{"id":3883,"date":"2026-06-30T08:11:10","date_gmt":"2026-06-30T01:11:10","guid":{"rendered":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?p=3883"},"modified":"2026-06-30T08:11:10","modified_gmt":"2026-06-30T01:11:10","slug":"kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/","title":{"rendered":"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham"},"content":{"rendered":"<p>Kaldu teri tanpa garam sering terlihat seperti pilihan yang aman untuk MPASI. Di labelnya tertulis tanpa garam, non MSG, atau cocok untuk bayi. Bagi banyak orang tua, klaim seperti ini langsung terdengar lebih sehat dibanding kaldu biasa yang asin.<\/p>\n<p>Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan: tanpa garam bukan berarti otomatis tinggi gizi. Kaldu teri tanpa garam boleh saja digunakan untuk membantu rasa makanan, tetapi jangan disamakan dengan ikan teri utuh atau bubuk teri murni.<\/p>\n<div id=\"toc_container\" class=\"toc_light_blue no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Contents<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#Kenapa_Kaldu_Teri_Tanpa_Garam_Terlihat_Menarik\">Kenapa Kaldu Teri Tanpa Garam Terlihat Menarik?<\/a><\/li><li><a href=\"#Ekspektasi_yang_Sering_Muncul_dari_Ibu-Ibu\">Ekspektasi yang Sering Muncul dari Ibu-Ibu<\/a><ul><li><a href=\"#1_Kalau_tanpa_garam_berarti_pasti_sehat\">1. \u201cKalau tanpa garam, berarti pasti sehat\u201d<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Kaldu_teri_sama_dengan_makan_ikan_teri\">2. \u201cKaldu teri sama dengan makan ikan teri\u201d<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Karena_dari_teri_pasti_tinggi_protein\">3. \u201cKarena dari teri, pasti tinggi protein\u201d<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Kaldu_tanpa_garam_cukup_untuk_membantu_tumbuh_kembang\">4. \u201cKaldu tanpa garam cukup untuk membantu tumbuh kembang\u201d<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Kaldu_teri_bisa_jadi_solusi_berat_badan_rendah_atau_mencegah_stunting\">5. \u201cKaldu teri bisa jadi solusi berat badan rendah atau mencegah stunting\u201d<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#Apa_yang_Perlu_Dicek_di_Label_Kaldu_Teri_Tanpa_Garam\">Apa yang Perlu Dicek di Label Kaldu Teri Tanpa Garam?<\/a><\/li><li><a href=\"#Kaldu_Teri_Tanpa_Garam_Boleh_untuk_MPASI\">Kaldu Teri Tanpa Garam Boleh untuk MPASI?<\/a><\/li><li><a href=\"#Kenapa_Bubuk_Teri_Murni_Lebih_Tepat_Jika_Tujuannya_Nutrisi\">Kenapa Bubuk Teri Murni Lebih Tepat Jika Tujuannya Nutrisi?<\/a><\/li><li><a href=\"#Contoh_Cara_Pakai_yang_Tepat\">Contoh Cara Pakai yang Tepat<\/a><\/li><li><a href=\"#Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><li><a href=\"#Sumber_Referensi\">Sumber Referensi<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2><span id=\"Kenapa_Kaldu_Teri_Tanpa_Garam_Terlihat_Menarik\">Kenapa Kaldu Teri Tanpa Garam Terlihat Menarik?<\/span><\/h2>\n<p>Dalam MPASI, orang tua biasanya ingin makanan anak terasa enak tetapi tetap aman. Karena kebutuhan garam anak usia 6-23 bulan masih rendah, produk tanpa garam memang terdengar lebih masuk akal.<\/p>\n<p>Masalahnya, banyak orang berhenti membaca di klaim \u201ctanpa garam\u201d. Padahal, untuk menilai apakah sebuah produk benar-benar bernutrisi, kita juga perlu melihat komposisi, kandungan protein, bahan utama, dan apakah produk tersebut hanya berfungsi sebagai perasa.<\/p>\n<h2><span id=\"Ekspektasi_yang_Sering_Muncul_dari_Ibu-Ibu\">Ekspektasi yang Sering Muncul dari Ibu-Ibu<\/span><\/h2>\n<h3><span id=\"1_Kalau_tanpa_garam_berarti_pasti_sehat\">1. \u201cKalau tanpa garam, berarti pasti sehat\u201d<\/span><\/h3>\n<p>Ini ekspektasi yang paling umum. Tanpa garam memang lebih baik dibanding produk yang tinggi sodium, terutama untuk MPASI. Tetapi tanpa garam hanya menjawab satu masalah, yaitu garam tambahan.