{"id":915,"date":"2024-05-31T08:55:40","date_gmt":"2024-05-31T01:55:40","guid":{"rendered":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?p=915"},"modified":"2024-07-12T14:33:33","modified_gmt":"2024-07-12T07:33:33","slug":"ciri-ciri-udang-rebon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!"},"content":{"rendered":"\n<p>Ketika hendak berbelanja udang rebon di pasar, pastikan Anda mengetahui ciri-ciri udang rebon yang masih segar terlebih dahulu agar tidak mendapatkan kualitas yang jelek. Udang rebon memang merupakan salah satu udang khas Indonesia yang sangat disukai oleh banyak orang. Bahkan, ada banyak sekali masakan Indonesia yang menggunakan udang rebon sebagai salah satu bahan utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, kami pernah membahas mengenai <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kandungan-gizi-udang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>kandungan gizi udang<\/strong><\/a> dan <strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/bolehkah-ibu-hamil-makan-udang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">apakah ibu hamil boleh memakan udang<\/a><\/strong>. Kali ini, Anda akan mempelajari ciri-ciri udang rebon yang masih segar agar Anda dapat membedakannya ketika sedang membeli di pasar. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa itu udang rebon secara mendalam terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<div id=\"toc_container\" class=\"toc_light_blue no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Contents<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#Apa_Itu_Udang_Rebon\">Apa Itu Udang Rebon?<\/a><\/li><li><a href=\"#Perbedaan_Udang_Rebon_dan_Ebi\">Perbedaan Udang Rebon dan Ebi<\/a><\/li><li><a href=\"#Ciri-Ciri_Udang_Rebon_yang_Lezat_dan_Masih_Segar\">Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar<\/a><ul><li><a href=\"#1_Berwarna_Bening\">1. Berwarna Bening<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Kepala_dan_Tubuh_Masih_Menyatu\">2. Kepala dan Tubuh Masih Menyatu<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Tidak_Berbau_Amis\">3. Tidak Berbau Amis<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#Berapa_Lama_Udang_Rebon_Bertahan\">Berapa Lama Udang Rebon Bertahan?<\/a><\/li><li><a href=\"#Tips_Mengolah_Udang_Rebon\">Tips Mengolah Udang Rebon<\/a><ul><li><a href=\"#1_Dijadikan_Rempeyek_Udang\">1. Dijadikan Rempeyek Udang<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Dijadikan_Bumbu_Penyedap_atau_Kaldu\">2. Dijadikan Bumbu Penyedap atau Kaldu<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Apa_Itu_Udang_Rebon\"><strong>Apa Itu Udang Rebon?<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Udang rebon, atau <em>Acetes<\/em>, adalah genus udang kecil yang tersebar di daerah laut Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, <em>Acetes<\/em> memiliki nama lokal yang berbeda tergantung negaranya, seperti dikenal sebagai \u2018rebon\u2019 di Indonesia, \u2018geragau\u2019 di Malaysia, \u2018bubuk\u2019 di Brunei Darussalam, dan \u2018alamang\u2019 di Filipina.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa spesies udang rebon merupakan salah satu bahan penting untuk produksi terasi di Asia Tenggara. Salah satu spesies yang paling banyak digunakan adalah <em>Acetes japonicus<\/em>, yang merupakan spesies udang yang paling banyak ditangkap di dunia dari segi tonase total.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/free-trial\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Coba Gratis Produk Crystal Sea\" class=\"wp-image-674 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-2048x344.webp 2048w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/172;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Coba Gratis Produk Crystal Sea\" class=\"wp-image-674\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-2048x344.webp 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis udang air laut ini memiliki tubuh yang kecil dan tidak memiliki pasangan pereiopods keempat dan kelima. Jenis udang ini memiliki panjang antara 1 hingga 4 cm, tembus pandang, serta memiliki sepasang mata hitam dan sejumlah bintik merah pigmen pada bagian uropod.<\/p>\n\n\n\n<p>Telur dari udang rebon memiliki warna hijau. Ketika berkembang biak, mereka akan membengkak menjadi dua kali ukuran aslinya atau bahkan lebih. Telur udang rebon akan menetas di awal tahun, dan larvanya akan tumbuh, dewasa, dan bertelur pada tahun yang sama.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Perbedaan_Udang_Rebon_dan_Ebi\"><strong>Perbedaan Udang Rebon dan Ebi<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Masih ada banyak orang yang menganggap bahwa udang rebon dan <em>ebi <\/em>adalah dua jenis udang yang sama. Padahal, \u2018<em>ebi<\/em>\u2019 sendiri adalah kata dalam bahasa Jepang yang memiliki arti \u2018udang\u2019. Jadi, ketika Anda menyebutkan <em>ebi<\/em>, Anda hanya merujuk pada udang secara umum (atau mungkin udang yang sering ditemukan di Jepang).