{"id":1367,"date":"2023-07-24T10:40:26","date_gmt":"2023-07-24T03:40:26","guid":{"rendered":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?p=1367"},"modified":"2024-08-29T00:38:56","modified_gmt":"2024-08-28T17:38:56","slug":"ciri-ciri-keracunan-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/","title":{"rendered":"10 CIRI-CIRI KERACUNAN MAKANAN PADA ANAK SERTA CARA MENCEGAHNYA"},"content":{"rendered":"\n<p>Keracunan makanan <em>(food poisoning)<\/em> adalah masalah yang sering terjadi dan dapat mengganggu kesehatan kita, baik dewasa maupun anak-anak. Ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau zat beracun lainnya, tubuh kita dapat bereaksi dengan gejala yang tidak menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri keracunan makanan agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa ciri-ciri keracunan makanan yang umum terjadi, serta bagaimana cara mencegahnya.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/free-trial\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Coba Gratis Produk Crystal of the Sea\" class=\"wp-image-674 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-2048x344.webp 2048w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/172;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Coba Gratis Produk Crystal of the Sea\" class=\"wp-image-674\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Coba-Gratis-Produk-Crystal-Sea-2048x344.webp 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/a><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke ulasan lebih lanjut, jika Anda ingin mengetahui lebih dalam informasi seputar cara mengatasi keracunan makanan kedaluwarsa, Anda bisa membaca artikel <strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/cara-mengatasi-keracunan-makanan-kedaluwarsa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Mengatasi Keracunan Makanan Kedaluwarsa<\/a><\/strong> dari Crystal of the Sea.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"toc_container\" class=\"toc_light_blue no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Contents<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#Ciri-Ciri_Keracunan_Makanan\">Ciri-Ciri Keracunan Makanan<\/a><ul><li><a href=\"#1_Mengalami_Diare\">1. Mengalami Diare<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Nyeri_dan_Kram_pada_Bagian_Perut\">2. Nyeri dan Kram pada Bagian Perut<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Sakit_pada_Bagian_Kepala\">3. Sakit pada Bagian Kepala<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Mengalami_Mual_dan_Muntah\">4. Mengalami Mual dan Muntah<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Demam_yang_Cukup_Tinggi\">5. Demam yang Cukup Tinggi<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Mengalami_Kelelahan\">6. Mengalami Kelelahan<\/a><\/li><li><a href=\"#7_Penurunan_Nafsu_Makan\">7. Penurunan Nafsu Makan<\/a><\/li><li><a href=\"#8_Menggigil\">8. Menggigil<\/a><\/li><li><a href=\"#9_Keluar_Keringat_yang_Berlebihan\">9. Keluar Keringat yang Berlebihan<\/a><\/li><li><a href=\"#10_Otot_Terasa_Nyeri\">10. Otot Terasa Nyeri<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#Penyebab_Keracunan_Makanan\">Penyebab Keracunan Makanan<\/a><\/li><li><a href=\"#Bagaimana_Cara_Mencegah_Keracunan_Makanan\">Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Makanan?<\/a><ul><li><a href=\"#1_Rajin_Mencuci_Tangan\">1. Rajin Mencuci Tangan<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Membersihkan_Meja_Dapur\">2. Membersihkan Meja Dapur<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Menggunakan_Alat_Masak_yang_Sudah_Dicuci_Bersih\">3. Menggunakan Alat Masak yang Sudah Dicuci Bersih<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Menyimpan_Bahan_Makanan_Mentah_secara_Terpisah\">4. Menyimpan Bahan Makanan Mentah secara Terpisah<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Memasak_dengan_Suhu_yang_Tepat\">5. Memasak dengan Suhu yang Tepat<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Menjaga_Suhu_Kulkas\">6. Menjaga Suhu Kulkas<\/a><\/li><li><a href=\"#7_Teliti_saat_Berbelanja_Bahan_Makanan\">7. Teliti saat Berbelanja Bahan Makanan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#Apa_yang_Harus_Dilakukan_Saat_Mengalami_Keracunan_Makanan\">Apa yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Keracunan Makanan?<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Ciri-Ciri_Keracunan_Makanan\"><strong>Ciri-Ciri Keracunan Makanan<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"680\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-1024x680.webp\" alt=\"Ciri atau Gejala Keracunan Makanan\" class=\"wp-image-2091 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-1024x680.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-300x199.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-768x510.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan.webp 1280w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/680;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"680\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-1024x680.webp\" alt=\"Ciri atau Gejala Keracunan Makanan\" class=\"wp-image-2091\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-1024x680.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-300x199.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan-768x510.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-atau-Gejala-Keracunan-Makanan.