{"id":1136,"date":"2023-06-19T10:39:27","date_gmt":"2023-06-19T03:39:27","guid":{"rendered":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?p=1136"},"modified":"2024-07-12T14:34:35","modified_gmt":"2024-07-12T07:34:35","slug":"apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/","title":{"rendered":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memperkenalkan bayi pada makanan padat, atau yang dikenal sebagai MPASI (Makanan Pendamping ASI), dapat menjadi momen yang menegangkan bagi para orang tua. Meski MPASI sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, tidak sedikit bayi yang mengalami diare atau mencret setelah mulai mengonsumsi MPASI. Lantas, apa penyebab bayi mencret setelah MPASI?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membaca lebih dalam mengenai penyebab bayi mencret setelah mulai mengonsumsi MPASI, Anda dapat membaca tulisan mengenai <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/cara-membuat-mpasi-yang-sehat-dan-bergizi\/\"><strong>7 Cara Membuat MPASI yang Sehat dan Bergizi<\/strong><\/a> yang pernah kami bahas sebelumnya. Selain itu, Anda juga bisa mengukur kandungan nutrisi yang dikonsumsi oleh sang buah hati setiap harinya menggunakan <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/crystalsea.id\/nutrition-calculator\"><strong>Kalkulator Nutrisi<\/strong><\/a> dari Crystal of the Sea.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini, Anda akan mendapatkan pembahasan mengenai apa penyebab bayi mencret setelah MPASI. Selain itu, akan ada juga cara menangani bayi yang sedang mencret dan beberapa rekomendasi bahan makanan MPASI agar si kecil tidak mengalami mencret. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"toc_container\" class=\"toc_light_blue no_bullets\"><p class=\"toc_title\">Contents<\/p><ul class=\"toc_list\"><li><a href=\"#Apa_Penyebab_Bayi_Mencret_Setelah_MPASI\">Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI?<\/a><ul><li><a href=\"#1_Infeksi\">1. Infeksi<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Alergi_atau_Intoleransi_Makanan\">2. Alergi atau Intoleransi Makanan<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Perubahan_Pola_Makan\">3. Perubahan Pola Makan<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Overfeeding\">4. Overfeeding<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Gangguan_Pencernaan\">5. Gangguan Pencernaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#Bahan_Makanan_untuk_MPASI_agar_Bayi_Tidak_Mencret\">Bahan Makanan untuk MPASI agar Bayi Tidak Mencret<\/a><ul><li><a href=\"#1_Buah-buahan\">1. Buah-buahan<\/a><\/li><li><a href=\"#2_Sayuran\">2. Sayuran<\/a><\/li><li><a href=\"#3_Protein\">3. Protein<\/a><\/li><li><a href=\"#4_Karbohidrat\">4. Karbohidrat<\/a><\/li><li><a href=\"#5_Lemak_Sehat\">5. Lemak Sehat<\/a><\/li><li><a href=\"#6_Yoghurt\">6. Yoghurt<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#Apa_yang_Harus_Dilakukan_Ketika_Bayi_Mencret_Setelah_MPASI\">Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Mencret Setelah MPASI?<\/a><\/li><\/ul><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Apa_Penyebab_Bayi_Mencret_Setelah_MPASI\"><strong>Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI?<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"583\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-1024x583.webp\" alt=\"Ilustrasi Bayi Berusia 6 Bulan Mencret setelah MPASI\" class=\"wp-image-1328 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-1024x583.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-300x171.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-768x437.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI.webp 1200w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/583;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"583\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-1024x583.webp\" alt=\"Ilustrasi Bayi Berusia 6 Bulan Mencret setelah MPASI\" class=\"wp-image-1328\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-1024x583.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-300x171.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI-768x437.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Ilustrasi-Bayi-Berusia-6-Bulan-Mencret-setelah-MPASI.webp 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayi yang baru mulai mengonsumsi MPASI mungkin akan mengalami perubahan dalam konsistensi dan frekuensi tinja mereka. Namun, jika bayi Anda mengalami diare setelah memulai MPASI, beberapa penyebabnya dapat termasuk:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Infeksi\"><strong>1. Infeksi<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Infeksi dapat menyebabkan diare pada bayi setelah memulai MPASI. Bakteri, virus, atau parasit dapat menyebabkan infeksi dan biasanya diakibatkan karena makanan atau air dikonsumsi oleh si kecil telah terkontaminasi. Selain itu, infeksi juga dapat menyebar melalui orang yang terinfeksi atau melalui benda-benda yang terkontaminasi. Beberapa gejala infeksi yang dapat menyertai diare meliputi demam, muntah, dan kelelahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Alergi_atau_Intoleransi_Makanan\"><strong>2. Alergi atau Intoleransi Makanan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayi mungkin mengalami reaksi alergi atau intoleransi terhadap makanan baru yang diperkenalkan ke dalam diet mereka. Sebagai contoh, bayi yang alergi terhadap susu sapi atau kedelai dapat mengalami diare setelah memulai MPASI yang mengandung produk susu atau kedelai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain diare, reaksi alergi atau intoleransi makanan juga dapat menyebabkan muntah, ruam kulit, atau bahkan kesulitan bernapas. Oleh karena itu, sebaiknya Anda langsung konsultasikan ke dokter jika ada masalah yang terjadi setelah bayi mengonsumsi MPASI.