<\/p>\n<p>Produk tetap bisa mengandung bahan lain seperti tepung, maltodekstrin, ekstrak, perisa, atau bahan pengisi. Jadi, tanpa garam bukan otomatis berarti produk tersebut padat nutrisi.<\/p>\n<h3><span id=\"2_Kaldu_teri_sama_dengan_makan_ikan_teri\">2. \u201cKaldu teri sama dengan makan ikan teri\u201d<\/span><\/h3>\n<p>Kaldu teri dan ikan teri bukan hal yang sama. Kaldu biasanya mengambil rasa dari bahan tertentu, tetapi tidak selalu membawa kandungan ikan dalam jumlah besar.<\/p>\n<p>Jika kandungan ikan terinya kecil, maka protein, kalsium, omega-3, dan mineral yang masuk juga kecil. Jadi, kaldu teri tanpa garam lebih tepat dipahami sebagai penambah rasa, bukan pengganti ikan teri.<\/p>\n<h3><span id=\"3_Karena_dari_teri_pasti_tinggi_protein\">3. \u201cKarena dari teri, pasti tinggi protein\u201d<\/span><\/h3>\n<p>Belum tentu. Kandungan protein bergantung pada berapa banyak ikan teri asli yang ada dalam produk. Jika produk adalah kaldu, ekstrak, atau campuran seasoning, protein biasanya jauh lebih rendah dibanding bubuk teri murni.<\/p>\n<p>Untuk anak yang sedang tumbuh, protein tidak bisa hanya mengandalkan rasa kaldu. Anak tetap membutuhkan sumber protein nyata seperti ikan, ayam, telur, daging, tahu, tempe, atau bubuk ikan murni yang benar-benar berasal dari bahan utuh.<\/p>\n<h3><span id=\"4_Kaldu_tanpa_garam_cukup_untuk_membantu_tumbuh_kembang\">4. \u201cKaldu tanpa garam cukup untuk membantu tumbuh kembang\u201d<\/span><\/h3>\n<p>Kaldu tanpa garam bisa membantu makanan terasa lebih gurih, tetapi tidak cukup jika tujuan utamanya adalah menambah nutrisi. Tumbuh kembang anak membutuhkan asupan energi, protein, lemak, zat besi, zinc, kalsium, dan berbagai mikronutrien lain.<\/p>\n<p>Kaldu yang kandungan proteinnya rendah tidak bisa menggantikan bahan makanan utama. Ia hanya pelengkap rasa.<\/p>\n<h3><span id=\"5_Kaldu_teri_bisa_jadi_solusi_berat_badan_rendah_atau_mencegah_stunting\">5. \u201cKaldu teri bisa jadi solusi berat badan rendah atau mencegah stunting\u201d<\/span><\/h3>\n<p>Ini salah kaprah yang perlu dihindari. Kaldu teri tanpa garam tidak boleh dianggap sebagai solusi untuk berat badan rendah atau pencegahan stunting. Masalah berat badan rendah dan risiko stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambahkan perasa gurih ke makanan.<\/p>\n<p>Anak membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup dari makanan utama, seperti ikan, ayam, telur, daging, tahu, tempe, lemak sehat, serta variasi pangan bergizi lain. Jika berat badan anak sulit naik atau ada kekhawatiran tumbuh kembang, orang tua sebaiknya memantau kurva pertumbuhan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>Kaldu teri hanya membantu rasa. Jika kandungan protein dan bahan ikan aslinya rendah, manfaatnya untuk pertumbuhan juga terbatas.<\/p>\n<h2><span id=\"Apa_yang_Perlu_Dicek_di_Label_Kaldu_Teri_Tanpa_Garam\">Apa yang Perlu Dicek di Label Kaldu Teri Tanpa Garam?<\/span><\/h2>\n<p>Sebelum membeli kaldu teri tanpa garam untuk MPASI, cek beberapa hal berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Apakah bahan pertama benar-benar ikan teri?<\/li>\n<li>Apakah ada bahan pengisi seperti tepung atau maltodekstrin?<\/li>\n<li>Berapa kandungan protein per 100 gram?<\/li>\n<li>Apakah ada perisa, penguat rasa, atau bahan tambahan lain?<\/li>\n<li>Apakah produk hanya menyebut \u201crasa teri\u201d atau benar-benar mengandung ikan teri?<\/li>\n<li>Apakah ada informasi natrium, bukan hanya klaim tanpa garam?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika kandungan proteinnya sangat rendah, maka produk tersebut tidak bisa dianggap sebagai sumber protein. Fungsinya tetap sebagai bumbu atau perasa.<\/p>\n<h2><span id=\"Kaldu_Teri_Tanpa_Garam_Boleh_untuk_MPASI\">Kaldu Teri Tanpa Garam Boleh untuk MPASI?