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Keracunan makanan disebabkan oleh berbagai faktor penyakit, disertai dengan ciri-ciri yang dapat kita rasakan pada tubuh kita, seperti muntah atau diare, nyeri dan keram, dan banyak lagi. Berikut ini beberapa gejaja yang dirasakan akibat keracunan makanan, baik anak-anak maupun orang dewasa, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Mengalami_Diare\"><strong>1. Mengalami Diare<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Keracunan makanan adalah kondisi yang umumnya ditandai dengan munculnya diare. Diare ditandai dengan keluarnya tinja encer saat buang air besar dalam periode 24 jam. Diare terjadi akibat peradangan yang menyebabkan usus tidak mampu menyerap kembali air dan cairan lain selama proses pencernaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Diare juga dapat disertai gejala lain, seperti perut mulas, kembung, atau kram perut. Karena diare menyebabkan kehilangan banyak cairan, penderita berisiko mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penting untuk minum air putih agar tetap terhidrasi.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Nyeri_dan_Kram_pada_Bagian_Perut\"><strong>2. Nyeri dan Kram pada Bagian Perut<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain diare, keracunan makanan juga dapat menyebabkan nyeri dan kram perut. Kondisi ini bisa dirasakan sebagai sensasi perut kembung atau rasa sakit yang tajam. Perut yang terasa tidak nyaman adalah tanda bahwa sistem pencernaan kita sedang mengalami gangguan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Sakit_pada_Bagian_Kepala\"><strong>3. Sakit pada Bagian Kepala<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa orang yang mengalami keracunan makanan juga melaporkan adanya sakit kepala. Hal ini mungkin disebabkan oleh dehidrasi atau reaksi tubuh terhadap racun yang masuk ke dalam sistem saraf kita. Sakit kepala ini dapat bersifat ringan hingga parah, tergantung pada tingkat keracunan yang dialami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"4_Mengalami_Mual_dan_Muntah\"><strong>4. Mengalami Mual dan Muntah<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri lain yang sering muncul setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit adalah mual dan muntah. Kondisi ini dapat terjadi secara bersamaan dengan diare atau terjadi terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p>Mual adalah sensasi ingin muntah, sedangkan muntah adalah proses pengeluaran makanan atau cairan dari lambung melalui mulut. Mual dan muntah adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan racun yang masuk ke dalam sistem pencernaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"5_Demam_yang_Cukup_Tinggi\"><strong>5. Demam yang Cukup Tinggi<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, keracunan makanan dapat menyebabkan demam yang cukup tinggi. Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau adanya bahan asing dalam tubuh. Jika Anda mengalami demam setelah mengonsumsi makanan yang meragukan, ada kemungkinan Anda sedang mengalami keracunan makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"6_Mengalami_Kelelahan\"><strong>6. Mengalami Kelelahan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri lainnya adalah merasa lelah atau lesu setelah mengonsumsi makanan tertentu. Keracunan makanan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, menyebabkan dehidrasi, dan menguras energi. Jika Anda merasa lelah setelah makan, hal ini bisa menjadi tanda keracunan makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"7_Penurunan_Nafsu_Makan\">7. Penurunan Nafsu Makan<\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penurunan nafsu makan adalah salah satu gejala umum yang sering terjadi saat mengalami keracunan makanan. Saat mengalami keracunan, tubuh cenderung menolak makanan sebagai respons alami terhadap infeksi atau racun yang masuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"8_Menggigil\"><strong>8. Menggigil<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menggigil adalah respons tubuh terhadap infeksi atau keracunan. Saat mengalami keracunan makanan, seseorang bisa merasa dingin dan menggigil meskipun suhu tubuh meningkat. Ini merupakan tanda bahwa tubuh sedang berusaha melawan racun atau patogen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"9_Keluar_Keringat_yang_Berlebihan\"><strong>9. Keluar Keringat yang Berlebihan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Keringat berlebihan adalah gejala lain dari keracunan makanan. Ini bisa terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan racun melalui keringat. Selain itu, keringat berlebihan dapat terjadi akibat demam yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"10_Otot_Terasa_Nyeri\"><strong>10. Otot Terasa Nyeri<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Nyeri otot akibat keracunan makanan seringkali terjadi karena tubuh sedang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Ketika racun atau patogen masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan bereaksi dengan melepaskan senyawa-senyawa yang dapat memicu peradangan. Proses peradangan inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri pada otot, terutama di bagian tubuh yang biasanya tidak terasa sakit.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Penyebab_Keracunan_Makanan\"><strong>Penyebab Keracunan Makanan<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut sumber yang dikutip dari WebMD, berikut adalah beberapa penyebab keracunan makanan pada anak:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Campylobacter: Bakteri ini hadir dalam makanan dan minuman yang tidak diproses dengan baik.<\/li>\n\n\n\n<li>Listeria: Umumnya ditemukan dalam daging deli dan keju lembut.<\/li>\n\n\n\n<li>Escherichia coli (E. coli): Terdapat pada sayuran mentah dan daging yang belum sepenuhnya matang.