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/tips-mpasi-working-mom\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>5 Tips MPASI Working Mom Anti Ribet<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Perubahan_Pola_Makan\"><strong>3. Perubahan Pola Makan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayi yang baru memulai MPASI masih belum terbiasa dengan makanan padat atau berbeda dari yang biasa mereka konsumsi. Bayi yang terbiasa dengan ASI atau susu formula tentu akan mengalami perubahan dalam sistem pencernaan mereka ketika mulai mengonsumsi makanan padat. Selain itu, memberikan makanan yang sangat manis atau berlemak dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan diare karena bayi tidak terbiasa dengan jumlah gula atau lemak yang banyak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"4_Overfeeding\"><strong>4. Overfeeding<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayi yang diberi makanan terlalu banyak dan terlalu sering atau <em>overfeeding<\/em> dapat mengalami diare karena sistem pencernaan mereka tidak dapat menangani makanan dalam jumlah tersebut. Makanan yang tidak dicerna dengan baik dapat mengakibatkan tinja bayi menjadi encer dan sering keluar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"5_Gangguan_Pencernaan\"><strong>5. Gangguan Pencernaan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa bayi mungkin mengalami gangguan pencernaan seperti gastroenteritis, intoleransi laktosa, atau <em>celiac disease<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gastroenteritis dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Intoleransi laktosa dapat terjadi ketika bayi tidak dapat mencerna laktosa atau gula yang terdapat di dalam makanan.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Celiac disease<\/em> adalah kondisi di mana bayi tidak dapat mencerna gluten, protein yang terdapat dalam gandum dan jelai (<em>barley<\/em>). Kondisi ini dapat menyebabkan diare dan masalah pencernaan lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penting untuk diingat bahwa perubahan dalam tinja bayi setelah memulai MPASI biasanya normal dan tidak selalu menunjukkan masalah yang serius. Namun, jika bayi Anda mengalami diare yang berkepanjangan, muntah, dehidrasi, atau gejala lain yang tidak biasa, segeralah hubungi dokter anak Anda untuk mendapatkan nasihat medis.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/cara-menyimpan-mpasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>5 Cara Menyimpan MPASI yang Benar, Jangan Sampai Salah!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Bahan_Makanan_untuk_MPASI_agar_Bayi_Tidak_Mencret\"><strong>Bahan Makanan untuk MPASI agar Bayi Tidak Mencret<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Bahan-Makanan-untuk-MPASI-agar-Bayi-Tidak-Mencret-1024x682.webp\" alt=\"Bahan Makanan untuk MPASI agar Bayi Tidak Mencret saat buang air\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" class=\"lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/682;\" \/><noscript><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Bahan-Makanan-untuk-MPASI-agar-Bayi-Tidak-Mencret-1024x682.webp\" alt=\"Bahan Makanan untuk MPASI agar Bayi Tidak Mencret saat buang air\"\/><\/noscript><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap MPASI, bayi Anda memasuki fase baru dalam pengenalan makanan padat. Pada tahap ini, penting untuk memperhatikan jenis makanan yang diberikan pada bayi agar pencernaannya tidak terganggu dan terjadi masalah pencernaan seperti diare atau mencret saat buang air. Berikut adalah bahan makanan yang dapat diberikan pada bayi untuk mencegah terjadinya masalah pencernaan seperti mencret.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Buah-buahan\"><strong>1. Buah-buahan<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah-buahan adalah salah satu makanan yang penting untuk diberikan pada bayi selama tahap MPASI karena mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi. Namun, tidak semua buah-buahan cocok untuk bayi, terutama bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan yang sensitif. Beberapa buah yang dianjurkan untuk diberikan pada bayi antara lain: pisang, alpukat, mangga, dan pir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Sayuran\"><strong>2. Sayuran<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayuran juga sangat penting untuk dikonsumsi oleh bayi selama tahap MPASI karena mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral. Sayuran yang direkomendasikan untuk bayi antara lain: brokoli, kembang kol, wortel, bayam, labu, kacang polong, dan kentang. Namun, beberapa sayuran seperti kubis dan buncis dapat menyebabkan perut kembung pada bayi dan sebaiknya dihindari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Protein\"><strong>3. Protein<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Beberapa sumber protein yang baik untuk diberikan pada bayi antara lain: ikan, daging ayam atau sapi, telur, tahu, dan tempe. Pastikan untuk memasak bahan protein hingga matang dan dengan benar sehingga aman untuk dikonsumsi oleh bayi.