguan kognisi (rendahnya IQ) dan kinerja belajar yang buruk.

Baca juga: 13 Slogan Stunting yang Menarik

Intinya, stunting dapat menghambat tumbuh kembang seorang anak dan akan sangat merugikan anak tersebut bahkan sampai ketika mereka telah dewasa. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan bahwa setiap anak bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup, bahkan dari ketika anak masih berada di dalam kandungan.

Apa Itu Gizi Buruk?

Gizi buruk, atau malgizi merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kekurangan atau kelebihan (biasanya kekurangan) asupan zat gizi, ketidakseimbangan zat gizi esensial, atau gangguan pemanfaatan zat gizi.

Coba Gratis Produk Crystal of the Sea untuk Cegah Stunting pada Anak

Kondisi gizi buruk dalam jangka panjang dapat mengakibatkan terjadinya empat kondisi lain, yaitu stunting, wasting, underweight, dan kekurangan zat gizi mikro.

  • Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan seorang anak lebih dari dari rata-rata anak lain di usianya.
  • Wasting adalah kondisi ketika berat badan seorang anak tiba-tiba menurun drastis, atau sangat kurang dan bahkan berada di bawah rata-rata dari ukuran tinggi badannya.
  • Underweight adalah kondisi di mana berat badan seseorang berada di bawah rata-rata orang lain di usianya.
  • Kekurangan zat gizi mikro adalah kondisi di mana seseorang kurang mendapatkan asupan zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatannya.

Keempat kondisi tersebut jelas akan sangat merugikan orang yang mengalaminya, apalagi jika terjadi pada anak-anak pada masa pertumbuhannya. Sebagai orang tua, kita harus memastikan bahwa anak bisa mendapatkan asupan zat gizi yang cukup agar tumbuh kembangnya dapat maksimal.

Baca juga: Inilah Penyebab Stunting Menurut WHO dan Kemenkes

Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk

Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk Adalah

Perbedaan stunting dan gizi buruk yang paling mendasar adalah gizi buruk merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Namun, kedua kondisi tersebut memiliki gejala yang berbeda antara satu sama lain. Berikut ini adalah beberapa perbedaan stunting dan gizi buruk yang perlu Anda ketahui.

1. Penyebab

Stunting dan gizi buruk memang sama-sama disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi yang dibutuhkan. Namun, kurangnya asupan zat gizi bukan satu-satunya penyebab terjadinya stunting. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada seorang anak, mulai dari masalah ketika anak berada di dalam kandungan hingga pengasuhan anak selama masa pertumbuhan.

Seorang anak dapat mengalami stunting ketika masih di dalam kandungan karena sang Ibu tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup selama hamil, bertubuh pendek, mengalami Intrauterine Growth Restriction (IUGR), dan masih banyak lagi. Sementara itu, anak juga dapat mengalami stunting jika mereka tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup selama masa pertumbuhan, ditelantarkan, menderita penyakit yang berulang, dan masih banyak lagi.

Baca juga: 11 Resep Makanan Bayi 6 Bulan untuk Kecerdasan Otak

2. Gejala

Umumnya, stunting dan gizi buruk dapat menyebabkan gejala hingga gangguan yang merugikan pengidapnya bahkan sampai ketika mereka sudah dewasa.

Dari segi ukuran fisik tubuh, kondisi stunting dapat mengakibatkan seorang anak memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak seusianya dan wajahnya terlihat lebih muda. Sementara itu, gizi buruk dapat terlihat dari ciri kulit yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, dan otot mengecil. Selain itu, gejala yang umumnya terlihat pada gizi buruk adalah seorang anak memiliki tubuh yang kurus tetapi perutnya membuncit.

3. Dampak

Stunting merupakan dampak berkelanjutan yang terjadi ketika seorang anak mengalami gizi buruk. Selain itu, gizi buruk juga dapat menyebabkan tiga kondisi lain seperti yang sudah dijelaskan di atas, yaitu wasting, underweight, serta kekurangan zat gizi mikro. Tidak hanya itu saja, gizi buruk juga dapat menyebabkan anak mengalami infeksi karena kekebalan tubuhnya rendah dan dapat memengaruhi kecerdasan anak jika dibiarkan.

Sementara itu, stunting juga dapat berdampak pada gangguan metabolisme, rendahnya kekebalan tubuh, dan ukuran fisik tubuh yang tidak optimal yang pada akhirnya akan mengganggu tumbuh kembang anak.

Selain akan memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak lain, kondisi stunting juga dapat berdampak buruk pada pertumbuhan kecerdasan seorang anak. Biasanya, anak yang mengalami stunting akan memiliki IQ yang lebih rendah, produktivitas yang rendah, hingga pekerjaan dengan penghasilan yang lebih kecil ketika mereka dewasa.

4. Perbandingan Badan

Anak stunting diukur dari perbandingan tinggi badan dengan usia, sedangkan gizi buruk tidak berhubungan dengan perbandingan tinggi badan dengan usia.

5. Pendekatan Pencegahan dan Pengobatan

Pencegahan dan pengobatan kedua masalah kesehatan di atas memiliki pendekatan yang berbeda. Stunting pada anak umumnya tidak dapat diobati namun bisa dicegah melalui peningkatkan asupan gizi yang adekuat selama masa pertumbuhan anak, mengatasi penyebab medis seperti kehamilan yang buruk, dan melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, pangan, dan gizi.