<\/p>\n\n\n\n<p>Lagi pula, udang rebon hanya tersebar di wilayah perairan Asia Tenggara saja, tidak sampai ke perairan Jepang. Secara logika, tidak mungkin orang Jepang akan menemukan udang rebon di daerah perairannya, dan tidak mungkin <em>ebi<\/em> akan merujuk ke udang rebon. Jadi, udang rebon dan <em>ebi<\/em> adalah dua jenis udang yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar lebih memahaminya, berikut perbedaan udang rebon dan ebi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Warna: <\/strong>udang rebon memiliki warna ungu kehitaman di badan dan merah dibagian kakinya, sedangkan ebi berwarna cokelat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kegunaan: <\/strong>Biasanya ebi hanya digunakan sebagai penyedap rasa, sedangkan udang rebon digunakan sebagai penyedap rasa dan pelengkap atau campuran makanan. Contohnya, ebi dijadikan terasi, sedangkan udang rebon diolah oleh Crystal of the Sea menjadi <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\/shrimp-powder-80g\"><strong>kaldu bubuk udang rebon<\/strong><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ukuran:<\/strong> Umumnya, ukuran udang rebon lebih besar dibandingkan dengan ebi. Namun, kekinian telah banyak udang besar yang dapat diolah menjadi ebi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tekstur:<\/strong> Udang rebon memiliki tekstur yang kering dan basah, sedangkan ebi bertekstur kering dan renyah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/manfaat-ikan-teri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Manfaat Ikan Teri Sebagai Lauk<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Ciri-Ciri_Udang_Rebon_yang_Lezat_dan_Masih_Segar\"><strong>Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-1024x682.webp\" alt=\"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar\" class=\"wp-image-917 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-1024x682.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-300x200.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-768x512.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar.webp 1280w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/682;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-1024x682.webp\" alt=\"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar\" class=\"wp-image-917\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-1024x682.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-300x200.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar-768x512.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon-yang-Lezat-dan-Masih-Segar.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketika berbelanja udang rebon di pasar, Anda harus memilih dengan baik agar bisa mendapatkan yang lezat dan masih segar. Berikut ini adalah ciri-ciri udang rebon yang lezat dan masih segar agar Anda tidak salah pilih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Berwarna_Bening\">1. Berwarna Bening<\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri udang rebon yang lezat dan masih segar yang paling mudah untuk dikenali adalah warnanya. Udang rebon yang masih segar cenderung akan memiliki warna kulit dan badan yang bening, serta akan terdapat beberapa bintik berwarna merah di sekitar bagian tubuhnya. Hal ini menandakan bahwa udang rebon belum disimpan terlalu lama, atau mungkin saja baru ditangkap beberapa jam sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Kepala_dan_Tubuh_Masih_Menyatu\">2. Kepala dan Tubuh Masih Menyatu<\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain dari tampilannya, ciri-ciri udang rebon yang masih segar juga dapat dilihat dari bentuknya. Udang rebon yang masih segar dapat ditandai dengan bentuk tubuhnya yang masih lengkap, yaitu kepala dan tubuh masih menyatu. Jika Anda menemukan udang rebon yang bagian kepalanya sudah terpisah, kemungkinan besar kualitasnya sudah menjadi buruk dan tidak akan selezat biasanya ketika diolah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Tidak_Berbau_Amis\">3. Tidak Berbau Amis<\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Walaupun sama-sama hewan laut, tetapi udang rebon yang masih segar tidak akan memiliki bau yang amis seperti ikan. Biasanya, udang rebon dengan kualitas yang baik akan memiliki aroma laut yang sangat segar dan khas.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila Anda menemukan udang rebon yang memiliki bau amis seperti ikan, sebaiknya hindari untuk membelinya. Kemungkinan besar, kualitas udang rebon tersebut sudah sangat menurun dan sudah tidak segar lagi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Berapa_Lama_Udang_Rebon_Bertahan\"><strong>Berapa Lama Udang Rebon Bertahan?