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/teri-nasi-untuk-mpasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Manfaat Teri Nasi untuk MPASI sang Buah Hati<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"4_Karbohidrat\"><strong>4. Karbohidrat<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karbohidrat penting untuk memberikan energi pada bayi dan menjaga kesehatan pencernaannya. Pilih jenis karbohidrat yang mudah dicerna oleh bayi seperti nasi, kentang, atau roti putih. Pastikan untuk menghindari jenis karbohidrat yang sulit dicerna seperti roti gandum atau sereal yang tinggi serat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"5_Lemak_Sehat\"><strong>5. Lemak Sehat<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan energi yang dibutuhkan oleh sang buah hati. Namun, pastikan untuk tidak memberikan terlalu banyak lemak pada bayi karena dapat memicu terjadinya obesitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"6_Yoghurt\"><strong>6. Yoghurt<\/strong><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yoghurt mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan bayi. Yoghurt juga kaya akan kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Namun, pastikan untuk memilih yoghurt yang rendah gula dan tidak mengandung bahan tambahan seperti pewarna dan pengawet, serta sebaiknya memberikan yoghurt dengan varian rasa yang <em>plain<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/penyebab-bayi-sembelit-saat-mpasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>5 Penyebab Bayi Sembelit saat MPASI, Ini Cara Mengatasinya!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Apa_yang_Harus_Dilakukan_Ketika_Bayi_Mencret_Setelah_MPASI\"><strong>Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Mencret Setelah MPASI?<\/strong><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika bayi Anda mengalami mencret setelah memulai MPASI, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasinya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jangan panik dan jangan hentikan MPASI. Bayi Anda masih membutuhkan nutrisi dari makanan padat dan menghentikan MPASI dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi.<\/li>\n\n\n\n<li>Berikan air putih atau ASI tambahan untuk membantu mencegah dehidrasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Coba berikan makanan yang mudah dicerna seperti nasi, kentang, atau pisang untuk membantu memulihkan pencernaan bayi.<\/li>\n\n\n\n<li>Batasi makanan yang sulit dicerna atau makanan yang berpotensi menyebabkan alergi.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila mencret berlangsung lebih dari 24 jam atau bayi Anda mengalami gejala lain seperti demam, muntah, atau kehilangan nafsu makan, segera konsultasikan dengan dokter.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mencret setelah MPASI mungkin adalah masalah umum, tetapi dapat diatasi dengan memperhatikan jenis makanan yang diberikan pada bayi dan melakukan langkah-langkah yang tepat ketika bayi mengalami mencret. Penting untuk selalu mengawasi kesehatan si kecil dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengkhawatirkan kondisinya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"903\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-1024x903.webp\" alt=\"Produk Crystal of the Sea\" class=\"wp-image-1327 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-1024x903.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-300x265.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-768x677.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea.webp 1280w\" data-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/903;\" \/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"903\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-1024x903.webp\" alt=\"Produk Crystal of the Sea\" class=\"wp-image-1327\" srcset=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-1024x903.webp 1024w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-300x265.webp 300w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea-768x677.webp 768w, https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Produk-Crystal-of-the-Sea.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/noscript><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Anda kebingungan memilih bahan makanan yang bergizi untuk bayi, coba gunakan <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\"><strong>produk-produk dari Crystal of the Sea<\/strong><\/a>. Kami menyediakan <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\/food-powder\"><strong><em>food powder<\/em><\/strong><\/a> yang mudah sekali digunakan serta memiliki kandungan protein dan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh si kecil. Cukup taburkan <em>food powder<\/em> kami ke dalam MPASI yang dibuat dan makanan tersebut akan terasa lebih lezat, bergizi, serta dapat memenuhi kebutuhan harian bayi Anda. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi kami <a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/\"><strong>di sini<\/strong><\/a>!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/crystalsea.id\/product\"><img decoding=\"async\" data-src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Produk Crystal Sea\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" class=\"lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/172;\" \/><noscript><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Produk-Crystal-Sea-1024x172.webp\" alt=\"Produk Crystal Sea\"\/><\/noscript><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber rujukan:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/anak-diare-akibat-mpasi-ibu-harus-apa<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/rs-alirsyadsurabaya.co.id\/mengapa-anak-mengalami-diare-setelah-pemberian-mpasi\/<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/www.alodokter.com\/komunitas\/topic\/diare-seteleh-diberi-mpasi-pertama<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/bebeclub.co.id\/artikel\/pencernaan-alergi\/bayi\/penyebab-bayi-diare-dan-cara-mengatasinya<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/www.alodokter.com\/penanganan-dan-makanan-untuk-mengatasi-diare-pada-bayi<\/li>\n\n\n\n<li>https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/5-mpasi-yang-baik-dikonsumsi-saat-bayi-diare<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memperkenalkan