<\/li>\n\n\n\n<li>Norovirus: Bakteri ini bisa ada dalam kerang yang belum sepenuhnya matang.<\/li>\n\n\n\n<li>Staphylococcus aureus: Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi staph yang berpotensi menghasilkan bisul.<\/li>\n\n\n\n<li>Salmonella: Biasanya ditemukan dalam unggas yang tidak dimasak sepenuhnya dan telur mentah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain disebabkan oleh bakteri, keracunan makanan juga bisa disebabkan oleh makanan yang tidak dimasak dengan baik, penyimpanan makanan yang tidak tepat, serta konsumsi makanan yang kedaluwarsa. Selain itu, makanan yang terkontaminasi oleh orang yang sedang sakit juga dapat menimbulkan keracunan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Bagaimana_Cara_Mencegah_Keracunan_Makanan\"><strong>Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Makanan?<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tubuh kita yang mengalami keracunan makanan dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Keracunan makanan seringkali berkaitan dengan tingkat higienis pada makanan dan alat masak yang kita gunakan untuk mengolah makanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kondisi keracunan makanan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Rajin_Mencuci_Tangan\"><strong>1. Rajin Mencuci Tangan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara pencegahan yang paling penting adalah dengan rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani makanan. Gunakan sabun antibakteri dan air yang mengalir untuk membersihkan tangan Anda secara menyeluruh selama minimal 20 detik. Hal ini dapat membantu mengurangi penyebaran bakteri dan kuman yang bisa menyebabkan keracunan makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Membersihkan_Meja_Dapur\"><strong>2. Membersihkan Meja Dapur<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan meja dapur, peralatan makan, dan alat masak lainnya selalu dalam kondisi bersih. Bersihkan permukaan meja dapur dengan menggunakan cairan pembersih yang sesuai untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang mungkin ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Menggunakan_Alat_Masak_yang_Sudah_Dicuci_Bersih\"><strong>3. Menggunakan Alat Masak yang Sudah Dicuci Bersih<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum memasak atau menggunakan alat masak, pastikan untuk mencuci bersih alat-alat tersebut. Bahan makanan yang baru akan masuk ke dalam alat masak yang sudah terkontaminasi bisa menjadi sumber keracunan makanan. Bersihkan dengan menggunakan sabun dan air panas, lalu keringkan dengan bersih sebelum digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"4_Menyimpan_Bahan_Makanan_Mentah_secara_Terpisah\"><strong>4. Menyimpan Bahan Makanan Mentah secara Terpisah<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penting untuk <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/cara-menyimpan-makanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>menyimpan bahan makanan<\/strong><\/a> mentah, seperti daging, unggas, dan ikan, secara terpisah dari bahan makanan yang sudah matang atau siap saji. Hal ini mencegah penyebaran bakteri dari bahan makanan mentah yang dapat menyebabkan keracunan jika tidak dimasak dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/cara-menyimpan-makanan-di-kulkas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Begini Cara Menyimpan Makanan di Kulkas dengan Benar Agar Tahan Lama<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"5_Memasak_dengan_Suhu_yang_Tepat\"><strong>5. Memasak dengan Suhu yang Tepat<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan makanan dimasak dengan suhu yang tepat untuk membunuh bakteri dan kuman yang mungkin ada. Gunakan termometer makanan untuk memastikan makanan telah matang sepenuhnya, terutama pada daging, unggas, dan makanan laut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"6_Menjaga_Suhu_Kulkas\"><strong>6. Menjaga Suhu Kulkas<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan suhu kulkas Anda tetap stabil di bawah 5 derajat Celsius. Suhu yang rendah menghambat pertumbuhan bakteri dalam makanan. Selalu simpan makanan yang mudah rusak, seperti produk susu, daging, dan makanan laut, di dalam kulkas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"7_Teliti_saat_Berbelanja_Bahan_Makanan\"><strong>7. Teliti saat Berbelanja Bahan Makanan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perhatikan kebersihan dan kondisi bahan makanan saat berbelanja. Pilih bahan makanan yang segar, tidak rusak, dan tidak melebihi tanggal kedaluwarsa. Hindari membeli makanan dari tempat yang tidak tepercaya atau penjual yang tidak memiliki standar kebersihan yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Apa_yang_Harus_Dilakukan_Saat_Mengalami_Keracunan_Makanan\"><strong>Apa yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Keracunan Makanan?<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Saat mengalami keracunan makanan, tindakan yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya diambil saat mengalami keracunan makanan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Hentikan konsumsi makanan yang diduga menyebabkan keracunan<\/strong>. Batasi konsumsi makanan sampai gejala keracunan berkurang. Setelah itu, penderita dianjurkan mengonsumsi makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, bubur, dan kentang. Hindari minuman beralkohol, kafein, susu, makanan pedas, berminyak, atau makanan dan minuman asam sementara waktu karena dapat memperburuk gejala keracunan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beristirahat<\/strong>. Tubuh memerlukan waktu untuk memerangi infeksi atau racun dalam sistem. Cobalah untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Terhidrasi<\/strong>. Salah satu risiko keracunan makanan adalah dehidrasi karena muntah dan diare yang berlebihan. Minumlah banyak air, jus, atau minuman elektrolit untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hindari alkohol, kafein, dan minuman berkarbonasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengonsumsi obat<\/strong>. Sebagian besar kasus keracunan makanan tidak memerlukan obat-obatan. Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan antibiotik atau obat antiemetik (obat anti-mual) untuk mengatasi gejala. Ingat, jangan mengonsumsi obat tanpa resep dari dokter.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hubungi Layanan Gawat Dararut. <\/strong>Jika gejala parah atau berlangsung lebih dari beberapa hari, atau jika ada tanda-tanda dehidrasi yang parah (seperti mulut kering, sedikit buang air kecil, atau penurunan berat badan yang signifikan), segera cari perawatan medis. Dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai dan mengatasi komplikasi yang mungkin timbul.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengonsumsi Air Jahe. <\/strong>Pertolongan berikutnya untuk keracunan makanan adalah dengan mengonsumsi air jahe. Air jahe dikenal mampu membantu meredakan gejala keracunan seperti mual dan sakit perut. Tidak hanya itu, air rebusan jahe juga memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Mengenali ciri-ciri keracunan makanan sangat penting agar kita dapat segera mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan alat masak, memasak dengan suhu yang tepat, serta memperhatikan kebersihan bahan makanan saat berbelanja adalah langkah-langkah penting dalam mencegah keracunan makanan. Dengan adanya kesadaran akan bahaya keracunan makanan, kita dapat menjaga kesehatan dan kualitas hidup kita serta keluarga.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"896\" height=\"900\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak.webp\" alt=\"Almond Fish dari Crystal Sea Baik untuk Pertumbuhan Anak\" class=\"wp-image-863 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak.webp 896w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak-300x300.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak-150x150.webp 150w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak-768x771.webp 768w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 896px) 100vw, 896px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 896px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 896\/900;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"896\" height=\"900\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak.webp\" alt=\"Almond Fish dari Crystal Sea Baik untuk Pertumbuhan Anak\" class=\"wp-image-863\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak.webp 896w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak-300x300.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak-150x150.webp 150w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Almond-Fish-dari-Crystal-Sea-Baik-untuk-Pertumbuhan-Anak-768x771.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 896px) 100vw, 896px\" \/><\/noscript><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Anda juga bisa melakukan metode alternatif jika membutuhkan makanan atau snack sehat praktis yang mudah untuk disimpan dan aman untuk dikonsumsi anak, yaitu dengan menambahkan <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/snacks\/almond-fish\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Snack Ikan Teri Almond Kering Tanpa Garam<\/strong><\/a> dari Crystal of the Sea ke dalam koleksi menu snack sehat anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain menyehatkan, <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Produk Crystal of the Sea<\/strong><\/a> satu ini kaya akan berbagai gizi penting yang dibutuhkan anak, seperti Omega-3 dan Omega-6 untuk perkembangan otak dan metabolisme tubuh, hingga Vitamin B2 dan Vitamin E yang berperan sebagai antioksidan untuk menjaga sel tubuh anak dari kerusakan. Tidak hanya itu, Snack Ikan Teri Almond Kering Tanpa Garam ini mengandung 100% ikan teri jengki premium asli tanpa bahan pengawet, pewarna makanan, dan gula, sehingga aman dikonsumsi oleh anak umur satu tahun ke atas, ibu hamil, hingga lansia.<\/p>\n\n\n\n<p>Tunggu apa lagi? Dapatkan produknya sekarang juga hanya di <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/crystalofthesea\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Tokopedia<\/strong><\/a> atau <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/crystalofthesea\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Shopee<\/strong><\/a>!<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/snacks\/almond-fish\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Produk Crystal of the Sea\" class=\"wp-image-675 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-2048x343.webp 2048w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/172;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"172\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Produk Crystal of the Sea\" class=\"wp-image-675\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-300x50.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-768x129.