<\/span><\/h2>\n<p>Boleh, selama komposisinya aman, tidak tinggi sodium, dan digunakan secukupnya. Tetapi penggunaannya harus ditempatkan dengan benar. Kaldu teri tanpa garam bukan sumber nutrisi utama. Ia hanya membantu rasa makanan agar lebih mudah diterima anak.<\/p>\n<p>Jangan sampai orang tua merasa sudah memberi \u201cikan\u201d hanya karena menambahkan kaldu teri. Jika ingin memberi manfaat dari ikan teri, pilih bentuk yang benar-benar mengandung ikan teri dalam jumlah nyata.<\/p>\n<h2><span id=\"Kenapa_Bubuk_Teri_Murni_Lebih_Tepat_Jika_Tujuannya_Nutrisi\">Kenapa Bubuk Teri Murni Lebih Tepat Jika Tujuannya Nutrisi?<\/span><\/h2>\n<p>Bubuk teri murni berbeda dari kaldu teri. Bubuk teri seharusnya dibuat dari 100% ikan teri yang dikeringkan lalu digiling. Karena bahan dasarnya adalah ikan teri utuh, kandungan proteinnya jauh lebih tinggi dibanding kaldu atau seasoning.<\/p>\n<p>Produk seperti <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\/white-anchovy-powder-20g\">Crystal White Anchovy Powder 20g<\/a> dipakai sebagai bubuk teri murni untuk makanan keluarga dan MPASI. Jika ingin menambah rasa gurih sekaligus nilai gizi, bubuk teri murni lebih relevan dibanding kaldu teri tanpa garam yang proteinnya rendah.<\/p>\n<p>Prinsipnya sederhana: kalau tujuan hanya rasa, kaldu tanpa garam bisa membantu. Kalau tujuan nutrisi, pilih bahan yang benar-benar berasal dari ikan teri.<\/p>\n<h2><span id=\"Contoh_Cara_Pakai_yang_Tepat\">Contoh Cara Pakai yang Tepat<\/span><\/h2>\n<p>Kaldu teri tanpa garam bisa dipakai sedikit untuk membantu rasa bubur, sup, atau nasi tim. Namun, tetap tambahkan sumber protein utama seperti ikan, ayam, telur, tahu, tempe, atau bubuk teri murni.<\/p>\n<p>Jika memakai bubuk teri murni, gunakan sedikit saja sesuai porsi anak. Bubuk teri dapat dicampur ke bubur nasi, nasi tim, sup sayur, telur, atau tumisan lembut untuk memberi rasa gurih alami.<\/p>\n<h2><span id=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/span><\/h2>\n<p>Kaldu teri tanpa garam memang bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibanding kaldu teri bergaram. Tetapi jangan salah paham: tanpa garam bukan berarti otomatis tinggi protein, tinggi kalsium, atau setara dengan makan ikan teri.<\/p>\n<p>Kaldu teri tanpa garam lebih tepat dipahami sebagai penambah rasa. Jika kandungan ikan terinya kecil, manfaat gizinya juga kecil. Untuk anak yang sedang tumbuh, gunakan sumber protein yang nyata. Jika ingin memakai teri, pilih bubuk teri murni yang benar-benar dibuat dari 100% ikan teri, bukan sekadar kaldu rasa teri.<\/p>\n<h2><span id=\"Sumber_Referensi\">Sumber Referensi<\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/kemkes.go.id\/id\/batasi-gula-dan-garam-untuk-mpasi\">Kementerian Kesehatan RI: Batasi Gula dan Garam untuk MPASI<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/infant-toddler-nutrition\/foods-and-drinks\/foods-and-drinks-to-avoid-or-limit.html\">CDC: Foods and Drinks to Avoid or Limit<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.who.int\/publications\/i\/item\/9789240081864\">WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6-23 Months of Age<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\/white-anchovy-powder-20g\">Crystal White Anchovy Powder 20g<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kaldu teri tanpa garam boleh membantu rasa MPASI, tetapi jangan disamakan dengan ikan teri atau bubuk teri murni yang tinggi protein.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3885,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[125],"tags":[140,263,17,264],"class_list":["post-3883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nutrisi","tag-ikan-teri","tag-makanan-bayi","tag-mpasi","tag-nutrisi-bayi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham | Crystal Sea<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham | Crystal Sea\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kaldu teri tanpa garam boleh membantu rasa MPASI, tetapi jangan disamakan dengan ikan teri atau bubuk teri murni yang tinggi protein.