bayi pada makanan padat, atau yang dikenal sebagai MPASI (Makanan Pendamping ASI), dapat menjadi momen yang menegangkan bagi para orang tua. Meski MPASI sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, tidak sedikit bayi yang mengalami diare atau mencret setelah mulai mengonsumsi MPASI. Lantas, apa penyebab bayi mencret setelah MPASI? Sebelum membaca lebih dalam mengenai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1138,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[159,17],"class_list":["post-1136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-bayi-mencret","tag-mpasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa penyebab bayi mencret setelah MPASI? Jika si kecil mengalami hal tersebut, jangan panik dan cari solusinya bersama Crystal of the Sea di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa penyebab bayi mencret setelah MPASI? Jika si kecil mengalami hal tersebut, jangan panik dan cari solusinya bersama Crystal of the Sea di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Crystal Sea\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-19T03:39:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-12T07:34:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Apa-Penyebab-Bayi-Mencret-Setelah-MPASI.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"854\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CrystalSea\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@crystalsea_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"CrystalSea\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!","description":"Apa penyebab bayi mencret setelah MPASI? Jika si kecil mengalami hal tersebut, jangan panik dan cari solusinya bersama Crystal of the Sea di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!","og_description":"Apa penyebab bayi mencret setelah MPASI? Jika si kecil mengalami hal tersebut, jangan panik dan cari solusinya bersama Crystal of the Sea di sini!","og_url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/","og_site_name":"Crystal Sea","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","article_published_time":"2023-06-19T03:39:27+00:00","article_modified_time":"2024-07-12T07:34:35+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":854,"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Apa-Penyebab-Bayi-Mencret-Setelah-MPASI.webp","type":"image\/webp"}],"author":"CrystalSea","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@crystalsea_id","twitter_site":"@crystalsea_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"CrystalSea","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/"},"author":{"name":"CrystalSea","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/ae64af932f1f2cdea2cead4c9f793567"},"headline":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!","datePublished":"2023-06-19T03:39:27+00:00","dateModified":"2024-07-12T07:34:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/"},"wordCount":1205,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Apa-Penyebab-Bayi-Mencret-Setelah-MPASI.webp","keywords":["Bayi Mencret","MPASI"],"articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/","name":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Apa-Penyebab-Bayi-Mencret-Setelah-MPASI.webp","datePublished":"2023-06-19T03:39:27+00:00","dateModified":"2024-07-12T07:34:35+00:00","description":"Apa penyebab bayi mencret setelah MPASI? Jika si kecil mengalami hal tersebut, jangan panik dan cari solusinya bersama Crystal of the Sea di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Apa-Penyebab-Bayi-Mencret-Setelah-MPASI.webp","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Apa-Penyebab-Bayi-Mencret-Setelah-MPASI.webp","width":1280,"height":854,"caption":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/apa-penyebab-bayi-mencret-setelah-mpasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Penyebab Bayi Mencret Setelah MPASI? Ini Penjelasannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","name":"Crystal Sea","description":"Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#organization","name":"Crystal Sea","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","contentUrl":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-Crystal_Logo.c96819ba.png","width":512,"height":512,"caption":"Crystal Sea"},"image":{"@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Crystal-of-the-Sea-109051870630997","https:\/\/x.com\/crystalsea_id","https:\/\/www.instagram.com\/crystalofthesea","https:\/\/www.tiktok.com\/crystalofthesea.id","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCroytPott2QP8OyhwmsVC7g"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/ae64af932f1f2cdea2cead4c9f793567","name":"CrystalSea","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9aa26eec1ee014264e4b33587da91c45e51730c95473f0b7b2f35abae87a458a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9aa26eec1ee014264e4b33587da91c45e51730c95473f0b7b2f35abae87a458a?s=96&d=mm&r=g","caption":"CrystalSea"},"url":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/author\/crystalsea\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1136"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1330,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1136\/revisions\/1330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/crystalsea.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}