<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Udang rebon dapat bertahan dari 3 hari hingga 1 bulan tergantung bagaimana Anda menyimpannya. Udang rebon yang basah umumnya hanya dapat bertahan 3&#215;24 jam. Sementara udang rebon yang kering yang kemudian disimpan di dalam tempat yang telah kedap udara dan di dalam lemari pendingin dapat bertahan setidaknya hingga 1 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain memilih udang rebon yang segar, Anda sebaiknya juga memerhatikan kondisi udang rebon yang Anda telah beli. Anda tentu tidak ingin udang rebon segar yang Anda beli tiba-tiba menjadi tidak baik dalam hitungan hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Tips_Mengolah_Udang_Rebon\"><strong>Tips Mengolah Udang Rebon<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Udang rebon sering sekali dijadikan sebagai salah satu bahan berbagai masakan di Indonesia, baik itu sebagai bumbu maupun bahan utama. Berikut ini adalah beberapa tips mengolah udang rebon yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Dijadikan_Rempeyek_Udang\">1. Dijadikan Rempeyek Udang<\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Siapa sih yang tidak kenal dengan rempeyek? Camilan khas daerah Jawa ini memang merupakan salah satu kesukaan orang-orang Indonesia. Rasanya yang sangat gurih serta teksturnya yang kriuk membuatnya menjadi teman nonton yang sangat asyik. Selain itu, rempeyek juga sering sekali dijadikan sebagai makanan pelengkap dari hidangan utama, seperti layaknya sebuah kerupuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, rempeyek memang terbuat dari kacang, atau yang biasa kita kenal sebagai rempeyek kacang. Namun, Anda juga bisa membuat rempeyek udang lho dengan menggunakan udang rebon. Rasa dan tekstur dari rempeyek yang sangat gurih dan kriuk akan berpadu nikmat dengan rasa laut dari udang rebon. Penasaran kan rasanya bagaimana?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Dijadikan_Bumbu_Penyedap_atau_Kaldu\">2. Dijadikan Bumbu Penyedap atau Kaldu<\/span><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"600\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu.webp\" alt=\"Udang Rebon Dijadikan Bumbu Penyedap atau Kaldu\" class=\"wp-image-916 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu.webp 600w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu-300x300.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu-150x150.webp 150w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 600px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 600\/600;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"600\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu.webp\" alt=\"Udang Rebon Dijadikan Bumbu Penyedap atau Kaldu\" class=\"wp-image-916\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu.webp 600w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu-300x300.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Udang-Rebon-Dijadikan-Bumbu-Penyedap-atau-Kaldu-150x150.webp 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/noscript><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kaldu Bubuk Udang Rebon dari Crystal of the Sea<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Selain sebagai bahan masakan, udang rebon juga sering sekali dijadikan sebagai bumbu penyedap atau kaldu dalam masakan karena rasanya yang sangat gurih. Beberapa makanan dapat ditambahkan kaldu udang rebon seperti tumis sayuran, mie rebus, hingga bihun goreng. Selain rasanya yang enak, udang rebon juga kaya akan vitamin B6 dan protein lho.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah Anda tertarik untuk menggunakan kaldu udang rebon? Jika iya, yuk langsung saja beli <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\/shrimp-powder-80g\"><strong>kaldu bubuk udang rebon<\/strong><\/a> dari Crystal of the Sea sekarang juga. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai macam produk lain seperti <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\"><em><strong>food powder<\/strong><\/em><\/a> dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai produk Crystal of the Sea lainnya, klik <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\"><strong>di sini<\/strong><\/a>!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\/shrimp-powder-80g\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Produk Crystal Sea\" class=\"wp-image-675 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-2048x343.webp 2048w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/172;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Produk Crystal Sea\" class=\"wp-image-675\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-2048x343.webp 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/a><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p><em>Sumber rujukan:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>https:\/\/www.kompas.com\/food\/read\/2021\/03\/27\/130600675\/cara-pilih-udang-rebon-segar-jangan-ambil-yang-bau-ikan<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Acetes<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/saliha.id\/715\/ciri-ciri-udang-rebon-dan-pengolahannya.html<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/kids.grid.id\/read\/473113412\/kenali-perbedaan-udang-rebon-dan-ebi-sebagai-penyedap-rasa?page=all<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika hendak berbelanja udang rebon di pasar, pastikan Anda mengetahui ciri-ciri udang rebon yang masih segar terlebih dahulu agar tidak mendapatkan kualitas yang jelek. Udang rebon memang merupakan salah satu udang khas Indonesia yang sangat disukai oleh banyak orang. Bahkan, ada banyak sekali masakan Indonesia yang menggunakan udang rebon sebagai salah satu bahan utamanya. Sebelumnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":918,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[125],"tags":[13,126,147],"class_list":["post-915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nutrisi","tag-food-powder","tag-udang","tag-udang-rebon"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ciri-ciri udang rebon yang segar dan lezat yaitu berwarna bening, kepala dan tubuh masih menyatu, dan tidak berbau amis. Pahami selengkapnya hanya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ciri-ciri udang rebon yang segar dan lezat yaitu berwarna bening, kepala dan tubuh masih menyatu, dan tidak berbau amis. Pahami selengkapnya hanya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Crystal Sea\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-31T01:55:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-12T07:33:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CrystalSea\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"CrystalSea\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!","description":"Ciri-ciri udang rebon yang segar dan lezat yaitu berwarna bening, kepala dan tubuh masih menyatu, dan tidak berbau amis. Pahami selengkapnya hanya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!","og_description":"Ciri-ciri udang rebon yang segar dan lezat yaitu berwarna bening, kepala dan tubuh masih menyatu, dan tidak berbau amis. Pahami selengkapnya hanya di sini!","og_url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/","og_site_name":"Crystal Sea","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","article_published_time":"2024-05-31T01:55:40+00:00","article_modified_time":"2024-07-12T07:33:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon.webp","type":"image\/webp"}],"author":"CrystalSea","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@crystalsea_id","twitter_site":"@crystalsea_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"CrystalSea","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/"},"author":{"name":"CrystalSea","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/ae64af932f1f2cdea2cead4c9f793567"},"headline":"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!","datePublished":"2024-05-31T01:55:40+00:00","dateModified":"2024-07-12T07:33:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/"},"wordCount":1100,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon.webp","keywords":["Food Powder","Udang","Udang Rebon"],"articleSection":["Nutrisi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/","name":"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon.webp","datePublished":"2024-05-31T01:55:40+00:00","dateModified":"2024-07-12T07:33:33+00:00","description":"Ciri-ciri udang rebon yang segar dan lezat yaitu berwarna bening, kepala dan tubuh masih menyatu, dan tidak berbau amis. Pahami selengkapnya hanya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#primaryimage","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon.webp","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Ciri-Ciri-Udang-Rebon.webp","width":1280,"height":853,"caption":"Ciri-Ciri Udang Rebon"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-udang-rebon\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciri-Ciri Udang Rebon yang Lezat dan Masih Segar!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","name":"Crystal Sea","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization","name":"Crystal Sea","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","width":512,"height":512,"caption":"Crystal Sea"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","https:\/\/x.com\/crystalsea_id","https:\/\/www.instagram.com\/crystalofthesea","https:\/\/www.tiktok.com\/crystalofthesea.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCroytPott2QP8OyhwmsVC7g"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/ae64af932f1f2cdea2cead4c9f793567","name":"CrystalSea","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9aa26eec1ee014264e4b33587da91c45e51730c95473f0b7b2f35abae87a458a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9aa26eec1ee014264e4b33587da91c45e51730c95473f0b7b2f35abae87a458a?s=96&d=mm&r=g","caption":"CrystalSea"},"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/author\/crystalsea\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=915"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2406,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/915\/revisions\/2406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}