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Crystal Sea\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-30T01:11:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Crystal Sea Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Crystal Sea Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham | Crystal Sea","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham | Crystal Sea","og_description":"Kaldu teri tanpa garam boleh membantu rasa MPASI, tetapi jangan disamakan dengan ikan teri atau bubuk teri murni yang tinggi protein.","og_url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/","og_site_name":"Crystal Sea","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","article_published_time":"2026-06-30T01:11:10+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png"}],"author":"Crystal Sea Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png","twitter_creator":"@crystalsea_id","twitter_site":"@crystalsea_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Crystal Sea Indonesia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/"},"author":{"name":"Crystal Sea Indonesia","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/3a5a14b104692e0aa87143ca90b9ba3f"},"headline":"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham","datePublished":"2026-06-30T01:11:10+00:00","dateModified":"2026-06-30T01:11:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/"},"wordCount":980,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png","keywords":["Ikan Teri","makanan bayi","MPASI","nutrisi bayi"],"articleSection":["Nutrisi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/","name":"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham | Crystal Sea","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png","datePublished":"2026-06-30T01:11:10+00:00","dateModified":"2026-06-30T01:11:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#primaryimage","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/white-anchovy-powder-benefits-main.png","width":1983,"height":793,"caption":"White Anchovy Food Powder sebagai bubuk teri murni, bukan sekadar kaldu perasa."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/kaldu-teri-tanpa-garam-jangan-salah-paham\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kaldu Teri Tanpa Garam: Boleh untuk MPASI, Tapi Jangan Salah Paham"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","name":"Crystal Sea","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization","name":"Crystal Sea","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","width":512,"height":512,"caption":"Crystal Sea"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","https:\/\/x.com\/crystalsea_id","https:\/\/www.instagram.com\/crystalofthesea","https:\/\/www.tiktok.com\/crystalofthesea.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCroytPott2QP8OyhwmsVC7g"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/3a5a14b104692e0aa87143ca90b9ba3f","name":"Crystal Sea Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e138081ae678124e8730b2733cb121fafb79ef52e3c38288de854d861d1e3c58?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e138081ae678124e8730b2733cb121fafb79ef52e3c38288de854d861d1e3c58?s=96&d=mm&r=g","caption":"Crystal Sea Indonesia"},"description":"Crystal of the Sea hadir mempersembahkan yang terbaik dari alam untuk Anda, kami berkomitmen sepenuh hati untuk terus menghasilkan produk berkualitas yang sehat dan lezat.","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/author\/crystalseaadmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3884,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3883\/revisions\/3884"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}