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1536x258.webp 1536w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-2048x343.webp 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/a><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Sumber rujukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/6-ciri-ciri-keracunan-makanan-dan-cara-mengobatinya<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/hellosehat.com\/infeksi\/infeksi-melalui-makanan\/cara-mencegah-keracunan-makanan\/<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keracunan makanan (food poisoning) adalah masalah yang sering terjadi dan dapat mengganggu kesehatan kita, baik dewasa maupun anak-anak. Ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau zat beracun lainnya, tubuh kita dapat bereaksi dengan gejala yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri keracunan makanan agar dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[177],"class_list":["post-1367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-keracunan-makanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Ciri-Ciri Keracunan Makanan pada Anak &amp; Cara Mencegahnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ciri-ciri keracunan makanan yaitu nyeri kram pada perut, mual, demam yang cukup tinggi, dan penurunan nafsu makan. Dapatkan informasi lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Ciri-Ciri Keracunan Makanan pada Anak &amp; Cara Mencegahnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ciri-ciri keracunan makanan yaitu nyeri kram pada perut, mual, demam yang cukup tinggi, dan penurunan nafsu makan. Dapatkan informasi lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Crystal Sea\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-24T03:40:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-28T17:38:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-Ciri-Keracunan-Makanan-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CrystalSea\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"CrystalSea\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Ciri-Ciri Keracunan Makanan pada Anak & Cara Mencegahnya","description":"Ciri-ciri keracunan makanan yaitu nyeri kram pada perut, mual, demam yang cukup tinggi, dan penurunan nafsu makan. Dapatkan informasi lengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 Ciri-Ciri Keracunan Makanan pada Anak & Cara Mencegahnya","og_description":"Ciri-ciri keracunan makanan yaitu nyeri kram pada perut, mual, demam yang cukup tinggi, dan penurunan nafsu makan. Dapatkan informasi lengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/","og_site_name":"Crystal Sea","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","article_published_time":"2023-07-24T03:40:26+00:00","article_modified_time":"2024-08-28T17:38:56+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":850,"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-Ciri-Keracunan-Makanan-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"CrystalSea","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@crystalsea_id","twitter_site":"@crystalsea_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"CrystalSea","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/"},"author":{"name":"CrystalSea","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/ae64af932f1f2cdea2cead4c9f793567"},"headline":"10 CIRI-CIRI KERACUNAN MAKANAN PADA ANAK SERTA CARA MENCEGAHNYA","datePublished":"2023-07-24T03:40:26+00:00","dateModified":"2024-08-28T17:38:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/"},"wordCount":1610,"commentCount":3,"publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-Ciri-Keracunan-Makanan-1.webp","keywords":["Keracunan Makanan"],"articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/","name":"10 Ciri-Ciri Keracunan Makanan pada Anak & Cara Mencegahnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-Ciri-Keracunan-Makanan-1.webp","datePublished":"2023-07-24T03:40:26+00:00","dateModified":"2024-08-28T17:38:56+00:00","description":"Ciri-ciri keracunan makanan yaitu nyeri kram pada perut, mual, demam yang cukup tinggi, dan penurunan nafsu makan. Dapatkan informasi lengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#primaryimage","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-Ciri-Keracunan-Makanan-1.webp","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Ciri-Ciri-Keracunan-Makanan-1.webp","width":1280,"height":850,"caption":"Ciri Ciri Keracunan Makanan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/ciri-ciri-keracunan-makanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 CIRI-CIRI KERACUNAN MAKANAN PADA ANAK SERTA CARA MENCEGAHNYA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","name":"Crystal Sea","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization","name":"Crystal Sea","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","width":512,"height":512,"caption":"Crystal Sea"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","https:\/\/x.com\/crystalsea_id","https:\/\/www.instagram.com\/crystalofthesea","https:\/\/www.tiktok.com\/crystalofthesea.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCroytPott2QP8OyhwmsVC7g"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/ae64af932f1f2cdea2cead4c9f793567","name":"CrystalSea","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9aa26eec1ee014264e4b33587da91c45e51730c95473f0b7b2f35abae87a458a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9aa26eec1ee014264e4b33587da91c45e51730c95473f0b7b2f35abae87a458a?s=96&d=mm&r=g","caption":"CrystalSea"},"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/author\/crystalsea\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1367"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2664,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1367\/revisions\/2664"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}