Sedangkan gizi buruk umumnya dapat diobati melalui penanganan medis yang meliputi pemberian makanan bergizi, suplementasi, dan perawatan kesehatan yang intensif.

Agar lebih mudah memahami perbedaan stunting dan gizi buruk, Anda dapat melihat tabel di bawah ini.

AspekStuntingGizi Buruk
PenyebabKurangnya asupan zat gizi dalam waktu yang relatif lama, masalah selama kehamilan, IUGR, dan kurangnya asupan zat gizi selama pertumbuhan anak.Kekurangan asupan gizi dalam waktu yang relatif singkat.
GejalaTubuh lebih pendek dari anak sebayanya, wajah terlihat lebih muda.Kulit kering, lemak di bawah kulit berkurang, otot mengecil, perut membuncit.
DampakMenyebabkan anak memiliki tubuh lebih pendek dari anak lain, rendahnya kecerdasan, gangguan pertumbuhan, dan infeksi.Menyebabkan wasting, underweight, kekurangan zat gizi mikro, infeksi, rendahnya kecerdasan, dan gangguan pertumbuhan anak.
Perbandingan BadanDiukur dari perbandingan tinggi badan dengan usia.Tidak berhubungan dengan perbandingan tinggi badan dengan usia.
IntervensiMeningkatkan asupan gizi yang adekuat selama masa pertumbuhan anak, mengatasi penyebab medis seperti kehamilan yang buruk, dan melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, pangan, dan giziPenanganan medis yang meliputi pemberian makanan terapi gizi, suplementasi, dan perawatan kesehatan yang intensif

Baca juga: Apa Saja Dampak Stunting Jangka Pendek dan Jangka Panjang?

Ciri-Ciri Gizi Buruk

Pada dasarnya gizi buruk terjadi karena anak kurang makan atau karena pola makan yang buruk. Anak dengan gizi buruk pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kurangnya minat pada makanan atau minuman
  • Kelelahan dan murah marah
  • Perut buncit
  • Lebih sering sakit dan lebih lama sembuh
  • Pertumbuhan terhambat
  • Perkembangan perilaku dan intelektual lambat
  • Kesulitan belajar

Apakah Anak Kurus Termasuk Stunting?

Tidak selalu. Anak kurus dan anak yang mengalami stunting memang sama-sama mengalami masalah gizi, akan tetapi keduanya memiliki kondisi yang berbeda.

Anak kurus berat badannya rendah dan kurang makan, sedangkan anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dan berat badan yang lebih rendah dari standar usianya karena kurangnya asupan gizi dan perawatan yang tepat pada masa pertumbuhan.

Jangan sampai berat badan anak turun, oleh karena itu dapatkan informasi mengenai standar tinggi dan berat badan anak Anda dan cek apakah si kecil bertumbuh secara normal melalui tool keren dari Crystal of the Sea ‘Stunting Checker‘ berikut ini.

Pantau tumbuh kembang anak Anda dengan Stunting Checker dari Crystal of the Sea

Baca juga: Ciri-Ciri Stunting Menurut Kemenkes & Cara Mencegahnya

Cara Mencegah Stunting dan Gizi Buruk

Penuhi Asupan Gizi untuk Pertumbuhan Anak dengan Crystal of the Sea

Untuk mencegah stunting dan gizi buruk, Anda perlu memberikan anak asupan zat gizi yang cukup bahkan ketika anak masih berada di dalam kandungan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan usia janin. Selain itu, orang tua juga harus memastikan bahwa mereka tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang baik serta akses ke air bersih yang mudah.

Ketika anak sudah lahir, orang tua harus memastikan bahwa mereka tinggal di lingkungan yang bersih dan dapat memadai tumbuh kembang anak. Pastikan juga anak mendapatkan ASI eksklusif dan MPASI dengan kualitas yang baik, terutama pada dua tahun pertama usia anak.

Baca juga: 11 Resep Makanan Bayi 6 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan yang terbaik untuk anak, bukan? Yuk mulai berikan asupan zat gizi yang cukup untuk anak dengan menggunakan produk makanan sehat dari Crystal of the Sea. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, produk makanan kami juga memiliki rasa yang enak dan dapat menambah rasa umami pada makanan Anda!

Cegah Anak Stunting dengan Crystal of the Sea

Sumber rujukan:

  • https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
  • https://www.who.int/health-topics/malnutrition#tab=tab_1
  • https://www.dovepress.com/prevalence-and-determinants-of-stunting-wasting-and-underweight-among–peer-reviewed-fulltext-article-PHMT#:~:text=Underweight%20is%20defined%20as%20having,level%20for%20a%20specific%20age
  • https://www.sehatq.com/forum/apa-perbedaan-stunting-dan-gizi-buruk-q46610
  • https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/17/102016820/ini-perbedaan-stunting-dan-gizi-buruk-yang-wajib-diketahui?page=all
  • https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/
  • https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/pediatric-malnutrition
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

FOLLOW US

Ikan gabus, salah satu jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan di Indonesia, memiliki …

Dalam upaya untuk menjaga kesehatan tubuh, penting bagi kita untuk memahami peran zat gizi …

Dalam industri makanan, food hygiene adalah konsep penting yang harus diterapkan. Penerapan food hygiene …